Keracunan Massal MBG: IDAI Ungkap Fakta 'Danger Zone' Makanan yang Bikin Ngeri!

Dinda Rachmawati

Kamis, 25 September 2025 | 16:46 WIB
Keracunan Massal MBG: IDAI Ungkap Fakta 'Danger Zone' Makanan yang Bikin Ngeri!
Menu Makan Bergizi Gratis di Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor pada Rabu, 24 September 2025. (Suara.com/Tantri A.I)
baca 10 detik
  • IDAI menyoroti maraknya kasus keracunan MBG dan menegaskan pentingnya keamanan pangan sejak pengolahan hingga distribusi.
  • Penyimpanan makanan di “danger zone” 5–60°C jadi faktor utama pertumbuhan bakteri yang memicu keracunan massal.
  • IDAI minta standar ketat food safety diterapkan agar program MBG benar-benar menyehatkan, bukan menimbulkan risiko.

Suara.com - Maraknya kasus keracunan massal yang dialami ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah Indonesia menjadi perhatian serius Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 

Organisasi profesi ini menegaskan bahwa makanan sehat bukan hanya soal gizi, tetapi juga keamanan pangan sejak dari dapur hingga sampai di meja makan.

Dalam unggahan resminya, IDAI menyoroti prinsip food safety sebagai langkah sederhana namun vital untuk mencegah keracunan makanan, khususnya pada anak-anak. 

“Jika tidak diolah dan disimpan dengan benar, makanan bisa menjadi sumber keracunan,” tulis IDAI di akum Instagram resminya.

Bahaya “Danger Zone” dalam Penyimpanan Makanan

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah konsep “Danger Zone”, yaitu rentang suhu 5–60°C di mana bakteri dapat berkembang biak sangat cepat, bahkan berlipat ganda setiap 20 menit. 

Makanan yang disimpan terlalu lama dalam rentang suhu ini sangat rentan tercemar kuman penyebab keracunan.

Untuk itu, IDAI menganjurkan agar:

Makanan matang tetap dijaga pada suhu di atas 60°C hingga dikonsumsi.

baca juga

Makanan yang belum dikonsumsi segera disimpan di kulkas (0–5°C) atau freezer.

Tidak membiarkan makanan berada di suhu ruang lebih dari 2 jam, atau lebih dari 1 jam jika suhu di atas 30°C.

Faktor Risiko dalam Program Makan Massal

IDAI juga menyoroti tantangan khusus dalam penyelenggaraan program makan massal seperti MBG, antara lain:

1. Jumlah makanan besar yang disiapkan setiap hari meningkatkan risiko kontaminasi.

2. Proses distribusi dan penyimpanan yang tidak tepat, terutama bila makanan dibuat jauh sebelum dikonsumsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Biang Kerok Keracunan Massal Siswa di Kalbar, Daging Hiu jadi Menu MBG Langgar UU?

Diduga Biang Kerok Keracunan Massal Siswa di Kalbar, Daging Hiu jadi Menu MBG Langgar UU?

News | Kamis, 25 September 2025 | 16:33 WIB

Insiden Keracunan MBG, DPR Janjikan Perbaikan Lewat Evaluasi di Komisi IX

Insiden Keracunan MBG, DPR Janjikan Perbaikan Lewat Evaluasi di Komisi IX

News | Kamis, 25 September 2025 | 16:31 WIB

Profil dan Pendidikan dr Tan Shot Yen, Pantas 'Galak' Kritik Menu MBG

Profil dan Pendidikan dr Tan Shot Yen, Pantas 'Galak' Kritik Menu MBG

Lifestyle | Kamis, 25 September 2025 | 16:27 WIB

Terkini

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

×