Pilkada Langsung atau Tak Langsung Bukan Prioritas, Kemendagri: Akar Masalahnya di Sistem Pemda!

Vania Rossa, Muhammad Yasir

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:06 WIB
Pilkada Langsung atau Tak Langsung Bukan Prioritas, Kemendagri: Akar Masalahnya di Sistem Pemda!
Peluncuran IPP Pilkada 2024 di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Sabtu (18/10/2025). (Suara.com/Muhammad Yasir)
baca 10 detik
  • Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa perdebatan mengenai sistem Pilkada langsung, tidak langsung, atau asimetris bukanlah isu utama saat ini.
  • Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, menilai pembenahan sistem pemerintahan daerah harus menjadi prioritas sebelum membahas desain pemilihan kepala daerah.
  • Ia menekankan bahwa perubahan sistem Pilkada sebaiknya dilakukan setelah fondasi pemerintahan daerah diperkuat untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Suara.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai perdebatan publik mengenai sistem Pilkada langsung, tidak langsung, atau asimetris bukanlah isu prioritas yang harus segera diputuskan. Sebab mereka menganggap masalah yang lebih fundamental yang harus dibenahi terlebih dahulu, adalah sistem pemerintahan daerah itu sendiri.

Penekanan ini disampaikan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar Baharuddin usai menghadiri acara peluncuran Indeks Partisipasi Pilkada 2024 yang digelar KPU RI di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Sabtu (18/10/2025).

Bahtiar menegaskan bahwa cara memilih pemimpin daerah hanyalah turunan dari sebuah sistem yang lebih besar. Sedangkan, fokus utama saat ini seharusnya adalah mengevaluasi dan memperbaiki Undang-Undang Pemerintahan Daerah secara menyeluruh.

"Kalau saya berpandangan sebaiknya yang dibahas kita lebih awal adalah undang-undang pemerintahan daerah sendiri. Nah setelah kita letakkan sistem pemerintahan daerah yang kita inginkan untuk membawa Indonesia Emas 2045, nah nanti baru kita bicarakan desain pemilihan kepala daerahnya seperti apa," ujar Bahtiar.

Bahtiar juga mengakui bahwa sistem pilkada langsung yang telah berjalan sejak 2005 belum sepenuhnya berhasil melahirkan pemimpin ideal yang mampu mempercepat kesejahteraan daerah. Ia menyoroti sejumlah persoalan yang justru muncul dari sistem ini.

"Evaluasi juga menunjukkan, ternyata kan sistem langsung ini yang kita dapatkan ada masalah hukum, otonomi daerah tidak berkembang. Daerah kan hampir sebagian besar tidak otonom, masih mengandalkan dana transfer, kemudian inisiatif lokal ini kurang berkembang," jelasnya.

Menurutnya, akan percuma jika saat ini meributkan cara memilih apabila sistem pemerintahan yang akan dijalankan oleh pemimpin terpilih masih bermasalah. Ia mengibaratkan sistem pemerintahan daerah sebagai "bonggol" atau akar dari persoalan.

"Justru yang harus dibicarakan serius sistem pemerintahan daerahnya. DPRD seperti apa? Bangunan hubungan pusat dan daerah. Ini justru yang bonggolnya itu harus dibikin," tegasnya.

Oleh karena itu, Bahtiar menekankan bahwa wacana untuk mengubah sistem Pilkada, baik itu kembali ke pemilihan oleh DPRD (tidak langsung) maupun menerapkan sistem asimetris (berbeda-beda di setiap daerah), hanyalah pilihan-pilihan yang bisa didiskusikan nanti setelah fondasi pemerintahan daerahnya kokoh.

baca juga

Ia pun meluruskan bahwa berbagai wacana tersebut belum menjadi sikap resmi pemerintah dan masih sebatas pemikiran untuk perbaikan demokrasi ke depan.

"Saya kira ini pikiran-pikiran saja sih, belum menjadi pikiran pemerintah. Kita tunggu saja kalau soal pembahasan itu," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Curigai Permainan Bunga Usai Tahu Duit Pemerintah Ratusan Triliun Ada di Bank

Menkeu Purbaya Curigai Permainan Bunga Usai Tahu Duit Pemerintah Ratusan Triliun Ada di Bank

Bisnis | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 09:24 WIB

Uang Pemda Nganggur Tembus Rp254 Triliun! Menkeu Purbaya Pusing: Pada Protes Dipotong

Uang Pemda Nganggur Tembus Rp254 Triliun! Menkeu Purbaya Pusing: Pada Protes Dipotong

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 09:34 WIB

Dalam Satu Momen, Mobil Sri Sultan Antre di Jalan, Pejabat Lain 'Terobos' Pakai Pengawalan

Dalam Satu Momen, Mobil Sri Sultan Antre di Jalan, Pejabat Lain 'Terobos' Pakai Pengawalan

Video | Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

×