Tokoh NU Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Dosanya Lebih Banyak!

Erick Tanjung, Dea Hardiningsih Irianto

Sabtu, 08 November 2025 | 10:58 WIB
Tokoh NU Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Dosanya Lebih Banyak!
Kontroversi Soeharto menjadi pahlawan nasional. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Sejarawan sebut kekuasaan Soeharto dilegitimasi melalui krisis politik dan narasi sejarah berdarah.

  • Tokoh NU tegaskan rezim Orde Baru mengebiri peran politik dan sosial mereka.

  • Soeharto dinilai tak layak jadi pahlawan karena dosa pelanggaran HAM dan korupsi.

Suara.com - Sejarawan sekaligus Anggota DPR RI, Bonnie Triyana, bersama sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) menyuarakan penolakan keras terhadap wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Mereka menilai legitimasi kekuasaan Soeharto dibangun di atas krisis politik dan narasi sejarah yang berdarah.

"Soeharto menjadi presiden karena krisis politik, maka dari itu ia butuh sejarah untuk melegitimasi kekuasaannya," kata Bonnie dalam sebuah diskusi, dikutip pada Sabtu (8/11/2025).

"Pengangkatan Soeharto bukan soal jasa, tetapi pertarungan memori publik untuk melegitimasi atau mendelegitimasi kelompok tertentu," tambahnya.

Pandangan ini didukung oleh para tokoh NU yang merasakan langsung dampak represif rezim Orde Baru. Budayawan NU, Hairus Salim, menguraikan bagaimana Orde Baru secara sistematis melumpuhkan kekuatan ideologis partai-partai, termasuk NU.

"ABRI digunakan untuk memaksa memilih Soeharto. Selama Orde Baru, NU sulit sekali berkembang, kecuali kiai-kiai yang pindah ke Golkar. Pemilu kala itu hanya formalitas, ideologi dilumpuhkan," ujar Hairus.

Ketua PBNU Bidang Media, IT, dan Advokasi, Savic Ali, menambahkan bahwa Orde Baru telah "mengebiri" NU di segala level, mulai dari politik hingga pendidikan. Ia mencontohkan bagaimana NU dipaksa melebur ke dalam PPP pada Pemilu 1971, memulai era politik satu arah yang pro-Soeharto.

"KH Idham Chalid pernah berkata, 'kita disuruh tanding tinju, tetapi kedua tangan kita diikat'," tutur Savic. "Kalau Soeharto dipahlawankan, tidak ketemu nalar kita. Legacy-nya banyak yang bermasalah, korbannya banyak sekali," sambungnya.

Penolakan juga datang dari aktivis muda NU, Lily Faidatin, yang ayahnya pernah menjadi korban penangkapan karena mengkritik Soeharto.

"Saya menolak dengan tegas Soeharto menjadi pahlawan nasional. Beliau mungkin pernah berjasa, tetapi dosanya lebih banyak. Soeharto tidak punya cukup alasan untuk dipahlawankan," tegas Lily.

baca juga

Savic Ali menyimpulkan, pahlawan sejati adalah mereka yang berkorban untuk orang lain, bukan sebaliknya. "Pahlawan adalah orang yang berani mempertaruhkan keselamatan dirinya untuk kepentingan orang lain, sedangkan Soeharto mendahulukan kepentingan dirinya dan kroninya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Dicap Tutup Mata atas Kediktatoran Soeharto, Rezim Nazi Hitler sampai Diungkit, Kenapa?

Pemerintah Dicap Tutup Mata atas Kediktatoran Soeharto, Rezim Nazi Hitler sampai Diungkit, Kenapa?

News | Sabtu, 08 November 2025 | 10:18 WIB

Istana Buka Suara Soal Pro dan Kontra Usulan Soeharto Jadi Pahlawan

Istana Buka Suara Soal Pro dan Kontra Usulan Soeharto Jadi Pahlawan

News | Sabtu, 08 November 2025 | 09:36 WIB

Rezim Bredel Media, Usulan Gelar Pahlawan Soeharto Berbahaya Bagi Demokrasi dan Kebebasan Pers!

Rezim Bredel Media, Usulan Gelar Pahlawan Soeharto Berbahaya Bagi Demokrasi dan Kebebasan Pers!

News | Sabtu, 08 November 2025 | 09:20 WIB

Terkini

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:10 WIB

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:04 WIB

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:51 WIB

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis

PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:10 WIB

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 18:05 WIB

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:03 WIB

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 18:00 WIB

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bukan karena Tekanan, Low Tuck Kwong Bicara Penjualan Saham BYAN ke Haji Isam

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 17:55 WIB

×