Misteri Kematian Terapis 14 Tahun di Jaksel: Diduga Korban TPPO, Jeritan Terdengar Sebelum Tewas

Bangun Santoso

Senin, 13 Oktober 2025 | 14:47 WIB
Misteri Kematian Terapis 14 Tahun di Jaksel: Diduga Korban TPPO, Jeritan Terdengar Sebelum Tewas
ilustrasi mayat. [pixabay]
baca 10 detik
  • Seorang terapis berusia 14 tahun berinisial RTA ditemukan tewas di Pejaten, Jakarta Selatan, dengan polisi menyelidiki kasus ini di bawah UU Perdagangan Orang (TPPO) dan Perlindungan Anak
  • Penyebab kematian korban masih misterius dan menunggu hasil autopsi, meskipun ditemukan luka lecet di tubuhnya dan seorang saksi mengaku mendengar jeritan sebelum penemuan mayat
  • Polisi telah memeriksa 15 saksi, termasuk rekan sesama terapis, pihak manajemen, dan petugas keamanan untuk mengungkap jaringan di balik dugaan eksploitasi ini

Suara.com - Tabir misteri yang menyelimuti kematian seorang terapis remaja berinisial RTA (14) di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, perlahan mulai disibak pihak kepolisian. Dugaan kuat mengarah pada praktik eksploitasi anak dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah korban ditemukan tak bernyawa secara mengenaskan.

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan mengusut tuntas kasus yang menggemparkan ini hingga ke akarnya. Penyelidikan kini difokuskan pada dugaan adanya jaringan kejahatan yang mengeksploitasi korban di bawah umur.

"Kita masih melakukan penyelidikan dan menggunakan Pasal 2 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan juga UU Perlindungan Anak," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Hingga kini, penyebab pasti kematian RTA masih menjadi teka-teki besar. Tim forensik masih bekerja untuk mengungkap fakta melalui proses autopsi. Pihak kepolisian menyatakan hasil autopsi akan menjadi kunci untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

"Untuk itu kita masih menunggu hasil autopsi dari Puslabfor dan dari hasil autopsi itu kita akan melakukan pendalaman, gelar perkara dan memutuskan bersama penyebab kematian secara pasti," ujar Nicolas sebagaimana dilansir Antara.

Untuk mempercepat pengungkapan kasus, sebanyak 15 orang saksi telah dimintai keterangan secara maraton. Mereka yang diperiksa berasal dari lingkaran terdekat korban hingga orang-orang di sekitar lokasi kejadian.

"Sementara ini sudah 15 orang dari sesama terapisnya, manajemen perusahaan, orang-orang sekitar seperti satpam dan sebagainya," katanya.

Jasad RTA pertama kali ditemukan di sebuah lahan di kawasan Pejaten Barat pada Kamis (2/10) subuh, sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang mengenakan kaos dan celana panjang berwarna abu-abu. Di dekatnya, ditemukan sebuah selendang serta dompet genggam berisi dua ponsel yang diduga miliknya.

Fakta mengerikan lainnya terungkap dari keterangan saksi. Salah seorang saksi mengaku sempat mendengar suara jeritan seorang perempuan dari salah satu ruko Pejaten Office Park, tak jauh dari lokasi penemuan mayat.

baca juga

Meskipun pada pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fatal, petugas menemukan adanya luka gores atau lecet di beberapa bagian tubuh korban, seperti di lengan kiri, perut sebelah kiri, dan dagu, yang menambah misteri penyebab kematiannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sadis! Ibu Muda Hamil di Palembang Tewas Dibekap, Tangan Terikat Hijab di Penginapan

Sadis! Ibu Muda Hamil di Palembang Tewas Dibekap, Tangan Terikat Hijab di Penginapan

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 14:04 WIB

Tewas di Lahan Kosong, Remaja Terapis Sempat Curhat Tertekan Diminta Denda Rp50 Juta!

Tewas di Lahan Kosong, Remaja Terapis Sempat Curhat Tertekan Diminta Denda Rp50 Juta!

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 11:15 WIB

Misteri Kematian Terapis RTA: Korban Masih 14 Tahun, Polisi Curigai Terkait Jaringan TPPO

Misteri Kematian Terapis RTA: Korban Masih 14 Tahun, Polisi Curigai Terkait Jaringan TPPO

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 10:41 WIB

Tewas usai Melahirkan Bayi, Mayat Terapis Wanita Ditemukan di Musala Terminal Kalideres

Tewas usai Melahirkan Bayi, Mayat Terapis Wanita Ditemukan di Musala Terminal Kalideres

News | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:05 WIB

Tragis! Dina Oktaviani Dibunuh dan Diperkosa Teman Kerja: 7 Fakta Kelam yang Bikin Merinding

Tragis! Dina Oktaviani Dibunuh dan Diperkosa Teman Kerja: 7 Fakta Kelam yang Bikin Merinding

Your Say | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 11:12 WIB

Dibunuh-Perkosa Atasan, Dina Oktaviani Ternyata Karyawati Alfamart KM 72 Tol Cipularang

Dibunuh-Perkosa Atasan, Dina Oktaviani Ternyata Karyawati Alfamart KM 72 Tol Cipularang

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 18:37 WIB

Kasus Pembunuhan Karena COD Mobil di Jambi, Dunia Serba Cepat Emang Ngeri

Kasus Pembunuhan Karena COD Mobil di Jambi, Dunia Serba Cepat Emang Ngeri

Your Say | Kamis, 09 Oktober 2025 | 18:27 WIB

Terkini

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:17 WIB

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Tak Sesuai LHKPN, KPK Buka Suara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:12 WIB

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

Benjamin Netanyahu Ultimatum Iran: Berani Serang Kami, Balasan Akan Mengerikan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:05 WIB

×