Mekarkan Kelurahan Kapuk Jadi Tiga, Kebijakan Pramono Disambut Baik Warga

Fabiola Febrinastri, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 10 Oktober 2025 | 19:02 WIB
Mekarkan Kelurahan Kapuk Jadi Tiga, Kebijakan Pramono Disambut Baik Warga
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama jajaran Pemprov DKI saat menetapkan pemekaran Kelurahan Kapuk di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (30/09/2025) (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama jajaran Pemprov DKI saat menetapkan pemekaran Kelurahan Kapuk di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (30/09/2025).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi memekarkan Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi tiga wilayah baru. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 850 Tahun 2025 yang diteken Pramono pekan ini.

Pramono mengatakan pemekaran dilakukan karena jumlah penduduk Kapuk sudah terlalu padat, mencapai 174 ribu jiwa. Angka tersebut bahkan lebih besar dibandingkan dengan 15 kecamatan di Jakarta.

“Jumlah penduduk di Kelurahan Kapuk sebanyak 174 ribu jiwa, ini melebihi 15 kecamatan di Jakarta, jumlah kecamatan 44. Jadi ada 15 kecamatan jumlahnya lebih kecil daripada Kapuk, yang notabene hanya kelurahan,” kata Pramono.

Menurutnya, beban penduduk sebesar itu membuat pelayanan publik tidak bisa berjalan maksimal. Karena itu, Pemprov DKI memutuskan untuk memecah Kapuk menjadi tiga kelurahan, yakni Kapuk, Kapuk Selatan, dan Kapuk Timur.

“Jadi memang beban masyarakat Kapuk ini sangat berat kalau hanya ditangani satu lurah, dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Maka hari ini kita pecah menjadi tiga kelurahan,” ujarnya.

Pramono memastikan seluruh dokumen kependudukan lama tetap berlaku meski terjadi pemekaran wilayah. Ia menegaskan warga tidak akan dikenakan biaya tambahan untuk proses penyesuaian administrasi.

“Semua dokumen yang ada, dokumen lama masih berlaku sampai habis masa berlakunya. Tidak ada satu pun yang tidak berlaku. Jadi kalau KTP, KK, akta, masih berlaku. Nanti kalau habis masa berlakunya baru disesuaikan, dan tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Meski sudah diteken, Pramono menyebut kebijakan ini masih menunggu kode wilayah dari Kementerian Dalam Negeri agar dapat efektif dijalankan.

baca juga

“Hari ini Kapuk Selatan dan Kapuk Timur sudah saya tandatangani Kepgub-nya. Tinggal nanti Kemendagri memberikan kode wilayahnya,” ucap dia.

Ia mengungkapkan, aspirasi pemekaran Kapuk sebenarnya sudah muncul sejak puluhan tahun lalu, namun baru bisa terealisasi di masa kepemimpinannya.

“Saya mendengar dari tokoh-tokoh masyarakat, aspirasi pemekaran ini sudah ada sejak tahun 1990-an, bahkan 1996 sudah ada. Baru sekarang bisa kita wujudkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, memastikan Pemkot sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan kantor kelurahan baru lengkap dengan fasilitas pelayanan publik.

"Kita juga sudah siapkan tanah untuk kantor lurah, puskesmas, dan pos damkar. Kita targetkan bisa rampung pada HUT Jakarta, 22 Juni 2027,” jelas Uus.

Uus turut memaparkan pembagian luas wilayah hasil pemekaran. Kapuk Timur memiliki luas 197,28 hektare, Kapuk Selatan 223,09 hektare, dan Kapuk Induk 142,11 hektare. Total keseluruhan wilayah Kapuk mencapai sekitar 572 hektare.

Lurah Kapuk, Ahmad Subhan, mengatakan seluruh warga mendukung kebijakan pemekaran tersebut. Menurutnya, keputusan itu menjadi solusi atas masalah kepadatan penduduk dan jarak pelayanan yang terlalu jauh.

“Itu kan solusi yang terbaik memang pemekaran wilayah,” ujar Subhan kepada Suara.com.

Subhan mengungkapkan, wacana pemekaran ini sudah lama muncul, bahkan sejak dirinya masih berstatus CPNS. Namun, baru kali ini terealisasi di era Pramono.

“Sebelumnya itu wacana doang masih (ketika saya) masih CPNS waktu itu, sudah ada wacana pemekaran wilayah Kapuk. Baru direalisasi di era Pak Pramono Anung sebagai Gubernur, Alhamdulillah,” ujarnya.

Menurut Subhan, dukungan warga begitu kuat. Dari hasil forum bersama 16 RW dan 221 RT, seluruhnya sepakat agar pemekaran segera dilakukan.

“Dari 16 RW yang dikumpulkan dalam forum warga, RW RT-nya semua setuju untuk melakukan pemekaran,” katanya.

Rencana tersebut juga mendapat sambutan positif dari warga. Mia (26), warga RW 03 Kapuk, mengaku mendukung langkah Pemprov DKI karena pelayanan publik di wilayahnya selama ini kerap lambat akibat terlalu padatnya penduduk.

“Saya setuju saja (Kapuk dimekarkan), kan selama ini semuanya (urusan kependudukan) numpuk di satu kelurahan,” ucapnya.

Mia berharap pembangunan kantor kelurahan baru nantinya dibarengi dengan peningkatan jumlah pegawai dan fasilitas pelayanan publik agar manfaat pemekaran benar-benar terasa.

“Pokoknya kami mendukung kalau pelayanan cepat, murah, dan nggak- ribet. Itu saja syaratnya,” pungkasnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raup Rp 288 Juta, UMKM Disabilitas Sukabumi Tembus Pasar Brunei dengan Keripik Singkong

Raup Rp 288 Juta, UMKM Disabilitas Sukabumi Tembus Pasar Brunei dengan Keripik Singkong

Bisnis | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 13:08 WIB

Strategi Holding BUMN Danareksa Perluas Akses Pasar UMKM

Strategi Holding BUMN Danareksa Perluas Akses Pasar UMKM

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:56 WIB

Telkom Bantu Tumbuh Kembang UMKM di Kota Pekalongan, Beberapa Produknya telah Mendunia

Telkom Bantu Tumbuh Kembang UMKM di Kota Pekalongan, Beberapa Produknya telah Mendunia

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 12:25 WIB

Dari Melepas Penat Hingga Pemberdayaan UMKM: Inilah Kekuatan Sentra Kuliner!

Dari Melepas Penat Hingga Pemberdayaan UMKM: Inilah Kekuatan Sentra Kuliner!

Lifestyle | Minggu, 05 Oktober 2025 | 21:41 WIB

BNI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Pemanfaatan AI

BNI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Pemanfaatan AI

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 17:29 WIB

Tak Hanya KPR, BTN Genjot Penyaluran KUR UMKM

Tak Hanya KPR, BTN Genjot Penyaluran KUR UMKM

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 16:01 WIB

Terkini

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 20:30 WIB

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:18 WIB

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:16 WIB

×