Anggap Ignasius Jonan Tokoh Bangsa, Prabowo Buka-bukaan soal Pemanggilan ke Istana

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 04 November 2025 | 16:57 WIB
Anggap Ignasius Jonan Tokoh Bangsa, Prabowo Buka-bukaan soal Pemanggilan ke Istana
Presiden Prabowo Subianto saat memanggil Eks Menhub Ignasius Jonan ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/11) kemarin. (Foto dok. IG Jonan/ist)
  • Prabowo mengatakan ingin bertukar pandangan dengan mantan Menteri Perhubungan tersebut.
  • Prabowo membenarkan turut membahas perihal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.
  • Jonan sempat membantah saat ditanya apakah Prabowo menawarkan posisi untuk dirinya di Kabinet Merah Putih.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto buka suara ihwal alasan memanggil Ignasius Jonan ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/11) kemarin.

Prabowo mengatakan ingin bertukar pandangan dengan mantan Menteri Perhubungan tersebut.

Ia tidak menyebutkan bertukar pandangan mengenai persoalan apa saja saat meminta Jonan menghadap ke Istana.

"Ya, kita tukar-menukar pandangan, ya. Beliau, saya kira, tokoh. Tokoh bangsa. Jadi, saya senang selalu ketemu dan tukar-menukar pandangan dalam banyak hal," kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang, Selasa (4/11/2025).

Kendati begitu, Prabowo membenarkan turut membahas perihal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh bersama mantan Direktur Utama PT KAI tersebut.

"Ya, kita bicara selalu," kata Prabowo.

Sebelumnya, Jonan mengaku tidak membahas perihal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh saat menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana, Senin sore.

Jonan menegaskan, tidak ada pertenyaan perihal Whoos dari Prabowo dalam pertemuan selama dua jam di Istana.

"Nggak, nggak ada. Nggak, ya diskusi saja kok. Diskusi aja. Saya kira kalau, saya nggak tahu ya, soal Whoosh sih beliau nggak tanya ke saya pandangannya apa segala, nggak," kata Jonanusai bertemu Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/11/2025).

Sebaliknya, mantan Direktur Utama PT KAI ini mengaku juga tidak mengutarakan pandangan apapun perihal kereta cepat.

Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan. (Suara.com/Novian)
Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan. (Suara.com/Novian)

"Nggak ada, saya udah pensiun, saya nggak akan nyampaikan pendapat lah," kata Jonan.

Jonan sekaligus membantah saat ditanya apakah Prabowo menawarkan posisi untuk dirinya di Kabinet Merah Putih, termasuk tawaran menjadi Menteri Perhubungan. Mengingat Jonan pernah memimpin kementerian tersebut.

"Oh nggak, nggak ada. Kita diskusi aja. Saya diskusi, sharing pandangan saya sebagai rakyat. Itu aja kok. Boleh dong," kata Jonan.

Jonan menegaskan pertemuan ia dengan Prabowo merupakan prakarsa dari Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

Jonan diminta untuk berdiskusi serta memberikan masukan perihal program pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Apa Kata Warga?

Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Apa Kata Warga?

News | Selasa, 04 November 2025 | 16:33 WIB

Ngaku Anak 'Anker', Begini Curhatan Prabowo di Stasiun Tanah Abang

Ngaku Anak 'Anker', Begini Curhatan Prabowo di Stasiun Tanah Abang

News | Selasa, 04 November 2025 | 16:33 WIB

Prabowo: Whoosh Jangan Dihitung Untung-Rugi, yang Penting Bermanfaat untuk Rakyat

Prabowo: Whoosh Jangan Dihitung Untung-Rugi, yang Penting Bermanfaat untuk Rakyat

News | Selasa, 04 November 2025 | 16:32 WIB

11 Tahun di Penjara, Korban Tragedi 1965: kalau Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Kami Tidak Rela!

11 Tahun di Penjara, Korban Tragedi 1965: kalau Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Kami Tidak Rela!

News | Selasa, 04 November 2025 | 15:43 WIB

Terkini

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB