Radiasi di Cikande Jadi Alarm Awal: Mengapa Edukasi dan Respons Cepat Sangat Penting

Bimo Aria Fundrika

Senin, 06 Oktober 2025 | 15:02 WIB
Radiasi di Cikande Jadi Alarm Awal: Mengapa Edukasi dan Respons Cepat Sangat Penting
Dekontaminasi terhadap temuan yang tercemar radiasi Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (2/10/2025). [ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nym]
baca 10 detik
  • Radiasi adalah ancaman tak kasatmata yang dapat merusak jaringan tubuh bahkan dalam dosis kecil.
  • Anak-anak dan ibu hamil termasuk kelompok paling rentan terhadap dampak radiasi.
  • Dekontaminasi cepat dan edukasi publik menjadi langkah penting untuk mencegah bahaya lanjutan
  •  

Suara.com - Kasus dugaan paparan radiasi di Cikande, Kabupaten Serang, Banten, kembali menjadi perhatian publik. Pasalnya temuan ini menimbulkan kekhawatiran luas karena radiasi bukan hanya berdampak langsung pada kesehatan, tetapi juga dapat memicu efek jangka panjang hingga ke generasi berikutnya.

Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Laila Rose Foresta, SpRad (K) NKL, menjelaskan bahwa radiasi merupakan ancaman yang sulit terdeteksi.

“Zat radioaktif tidak memiliki bau, rasa, maupun warna. Namun, dalam dosis tinggi, tubuh dapat bereaksi cepat dengan munculnya luka bakar pada kulit, rasa mual, muntah, hingga lemas hanya beberapa jam setelah terpapar,” ujarnya.

Tim Khusus Pelaksana melakukan dekontaminasi terhadap temuan yang tercemar radiasi Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (2/10/2025). [ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nym]
Tim Khusus Pelaksana melakukan dekontaminasi terhadap temuan yang tercemar radiasi Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (2/10/2025). [ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nym]

Kondisi ini dikenal sebagai acute radiation syndrome (ARS). Meski begitu, dr. Laila menegaskan bahwa paparan dalam dosis kecil namun berulang justru lebih berbahaya. Radiasi dapat menumpuk secara diam-diam di organ tubuh dan perlahan merusak jaringan sel. “Tubuh tidak langsung memberi sinyal bahaya, padahal kerusakannya bisa bersifat permanen,” jelasnya.

Jangka pendeknya, paparan radiasi tinggi dapat mengganggu sistem pencernaan serta menurunkan kadar sel darah putih. Namun efek jangka panjangnya jauh lebih serius mulai dari kanker, katarak, hingga kerusakan sumsum tulang belakang yang dapat memicu anemia, leukopenia, dan leukemia.

Fenomena ini dikenal sebagai efek stokastik, di mana dampak radiasi berbeda-beda pada setiap individu tergantung dosis dan lama paparan.

dr. Laila menambahkan, anak-anak dan ibu hamil menjadi kelompok paling rentan terkena.

“Sel tubuh dalam diri anak-anak masih dalam masa berkembang, sehingga radiasi dapat berulang mengganggu pertumbuhan mereka, menunda perkembangan otak, dan mengacaukan sistem hormonal,” terangnya.

Tak hanya itu, sistem reproduksi juga berisiko tinggi. Radiasi dapat menurunkan kesuburan karena merusak produksi sel sperma maupun ovum.

baca juga

Pada ibu hamil, terutama di trimester pertama, paparan radiasi bisa menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, cacat bawaan, hingga retardasi mental pada bayi. “Jika radiasi mengenai sel germinal, mutasi DNA dapat diwariskan ke generasi berikutnya,” tegasnya.

Untuk mencegah dampak lebih lanjut, dr. Laila menekankan pentingnya penanganan cepat dan tepat. Langkah awal yang harus dilakukan setelah terpapar adalah dekontaminasi eksternal yaitu melepaskan pakaian dan mencuci tubuh dengan sabun serta air mengalir guna menghilangkan sisa partikel radioaktif.

dr. Laila juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada tanpa panik. “Segera mandi, ganti pakaian, dan cari pertolongan medis jika diduga terpapar radiasi.

Konsumsi obat seperti tablet iodium sesuai anjuran dokter dapat membantu melindungi tiroid,” ujarnya.

Jika pasien menunjukkan gejala, dilakukan perawatan suportif seperti pemberian cairan, obat anti mual, hingga antibiotik profilaktik bila jumlah sel darah putih menurun.

Untuk paparan internal, dokter akan memberikan obat yang mampu mengikat zat radioaktif agar dapat dikeluarkan lewat urin. Misalnya, tablet KI digunakan untuk mengikat I-131 agar tidak menumpuk di tiroid, sedangkan prussian blue dan Zn-DTPA diberikan untuk zat tertentu.

Kasus Cikande menjadi pengingat bahwa bahaya radiasi bisa datang tanpa tanda. Di tengah upaya pemerintah mensterilkan kawasan, edukasi publik dan sistem deteksi dini menjadi langkah krusial agar insiden serupa tak lagi terulang.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejati Banten Siap Jadi Mediator Polemik Penutupan Jalan Puspitek Serpong

Kejati Banten Siap Jadi Mediator Polemik Penutupan Jalan Puspitek Serpong

News | Minggu, 05 Oktober 2025 | 15:48 WIB

Soal Udang Kena Radiasi Disebut Masih Layak Dimakan, DPR 'Sentil' Zulhas: Siapa yang Bodoh?

Soal Udang Kena Radiasi Disebut Masih Layak Dimakan, DPR 'Sentil' Zulhas: Siapa yang Bodoh?

News | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 15:48 WIB

Setelah Udang, Kini Cengkeh Indonesia Dihantam Radiasi Nuklir Cesium-137, Amerika Blokir Ekspor

Setelah Udang, Kini Cengkeh Indonesia Dihantam Radiasi Nuklir Cesium-137, Amerika Blokir Ekspor

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 15:49 WIB

Terkini

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 06:46 WIB

Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat

Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:14 WIB

Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat

Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:45 WIB

DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!

DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:25 WIB

DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:10 WIB

Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi

Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:29 WIB

DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif

DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:18 WIB

Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!

Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:02 WIB

Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung

Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:46 WIB

Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:20 WIB

×