Air Mati Akhir Pekan: Ini Daftar Wilayah Jakarta yang Akan Terdampak Gangguan Suplai PAM Jaya!

Vania Rossa, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 30 Oktober 2025 | 06:55 WIB
Air Mati Akhir Pekan: Ini Daftar Wilayah Jakarta yang Akan Terdampak Gangguan Suplai PAM Jaya!
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengumumkan akan ada penghentian sementara suplai air bersih di sejumlah wilayah Jakarta pada akhir pekan ini. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
baca 10 detik
  • PAM Jaya akan menghentikan sementara suplai air bersih selama empat jam pada 31 Oktober–1 November 2025 karena pekerjaan peremajaan listrik PLN di IPA Pulogadung.

  • Gangguan ini berdampak pada lebih dari 311 ribu pelanggan di 53 kelurahan Jakarta Pusat, Timur, dan Utara, dengan pemulihan penuh diperkirakan butuh hingga 48 jam.

  • Sebagai antisipasi, PAM Jaya menyiapkan mobil tangki air gratis dan membuka delapan kantor area bisnis pada akhir pekan untuk membantu pelanggan terdampak.

Suara.com - Perumda PAM Jaya mengumumkan akan ada penghentian sementara suplai air bersih di sejumlah wilayah Jakarta pada akhir pekan ini. Gangguan itu terjadi akibat pekerjaan kelistrikan PLN yang berdampak pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulogadung, Jakarta Timur, dengan kapasitas produksi 4.500 liter per detik.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan, pekerjaan PLN merupakan bagian dari peremajaan jaringan listrik yang dilakukan secara berkala. Imbasnya, IPA Pulogadung harus menghentikan produksi air selama empat jam, mulai Jumat, 31 Oktober 2025 pukul 22.00 WIB hingga Sabtu, 1 November 2025 pukul 02.00 WIB.

"Akan ada gangguan layanan suplai air di IPA Pulogadung. Di mana, kami menggunakan tenaga listrik dari PLN dan memang ada periode di mana PLN akan melakukan, biasanya peremajaan," ujar Arief dalam konferensi pers di kantor PAM Jaya, Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025).

Arief menambahkan, penghentian sementara dilakukan untuk mencegah risiko korsleting atau kerusakan jaringan listrik yang justru bisa mengakibatkan gangguan lebih lama dan tak terduga.

"Kalau tidak dilakukan perbaikan listrik oleh PLN, ini juga risikonya cukup besar, itu akan terjadi seperti korsleting atau apapun yang mengakibatkan mungkin unpredictable time. Ada waktu yang tidak bisa diprediksi, yang nantinya akan malah menjadi gawat pelayanan airnya," katanya.

Gangguan suplai air bersih ini diperkirakan berdampak pada sekitar 311.524 pelanggan di 53 kelurahan yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Beberapa wilayah terdampak di antaranya Gunung Sahari Utara, Pasar Baru, Kemayoran, Cempaka Putih Barat, Rawasari, Johar Baru, Senen, Pisangan Timur, Rawamangun, Pulo Gadung, Cakung Barat, Cakung Timur, Jatinegara, Kelapa Gading Timur, Rorotan, Kebon Bawang, Koja, dan Sunter Jaya.

Selain pekerjaan kelistrikan dari PLN, Arief menegaskan PAM Jaya juga melakukan perbaikan tekanan air serta penggantian beberapa komponen di IPA Pulogadung yang sudah berusia lebih dari dua dekade.

"Ini memang sebenarnya sudah bagian dari proyek juga, selain PLN menggantikan apa dan melakukan perawatan listrik, juga di kami di Pulogadung juga ada penggantian-penggantian yang memang sudah 25 tahun lamanya IPA ini tidak tersentuh," jelasnya.

Meski perbaikan hanya berlangsung empat jam, pemulihan distribusi air ke pelanggan diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama. Arief mengatakan, proses normalisasi penuh bisa mencapai 48 jam karena panjangnya jaringan pipa distribusi.

baca juga

"Setelah 4 jam kita recovery, kita selesai memperbaiki dan perawatan, itu langsung kemudian yang area paling terdekat ya saat itu sudah langsung airnya dapat lagi. Jadi, itu durasinya dari 4 jam sampai 48 jam," ujar Arief.

Pelanggan diimbau untuk menampung air sebelum pekerjaan dimulai sebagai langkah antisipasi selama pasokan terganggu.

Untuk menjaga kenyamanan pelanggan, PAM Jaya menyiapkan layanan mobil tangki air gratis bagi pelanggan rumah tangga serta untuk kondisi darurat seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan yayasan sosial. Layanan ini dapat diakses melalui Contact Center PAM Jaya di 1500 223.

"Kami selalu berupaya agar setiap pekerjaan yang berdampak pada pelanggan dapat dikelola dengan baik, terukur dan terkoordinasi. Seluruh langkah ini kami lakukan untuk memastikan pasokan air tetap andal, serta pelanggan tetap mendapatkan layanan terbaik selama proses berlangsung," ujar Arief.

Sebagai bentuk pelayanan tambahan, delapan Kantor Area Bisnis (AB) PAM Jaya akan beroperasi pada Sabtu, 1 November 2025 dan Minggu, 2 November 2025 pukul 08.00–17.00 WIB untuk membantu pelanggan yang membutuhkan informasi dan layanan langsung.

Kantor tersebut antara lain AB Senen, AB Klender, AB Pulomas, AB Gudang Air, AB Kelapa Gading, AB Dewa Ruci, AB Yos Sudarso, dan AB Sunter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alarm Jakarta Tenggelam: Muhammadiyah Desak PAM Jaya Jadi 'PT' untuk Hentikan Sedot Air Tanah

Alarm Jakarta Tenggelam: Muhammadiyah Desak PAM Jaya Jadi 'PT' untuk Hentikan Sedot Air Tanah

News | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 11:49 WIB

Keuntungan PAM JAYA jika Berubah Status Perseroda, Salah Satunya Ini!

Keuntungan PAM JAYA jika Berubah Status Perseroda, Salah Satunya Ini!

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 09:34 WIB

Magang PAM JAYA 2025 Dibuka, Peluang Emas Fresh Graduate dan Kisaran Gajinya

Magang PAM JAYA 2025 Dibuka, Peluang Emas Fresh Graduate dan Kisaran Gajinya

News | Senin, 06 Oktober 2025 | 16:23 WIB

Terkini

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Malang | Rabu, 16 September 2026 | 13:22 WIB

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:21 WIB

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:18 WIB

×