Pemerintahan Prabowo Genap Setahun, Kemenhub Fokus Konektivitas dan Keselamatan

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Pemerintahan Prabowo Genap Setahun, Kemenhub Fokus Konektivitas dan Keselamatan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Kemenhub terus berupaya mewujudkan Asta Cita dengan menitikberatkan pada peningkatan konektivitas dan keselamatan transportasi dalam melayani masyarakat (Dok: https://dephub.go.id/)

Suara.com - Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya mewujudkan Asta Cita dengan menitikberatkan pada peningkatan konektivitas dan keselamatan transportasi dalam melayani masyarakat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kedua aspek tersebut merupakan kunci dalam membangun sistem transportasi nasional yang andal, efisien, dan berkeadilan.

“Kemenhub terus mengembangkan konektivitas dan keselamatan secara serius pada seluruh lini baik darat, laut, udara, serta perkeretaapian. Konektivitas dan keselamatan pada sektor transportasi memiliki efek ganda yang besar bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, terbukanya peluang usaha, serta berkurangnya kesenjangan antarwilayah,” ujar Menhub Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Di sektor transportasi darat, Kemenhub telah melaksanakan berbagai program seperti angkutan lintas batas negara, subsidi angkutan orang dan barang, serta penyeberangan. Modernisasi layanan angkutan perkotaan juga terus digencarkan. Program layanan perintis telah menjangkau sekitar 75% wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan di Indonesia.

Hasil survei triwulan kedua pada Juni 2025 menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi darat mencapai 96,01%, mencerminkan keberhasilan upaya peningkatan kualitas layanan.

Sementara itu, pada sektor transportasi laut, Kemenhub menjalankan berbagai program seperti layanan kapal perintis untuk penumpang dan barang, penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik (PSO), layanan rede transport, serta kapal ternak.

Angkutan kapal laut (Dok: https://dephub.go.id/)
Angkutan kapal laut (Dok: https://dephub.go.id/)

Saat ini, terdapat 107 trayek kapal perintis dengan kapasitas 38.604 penumpang dan 16.753 ton barang, 26 kapal PSO, 18 trayek kapal rede, 39 kapal angkutan barang perintis, dan 6 trayek kapal ternak dengan 6 armada berkapasitas masing-masing 500 ekor. Penguatan layanan Tol Laut juga terus dilakukan, di mana hingga September 2025, telah tercatat 523 voyage dan pelayanan terhadap 104 pelabuhan dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Di sektor udara, pengembangan difokuskan melalui layanan penerbangan perintis dan jembatan udara. Saat ini terdapat 266 rute perintis penumpang, 46 rute perintis kargo, serta satu rute subsidi udara kargo.

Berdasarkan data Sisfoangud Perintis per 11 Agustus 2025, hingga Juli 2025 telah terealisasi 23.404 frekuensi penerbangan dengan 183.681 penumpang. Untuk angkutan kargo melalui program Jembatan Udara, pada periode Januari hingga Juli 2025 telah dilakukan 3.056 frekuensi penerbangan dengan total muatan 1.859.378 kilogram. Layanan perintis udara saat ini menjangkau 22 koordinator wilayah (korwil) dari Sumatera hingga Papua.

“Perintis masih membutuhkan dukungan dari pemerintah, mengingat rute-rute tersebut secara ekonomis belum memadai. Kemudian revitalisasi pelabuhan dan bandara yang seiring waktu ada penurunan daya dukung, kami ingin tetap bisa digunakan sehingga diperlukan perbaikan-perbaikan,” kata Menhub Dudy Purwagandhi.
Dalam upaya memperkuat konektivitas global, Kemenhub juga telah menetapkan 36 bandara umum sebagai bandara internasional.

Kemenhub menetapkan 36 bandara umum sebagai bandara internasional (Dok: https://dephub.go.id/)
Kemenhub menetapkan 36 bandara umum sebagai bandara internasional (Dok: https://dephub.go.id/)

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada periode Januari–Agustus 2025, jumlah penumpang internasional mencapai sekitar 13,5 juta orang, meningkat 9,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan status internasional, pembangunan diproyeksikan menjadi lebih merata, konektivitas antarnegara menguat, dan bandara dapat berperan sebagai simpul perdagangan, pariwisata, investasi, serta mendukung pertahanan negara.

Kementerian Perhubungan juga melakukan inovasi transportasi untuk menjawab tantangan geografis wilayah kepulauan dengan mengembangkan pesawat amfibi (seaplane) dan taksi air (water taxi).

Sistem transportasi Indonesia bakal segera dilengkapi operasional pesawat amfibi (Dok: https://dephub.go.id/)
Sistem transportasi Indonesia bakal segera dilengkapi operasional seaplane atau pesawat amfibi (Dok: https://dephub.go.id/)

Pada 11 Agustus 2025, telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Water Aerodrome di Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sulawesi Selatan, yang akan menjadi infrastruktur pendukung operasional pesawat amfibi.

Pelatihan pilot pesawat amfibi dilakukan melalui kerja sama dengan Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, yang merupakan lembaga pelatihan pertama di Asia Tenggara untuk penerbangan seaplane. Harapannya, pesawat jenis ini dapat menjadi solusi bagi kebutuhan transportasi di Pulau Sulawesi yang memiliki garis pantai panjang serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Sementara itu, pengoperasian taksi air telah direncanakan di beberapa wilayah, salah satunya di pesisir barat Pulau Bali, yakni dari Bandara I Gusti Ngurah Rai (Pantai Sekeh) menuju Pantai Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, hingga Uluwatu.

“Ini menjadi tonggak baru dalam sejarah transportasi kita. Fasilitas ini diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan, meningkatkan mobilitas, serta mendukung berbagai sektor mulai dari transportasi, logistik, pelayanan kesehatan darurat yang lebih cepat bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil, hingga pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah,” tutur Menhub.

Seluruh program transportasi itu dijalankan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan. Hal ini terbukti pada periode padat mobilitas seperti Natal 2024, Tahun Baru 2025, dan Idulfitri 2025, di mana jumlah kecelakaan mengalami penurunan signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kacang Mete Indonesia Sukses Jadi Camilan Penerbangan Internasional

Kacang Mete Indonesia Sukses Jadi Camilan Penerbangan Internasional

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:56 WIB

BRIncubator BRI Dukung UMKM Batik Datik Tembus Pasar Fashion Modern

BRIncubator BRI Dukung UMKM Batik Datik Tembus Pasar Fashion Modern

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:21 WIB

TEI 2025: LPEI & KemenkeuSatu Perkuat Ekspor UMKM Lewat Pameran dan Business Matching

TEI 2025: LPEI & KemenkeuSatu Perkuat Ekspor UMKM Lewat Pameran dan Business Matching

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:08 WIB

BRI Dukung UMKM dan Program 3 Juta Rumah Lewat KPP serta KPR FLPP

BRI Dukung UMKM dan Program 3 Juta Rumah Lewat KPP serta KPR FLPP

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:56 WIB

PNM Tantang Anak Muda Ciptakan Ide Kreatif untuk Majukan UMKM

PNM Tantang Anak Muda Ciptakan Ide Kreatif untuk Majukan UMKM

Bisnis | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19:00 WIB

Telkom Bantu Tumbuh Kembang UMKM di Kota Pekalongan, Beberapa Produknya telah Mendunia

Telkom Bantu Tumbuh Kembang UMKM di Kota Pekalongan, Beberapa Produknya telah Mendunia

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 12:25 WIB

Terkini

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:10 WIB

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:40 WIB

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:19 WIB

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:15 WIB

Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok

Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:28 WIB

Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran

Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:22 WIB

Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!

Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:17 WIB

Tercekik Harga BBM, Transjakarta Siap Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Tercekik Harga BBM, Transjakarta Siap Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Sabtu, 25 April 2026 | 16:58 WIB

KPK Dorong Capres hingga Cakada Wajib dari Kader Parpol, Ini Alasan di Baliknya

KPK Dorong Capres hingga Cakada Wajib dari Kader Parpol, Ini Alasan di Baliknya

News | Sabtu, 25 April 2026 | 16:52 WIB

Kelaparan Ekstrem Melanda Dunia di 2026, Gaza dan Sudan Paling Parah

Kelaparan Ekstrem Melanda Dunia di 2026, Gaza dan Sudan Paling Parah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 16:30 WIB