Lewat JAKI Sepi, Warga Jakarta Pilih Curhat Langsung ke Instagram Pramono - Rano

Vania Rossa | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 07 Oktober 2025 | 12:30 WIB
Lewat JAKI Sepi, Warga Jakarta Pilih Curhat Langsung ke Instagram Pramono - Rano
Aplikasi JAKI milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. [Suara.com/ANTARA]
  • Banyak warga Jakarta lebih sering mengadu lewat DM dan komentar di media sosial Pramono Anung dan Rano Karno ketimbang melalui aplikasi JAKI.

  • Stafsus Gubernur, Chico Hakim, mengakui masih ada masalah tindak lanjut laporan JAKI yang dianggap selesai padahal belum.

  • Pramono dikenal responsif membalas pesan warga secara langsung, tapi Pemprov tetap berupaya memperkuat sistem pengaduan resmi agar lebih efektif dan transparan.

Suara.com - Warga Jakarta ternyata lebih sering menyampaikan aduan tentang berbagai permasalahan di Ibu Kota lewat kolom komentar atau pesan langsung alias direct message (DM) ke Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.

Padahal, Jakarta sudah memiliki aplikasi yang memiliki kanal aduan, yakni Jakarta Kini (JAKI).

Fenomena ini diakui oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, sebagai tantangan tersendiri bagi Pemprov dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem pengaduan resmi.

Sebab, kerap kali laporan melalui JAKI dianggap selesai alias done padahal belum ditindaklanjuti.

“Kadang-kadang ada laporan yang dibilang ‘done’, ternyata enggak ‘done’. Dibilang sudah selesai, tapi nyatanya belum,” ujar Chico kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Chico menilai, secara umum mekanisme penanganan laporan publik lewat JAKI sudah berjalan baik. Namun, untuk standar Jakarta yang menjadi barometer pelayanan publik nasional, peningkatan kualitas tetap harus dilakukan.

Karena masih ada yang lapor langsung ke akunnya, Pramono disebut Chico menganggap ada persoalan tindak lanjut aduan yang bermasalah.

“Warganya ini kan tiap hari lapor. Pak Gubernur sering bilang, ‘Kok hari gini masih ada yang lapor ke medsos gue, loh?’ Artinya, ada sesuatu yang tersumbat dalam mekanisme penanganan laporan,” ujarnya.

Aplikasi JAKI sejatinya dikembangkan untuk memudahkan warga dalam mengakses berbagai layanan, mulai dari pengaduan fasilitas publik, pengecekan harga pangan, hingga informasi kualitas udara. Namun, dalam praktiknya, banyak warga merasa pesan mereka lebih cepat ditanggapi bila dikirim langsung ke media sosial pimpinan daerah.

Menurut Chico, fenomena ini tak lepas dari gaya kepemimpinan Pramono Anung yang dikenal dekat dan responsif terhadap masyarakat, bahkan di ruang digital.

“Pak Gub itu pegang sendiri akun medsosnya. Tapi kalau DM, komen, respons itu beliau langsung. Kadang pas lagi di kamar pun masih bales pesan,” ungkap Chico.

Sikap Pramono yang gemar menanggapi pesan pribadi warga dinilai menciptakan kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya. Hal itu pula yang membuat masyarakat lebih nyaman mengadu langsung ketimbang melalui sistem formal.

“Kalau itu (respons cepat), dia enggak ada lawan. Semua pejabat di Indonesia, enggak ada yang kayak dia. Sekecil apapun, bahkan ucapan selamat, beliau jawab: ‘Makasih dukungannya’. Jadi wajar warga merasa lebih didengar,” tutur Chico.

Meski demikian, ia menegaskan kanal pengaduan resmi tetap menjadi prioritas Pemprov. Menurutnya, Pramono justru ingin sistem formal seperti JAKI diperkuat agar bisa menampung seluruh keluhan warga secara efektif dan terukur.

“Gubernur ingin semua aduan warga bisa ditindaklanjuti lewat sistem resmi. Karena kalau di media sosial itu sifatnya personal. Tapi dari situ kita belajar: warga mau respons cepat, transparansi, dan tindak lanjut yang jelas,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Dana Transfer Rp15 T Dipangkas, Pramono Minta Restu Purbaya Pakai Rp200 Triliun di Himbara

Gegara Dana Transfer Rp15 T Dipangkas, Pramono Minta Restu Purbaya Pakai Rp200 Triliun di Himbara

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 11:59 WIB

Purbaya Girang Pramono Mau Bangun Gedung Baru Bank Jakarta: Saya Enggak Keluar Uang

Purbaya Girang Pramono Mau Bangun Gedung Baru Bank Jakarta: Saya Enggak Keluar Uang

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 11:52 WIB

APBD Jakarta Dipangkas Hampir Rp 20 T, Menkeu Purbaya Guyon Masih Bisa Dipotong Lagi

APBD Jakarta Dipangkas Hampir Rp 20 T, Menkeu Purbaya Guyon Masih Bisa Dipotong Lagi

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 11:39 WIB

Terkini

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

News | Kamis, 09 April 2026 | 23:08 WIB

Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir

Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:49 WIB

Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam

Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:49 WIB

DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global

DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:06 WIB

Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU

Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:51 WIB

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:29 WIB

Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka

Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:19 WIB

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:12 WIB

Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus

Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:07 WIB

PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya

PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:00 WIB