Target Puncak Emisi Indonesia Mundur ke 2035, Jalan Menuju Net Zero Makin Menantang

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 06 Oktober 2025 | 18:49 WIB
Target Puncak Emisi Indonesia Mundur ke 2035, Jalan Menuju Net Zero Makin Menantang
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, dalam acara 'Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2025' di Jakarta, Senin (6/10/2025). [Suara.com/Yaumal]
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM mengumumkan bahwa target puncak emisi nasional (peak emission) bergeser mundur lima tahun.
  • Kementerian ESDM mengklaim Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang sangat besar, mencapai total 3.687 gigawatt.
  • Pulau Sumatra menjadi wilayah dengan potensi terbesar.

Suara.com - Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, mengumumkan bahwa target puncak emisi nasional (peak emission) bergeser mundur lima tahun, dari yang semula ditargetkan tercapai pada 2030 menjadi 2035. Pergeseran ini membuat upaya Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 menjadi semakin menantang.

Informasi ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, dalam acara 'Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2025' di Jakarta, Senin (6/10/2025).

"Dengan berat hati kami laporkan bahwa peak emission bergeser ke 2035. Ini PR besar," kata Eniya.

Peak emission adalah titik tertinggi volume emisi yang dilepaskan suatu negara sebelum trennya mulai menurun secara konsisten. Dengan mundurnya target ini, Eniya menyebut upaya yang harus dilakukan menjadi jauh lebih berat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, dalam acara 'Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2025' di Jakarta, Senin (6/10/2025). [Suara.com/Yaumal]
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, dalam acara 'Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2025' di Jakarta, Senin (6/10/2025). [Suara.com/Yaumal]

"Upaya kita memang harus sangat cepat... kita harus menurunkan emisi lebih kencang lagi dengan cara menggandakan proses efisiensi energi dan menaikkan tiga kali lipat [kapasitas] energi terbarukan yang saat ini sudah ada," ujarnya.

Potensi Energi Terbarukan Jadi Harapan

Meskipun tantangannya berat, Eniya menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang sangat besar, mencapai total 3.687 gigawatt (GW). Pulau Sumatra menjadi wilayah dengan potensi terbesar.

Berikut adalah rincian potensi EBT nasional:

  • Tenaga Surya: Menjadi potensi terbesar.
  • Tenaga Angin: Potensi sebesar 155 GW.
  • Tenaga Air (Hydro): Potensi sebesar 95 GW.
  • Energi Laut: Potensi arus laut mencapai 63 GW.
  • Bioenergi: Potensi sebesar 57 GW.
  • Panas Bumi: Meskipun potensinya relatif kecil (24 GW), namun tetap krusial karena bersifat base load (stabil 24 jam).

Eniya menambahkan, komitmen pemerintah menuju NZE juga tercermin dari terbitnya Peraturan Menteri ESDM baru tentang Transisi Energi. Salah satu poin signifikan dalam aturan tersebut adalah rencana pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara.

baca juga

"Jadi ada moratorium dari PLTU yang saat ini dilakukan. Tetapi masih ada sedikit [proyek yang berjalan] karena pada masa 10 tahun yang lalu masih ada pembangunan [program] 35 ribu megawatt dari PLTU. Nah ini masih sisa sekarang, dan kita dorong masuk ke energi terbarukan lebih banyak," pungkas Eniya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekan Cristiano Ronaldo Resmi Dimainkan Herve Renard Lawan Timnas Indonesia

Rekan Cristiano Ronaldo Resmi Dimainkan Herve Renard Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 06 Oktober 2025 | 18:27 WIB

Rekor Buruk Laga Tandang Warnai Perjalanan Indonesia di Ronde Keempat Kualifikasi

Rekor Buruk Laga Tandang Warnai Perjalanan Indonesia di Ronde Keempat Kualifikasi

Your Say | Senin, 06 Oktober 2025 | 18:30 WIB

Rekor Buruk Laga Tandang Warnai Perjalanan Indonesia di Ronde Keempat Kualifikasi

Rekor Buruk Laga Tandang Warnai Perjalanan Indonesia di Ronde Keempat Kualifikasi

Your Say | Senin, 06 Oktober 2025 | 18:30 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×