Dugaan Korupsi Whoosh Diusut KPK, PDIP: Bu Mega Sudah Ingatkan Sejak 2015

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:14 WIB
Dugaan Korupsi Whoosh Diusut KPK, PDIP: Bu Mega Sudah Ingatkan Sejak 2015
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto Dok PDIP)
  • PDIP kembali menyoroti peringatan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pada 2015 yang telah mempertanyakan urgensi dan manfaat proyek Kereta Cepat Whoosh
  • KPK telah mengonfirmasi bahwa dugaan korupsi dalam proyek Whoosh kini telah naik ke tahap penyelidikan
  • Kasus ini berawal dari tudingan Mahfud MD mengenai adanya penggelembungan biaya per kilometer dari sekitar 17 juta dolar AS menjadi 52 juta dolar AS

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memulai penyelidikan atas dugaan korupsi dalam proyek strategis Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Menanggapi langkah tegas ini, PDI Perjuangan (PDIP) menyoroti peringatan dini yang pernah dilontarkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri jauh sebelum proyek ini berjalan.

Ketua DPP PDIP, MY Esti Wijayanti, mengungkapkan bahwa Megawati telah mempertanyakan urgensi dan manfaat proyek Whoosh bagi masyarakat luas sejak tahun 2015. Peringatan tersebut kini kembali relevan di tengah aroma korupsi yang mulai terendus.

"Ya kalau soal Whoosh saya kira Bu Mega kan sudah mengingatkan sejak awal. Ya 2015 sudah mengingatkan sejak awal, apakah itu sudah saatnya? Apakah itu akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat secara keseluruhan? Lalu bagaimana catatan-catatan yang harus diberikan terkait dengan hal itu?" ujar Esti kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2028).

Sejalan dengan semangat pemberantasan korupsi, Esti menegaskan sikap partai yang tanpa kompromi terhadap segala bentuk pelanggaran hukum. Menurutnya, jika bukti korupsi dalam proyek Whoosh terbukti kuat, aparat penegak hukum wajib bertindak tegas tanpa pandang bulu.

"Artinya bahwa iya sesuatu yang melanggar hukum ya harus ditindaklanjuti. Sesuatu yang memang tuh terbukti ada korupsi di situ ya memang harus ada penindakan dari aparat penegak hukum. Saya kira tegas kalau soal itu," tegasnya.

Langkah KPK untuk menaikkan status kasus ini ke tahap penyelidikan dikonfirmasi oleh sejumlah pimpinan.

"Ya benar jadi perkara tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK," kata seorang pejabat KPK.

Hal senada disampaikan Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu.

"Saat ini sudah pada tahap penyelidikan ya," katanya.

Dugaan korupsi ini pertama kali mencuat ke publik setelah mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, membeberkan adanya potensi penggelembungan anggaran (mark up) yang fantastis. Dalam kanal YouTube-nya, Mahfud mengungkap perbedaan biaya konstruksi yang sangat jomplang.

"Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat," kata Mahfud.

"Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? ... Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini," tambah dia.

Sempat terjadi polemik saat KPK meminta Mahfud untuk melapor secara resmi. Mahfud merespons melalui media sosial X, "Agak aneh ini, KPK meminta saya melapor ttg dugaan mark up Whoosh. Di dlm hukum pidana, jika ada informasi ttg dugaan peristiwa pidana mestinya aparat penegak hukum (APH) langsung menyelidiki, bukan minta laporan."

Namun, KPK akhirnya menegaskan akan terus mengusut kasus ini tanpa menunggu laporan resmi, dan Mahfud pun telah menyatakan kesiapannya untuk dipanggil memberikan keterangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Dukung Penyelidikan Korupsi Whoosh: Tidak Boleh Tebang Pilih!

DPR Dukung Penyelidikan Korupsi Whoosh: Tidak Boleh Tebang Pilih!

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:30 WIB

Klarifikasi Megawati Hangestri Usai Klub Turki Putus Kontrak Karena Gagal Penuhi Kewajiban

Klarifikasi Megawati Hangestri Usai Klub Turki Putus Kontrak Karena Gagal Penuhi Kewajiban

Entertainment | Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:20 WIB

Manisa BBSK Coret Megawati Hangestri, Telat Gabung Usai Livoli Jadi Pemicu Utama

Manisa BBSK Coret Megawati Hangestri, Telat Gabung Usai Livoli Jadi Pemicu Utama

Sport | Selasa, 28 Oktober 2025 | 22:56 WIB

Purbaya Sepakat sama Jokowi Proyek Whoosh Bukan Cari Laba, Tapi Perlu Dikembangkan Lagi

Purbaya Sepakat sama Jokowi Proyek Whoosh Bukan Cari Laba, Tapi Perlu Dikembangkan Lagi

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 18:24 WIB

Siapa Pemilik Whoosh? Ini Profil Owner Kereta Cepat Indonesia yang Disorot KPK

Siapa Pemilik Whoosh? Ini Profil Owner Kereta Cepat Indonesia yang Disorot KPK

Lifestyle | Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:46 WIB

Terpopuler: Besarnya Bunga China di Balik Utang Whoosh, Alternatif Mitsubishi Destinator 50 Jutaan

Terpopuler: Besarnya Bunga China di Balik Utang Whoosh, Alternatif Mitsubishi Destinator 50 Jutaan

Otomotif | Rabu, 29 Oktober 2025 | 07:00 WIB

'Spill' Blueprint Gen Z Ideal Versi Megawati: Cerdas, Melek Politik, dan Merawat Bumi

'Spill' Blueprint Gen Z Ideal Versi Megawati: Cerdas, Melek Politik, dan Merawat Bumi

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Terkini

Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri

Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:37 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:31 WIB

Temui Menko Zulhas, Asosiasi Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola hingga Rantai Pasok MBG

Temui Menko Zulhas, Asosiasi Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola hingga Rantai Pasok MBG

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:31 WIB

Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua

Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:15 WIB

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

KPK Dalami Uang USD 1 Juta di Kasus Dugaan Suap Pansus Haji DPR RI

KPK Dalami Uang USD 1 Juta di Kasus Dugaan Suap Pansus Haji DPR RI

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:08 WIB

Bima Arya Tekankan Efisiensi dan Sinergi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Bima Arya Tekankan Efisiensi dan Sinergi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB