Data Kelam Amnesty International: 5.538 Korban Kekerasan Aparat di Tahun Pertama Prabowo

Chandra Iswinarno | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Senin, 20 Oktober 2025 | 23:30 WIB
Data Kelam Amnesty International: 5.538 Korban Kekerasan Aparat di Tahun Pertama Prabowo
Ilustrasi massa saat menggelar aksi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, beberapa waktu silam. Kerusuhan Agus [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Setahun Prabowo: Amnesty sebut erosi HAM terparah era reformasi.

  • Ribuan orang jadi korban kekerasan aparat, 10 tewas.

  • Penyebabnya: kebijakan otoriter dan remiliterisasi ruang sipil.

Suara.com - Genap setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Amnesty International Indonesia merilis laporan suram terkait kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Mereka menyimpulkan bahwa selama setahun Pemerintahan Prabowo Subianto justru mengalami 'erosi terparah sepanjang masa reformasi' yang dipicu oleh maraknya kebijakan dan praktik otoriter.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyatakan bahwa tidak ada sedikitpun kemajuan dalam pemenuhan hak asasi, baik bebas dari rasa takut maupun dari rasa kekurangan, sejak Prabowo dilantik.

"Sebaliknya, terjadi erosi terparah sepanjang masa reformasi. Kebijakan yang pada masa pemerintahan lalu melanggar hak asasi justru berlanjut. Polanya sama, tanpa partisipasi aktif warga," jelas Usman dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/10/2025).

Catatan paling kelam datang dari penanganan unjuk rasa. Amnesty mengungkap, sebanyak 5.538 orang menjadi korban penggunaan kekuatan berlebihan saat memprotes UU TNI, menuntut kesejahteraan buruh, dan menolak kenaikan tunjangan DPR.

Rinciannya mencakup 744 korban kekerasan fisik dan 341 korban water cannon serta gas air mata.

Buntut dari demo Agustus, 12 aktivis kini ditahan sebagai tersangka penghasutan, dan dua orang dilaporkan masih hilang.

Negara juga dinilai tidak serius mengusut tewasnya 10 korban jiwa dalam periode tersebut.

“Tim Gabungan Pencari Fakta juga batal dibentuk. Padahal itu amat penting untuk membongkar aktor yang paling bertanggungjawab,” ujar Usman.

Respons pemerintah, menurut Usman, justru memperkeruh suasana.

“Bukannya mengevaluasi kebijakan... Presiden malah memunculkan label negatif anarkis, makar, asing, bahkan teroris kepada pengunjuk rasa. Padahal mereka adalah mahasiswa, pelajar sekolah, pegiat literasi, dan warga biasa,” ucapnya.

Kekerasan aparat tidak hanya terjadi saat demo. Amnesty mencatat ada 119 korban kekerasan lain, termasuk 42 kasus pembunuhan di luar hukum dan 27 kasus penyiksaan.

Serangan terhadap pembela HAM juga berlanjut dengan 268 kasus, di mana jurnalis (112 korban) dan pegiat adat (81 korban) menjadi target utama.

Represi di Papua pun terus terjadi, mulai dari penangkapan sewenang-wenang hingga penggunaan gas air mata yang menewaskan warga.

Menurut Usman, semua kekacauan ini berakar pada kebijakan yang populis, tidak partisipatif, dan cenderung otoriter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

YLBHI Desak Tim Independen Komnas HAM Dkk Usut Dugaan Pelanggaran HAM Berat pada Kerusuhan Agustus

YLBHI Desak Tim Independen Komnas HAM Dkk Usut Dugaan Pelanggaran HAM Berat pada Kerusuhan Agustus

News | Selasa, 16 September 2025 | 09:03 WIB

Anis Hidayah Janji Mundur Jika Kasus Munir Tak Jadi Pelanggaran HAM Berat per 8 Desember 2025

Anis Hidayah Janji Mundur Jika Kasus Munir Tak Jadi Pelanggaran HAM Berat per 8 Desember 2025

News | Senin, 08 September 2025 | 16:49 WIB

Geruduk Komnas HAM, KASUM Tuntut Pembunuhan Munir Ditetapkan Sebagai Pelanggaran HAM Berat!

Geruduk Komnas HAM, KASUM Tuntut Pembunuhan Munir Ditetapkan Sebagai Pelanggaran HAM Berat!

News | Senin, 08 September 2025 | 14:48 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB