Operasi Langit di Cilacap: BNPB 'Halau' Hujan Demi Percepat Evakuasi Korban Longsor

Bangun Santoso | Suara.com

Minggu, 16 November 2025 | 21:25 WIB
Operasi Langit di Cilacap: BNPB 'Halau' Hujan Demi Percepat Evakuasi Korban Longsor
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat mengunjungi lokasi bencana di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Minggu, 16 November 2025. [Dok Humas]
  • BNPB secara resmi melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengendalikan curah hujan di lokasi longsor Cilacap, yang selama ini menjadi penghambat utama proses evakuasi
  • Keberhasilan operasi modifikasi cuaca ini sangat bergantung pada kondisi angin dan faktor alam lainnya, meskipun telah melibatkan ahli dari BMKG untuk proses identifikasi dan penyemaian awan
  • Upaya ini krusial untuk memaksimalkan waktu kerja tim SAR yang terbatas, di mana hingga kini masih ada 11 korban hilang yang perlu segera ditemukan dari total 21 korban tertimbun

Suara.com - Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Cilacap, Jawa Tengah, kini tak hanya berpacu dengan waktu, tetapi juga dengan cuaca. Untuk mengatasi hujan deras yang terus menghambat proses evakuasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) sejak Minggu (16/11).

Langkah strategis ini diambil untuk memberikan 'jendela cuaca' yang cerah bagi tim SAR gabungan agar dapat bekerja lebih maksimal mencari 11 korban yang dilaporkan masih tertimbun material longsor.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menjelaskan bahwa operasi 'menghalau' hujan ini melibatkan para ahli dari BMKG yang diterbangkan langsung menggunakan pesawat pemantau. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada faktor alam yang tak terduga.

“Kami berharap bisa berhasil ya, karena ini tergantung dengan angin,” ujar Budi Irawan saat meninjau lokasi bencana bersama Gubernur Jawa Tengah, Achmad Luthfi, sebagaimana dilansir Antara, Minggu (16/11/2025).

Ia memaparkan, tugas ahli BMKG di udara adalah mengidentifikasi awan yang memiliki kandungan air potensial sebelum dilakukan proses penyemaian garam. Jika semua berjalan sesuai prediksi, hujan lebat dapat dihindari.

“Kalau turun paling rintik. Tapi kalau angin di luar prediksi, ya hujan akan turun juga,” katanya, menggarisbawahi tantangan dalam operasi ini.

Dukungan penuh terhadap intervensi teknologi ini juga datang dari pemerintah daerah. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, dalam rapat evaluasi di Posko Lapangan, menegaskan bahwa koordinasi untuk mengatasi kendala cuaca menjadi prioritas utama.

“Sudah diminta untuk modifikasi cuaca, dan sudah dilakukan oleh BNPB,” ucap Luthfi.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menambahkan bahwa cuaca buruk telah menjadi persoalan serius sejak hari pertama pencarian. Tim SAR hanya memiliki waktu efektif yang sangat terbatas untuk melakukan operasi penyelamatan.

“Waktunya hanya bisa dimulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Dengan evaluasi yang ada, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca agar dapat mengurangi hujan di lokasi,” jelas Bergas.

Hingga Minggu (16/11) siang, data sementara dari Basarnas mencatat sebanyak 10 jenazah korban telah berhasil ditemukan, sementara 11 orang lainnya masih dalam status pencarian di tengah tumpukan material longsor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepat Penanganan, Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Tanah Longsor Cibeunying Cilacap

Percepat Penanganan, Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Tanah Longsor Cibeunying Cilacap

News | Minggu, 16 November 2025 | 16:36 WIB

Aksi Heroik 10 Anjing Pelacak K9, Endus Jejak Korban Longsor Maut di Cilacap

Aksi Heroik 10 Anjing Pelacak K9, Endus Jejak Korban Longsor Maut di Cilacap

News | Minggu, 16 November 2025 | 15:10 WIB

Daftar 11 Nama Korban Longsor Cilacap yang Berhasil Diidentifikasi, dari Balita Hingga Lansia

Daftar 11 Nama Korban Longsor Cilacap yang Berhasil Diidentifikasi, dari Balita Hingga Lansia

News | Minggu, 16 November 2025 | 14:10 WIB

Detik-detik Pencarian Korban Longsor Cilacap, BNPB Ingat Pesan Prabowo

Detik-detik Pencarian Korban Longsor Cilacap, BNPB Ingat Pesan Prabowo

News | Sabtu, 15 November 2025 | 14:45 WIB

Pascalongsor di Cibeunying Cilacap, Gubernur Ahmad Luthfi Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Pascalongsor di Cibeunying Cilacap, Gubernur Ahmad Luthfi Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

News | Sabtu, 15 November 2025 | 09:03 WIB

20 Warga Masih Hilang, Pemprov Jateng Fokuskan Pencarian Korban Longsor Cilacap

20 Warga Masih Hilang, Pemprov Jateng Fokuskan Pencarian Korban Longsor Cilacap

News | Jum'at, 14 November 2025 | 19:08 WIB

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 19:06 WIB

Terkini

Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay

Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:26 WIB

Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun

Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:23 WIB

Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza

Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:20 WIB

Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026

Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:19 WIB

Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran

Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:14 WIB

LPSK Pasang Badan, Lindungi PRT di Jaksel yang Diduga Dianiaya dan Dilaporkan Balik Majikan

LPSK Pasang Badan, Lindungi PRT di Jaksel yang Diduga Dianiaya dan Dilaporkan Balik Majikan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:13 WIB

23 Gedung di Jakarta Terancam Disegel Imbas Tak Punya Izin SLF, Termasuk Pasar Asemka!

23 Gedung di Jakarta Terancam Disegel Imbas Tak Punya Izin SLF, Termasuk Pasar Asemka!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:00 WIB

Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla

Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:53 WIB

Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?

Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:51 WIB

Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran

Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:50 WIB