Gegara Dana Transfer Rp15 T Dipangkas, Pramono Minta Restu Purbaya Pakai Rp200 Triliun di Himbara

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 07 Oktober 2025 | 11:59 WIB
Gegara Dana Transfer Rp15 T Dipangkas, Pramono Minta Restu Purbaya Pakai Rp200 Triliun di Himbara
Menkeu Purbaya temui Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
  • Postur APBD DKI Jakarta untuk tahun 2026 turun signifikan, dari  Rp95,35 triliun kini menjadi sekitar Rp79,03 triliun.
  • Pramono mengaku mulai menyiapkan strategi agar pembangunan Jakarta tidak tersendat. 
  • Salah satunya melalui pembentukan Jakarta Collaboration Fund.

Suara.com - Pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat membuat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta untuk tahun 2026 turun signifikan.

Dari yang semula diproyeksikan Rp95,35 triliun, kini menyusut menjadi sekitar Rp79,03 triliun.

Meski menghadapi tekanan fiskal cukup besar, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memilih tak mempermasalahkan keputusan pemerintah pusat tersebut.

Politikus PDI Perjuangan ini menyebut, langkah itu sudah melalui pertimbangan matang dan Pemprov Jakarta akan sepenuhnya mengikuti kebijakan yang ditetapkan.

“Pemerintah Jakarta sama sekali tidak argue terhadap itu,” kata Pramono usai melakukan pertemuan tertutup dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Ia menegaskan, penyesuaian dana TKD yang mencakup dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK) akan dijalankan tanpa perdebatan.

“Kami mengikuti sepenuhnya, termasuk penyesuaian untuk dana bagi hasil,” ujarnya.

Namun, di balik sikap legawa itu, Pramono mengaku mulai menyiapkan strategi agar pembangunan Jakarta tidak tersendat. Ia meminta izin kepada Kementerian Keuangan untuk mencari sumber pembiayaan kreatif (creative financing) di luar TKD.

Salah satunya melalui pembentukan Jakarta Collaboration Fund — inisiatif yang selama ini ia dorong untuk memperkuat pembiayaan pembangunan.

Selain itu, Pramono juga mengajukan permohonan kepada Purbaya agar Pemprov DKI bisa memanfaatkan dana sebesar Rp200 triliun yang dikucurkan pemerintah kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Dana tersebut diharapkan dapat digunakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mempercepat pembangunan strategis di ibu kota.

“Kami ingin memanfaatkan dana Rp200 triliun yang diputuskan oleh Kementerian Keuangan oleh Pak Menteri, ke Bank Himbara, kami boleh juga memanfaatkan untuk BUMD-BUMD yang ada di Jakarta,” kata Pramono.

Suasana sepi di Tol Dalam Kota, Jakarta, Senin (31/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana sepi di Tol Dalam Kota, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Menanggapi hal itu, Purbaya menyebut peluang tersebut terbuka lebar. Namun, ia menekankan bahwa akses terhadap dana Himbara bersifat business to business (B2B), bergantung pada kelayakan dan potensi keuntungan proyek yang diajukan BUMD Jakarta.

“Tentang dana yang Rp200 triliun dari bank Himbara, bisa dipakai nggak? Itu pada dasarnya adalah business to business. Kalau menguntungkan mereka bisa langsung datang ke Himbaranya,” kata Purbaya.

Purbaya juga menyambut baik gagasan Pramono soal Jakarta Collaboration Fund. Menurutnya, ide itu menunjukkan ambisi Pemprov DKI yang ingin menjadikan Jakarta tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga berkontribusi bagi pembangunan di luar wilayahnya.

“Jakarta Collaboration Fund ambisi Pak Gubernur cukup tinggi rupanya. Dia ingin menciptakan fund Jakarta yang bisa tidak dipakai di Jakarta aja, tapi dipakai di tempat lain juga. Saya pikir kita akan mendukung strategi itu,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Girang Pramono Mau Bangun Gedung Baru Bank Jakarta: Saya Enggak Keluar Uang

Purbaya Girang Pramono Mau Bangun Gedung Baru Bank Jakarta: Saya Enggak Keluar Uang

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 11:52 WIB

APBD Jakarta Dipangkas Hampir Rp 20 T, Menkeu Purbaya Guyon Masih Bisa Dipotong Lagi

APBD Jakarta Dipangkas Hampir Rp 20 T, Menkeu Purbaya Guyon Masih Bisa Dipotong Lagi

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 11:39 WIB

Kepala Daerah 'Gruduk' Kantor Menkeu Purbaya, Katanya Mau Protes

Kepala Daerah 'Gruduk' Kantor Menkeu Purbaya, Katanya Mau Protes

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 11:18 WIB

Dana Transfer DKI Dipangkas Rp15 Triliun, Menkeu ke Pramono: Kayaknya Masih Bisa Dipotong Lagi!

Dana Transfer DKI Dipangkas Rp15 Triliun, Menkeu ke Pramono: Kayaknya Masih Bisa Dipotong Lagi!

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 11:11 WIB

Dana Transfer dari Pusat Dipangkas Rp15 Triliun, Pramono Sebut Anggaran KJP-KJMU Tetap Aman

Dana Transfer dari Pusat Dipangkas Rp15 Triliun, Pramono Sebut Anggaran KJP-KJMU Tetap Aman

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 10:55 WIB

Dipotong Rp15 Triliun, Jakarta Alami Pemangkasan Dana Transfer dari Pusat Paling Besar

Dipotong Rp15 Triliun, Jakarta Alami Pemangkasan Dana Transfer dari Pusat Paling Besar

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 10:30 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB