Soal UMP Jakarta 2026, Legislator PKS Wanti-wanti Potensi Perusahaan Gulung Tikar

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 19 November 2025 | 15:33 WIB
Soal UMP Jakarta 2026, Legislator PKS Wanti-wanti Potensi Perusahaan Gulung Tikar
Aliansi Federasi Serikat Pekerja-Serikat Buruh se-Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/11/2024). (Suara.com/Fakhri)
baca 10 detik
  • Taufik menyoroti risiko ekonomi yang mungkin terjadi jika kenaikan upah diputuskan tanpa perhitungan matang.
  •  Ia memprediksi proses penentuan besaran upah kali ini tidak akan berjalan mulus antara pengusaha dan pekerja.
  • Taufik tidak menampik bahwa beban hidup para buruh di Jakarta memang semakin berat.

Suara.com - Gelombang unjuk rasa buruh menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta terus bergulir memanaskan suasana ibu kota.

Tuntutan kenaikan upah dinilai wajar, mengingat lonjakan harga kebutuhan pokok yang kian mencekik masyarakat belakangan ini.

Namun, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli memberikan pandangan berbeda terkait fenomena tahunan ini.

Politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan pemerintah akan mengambil jalan tengah yang bijak.

Taufik menyoroti risiko ekonomi yang mungkin terjadi jika kenaikan upah diputuskan tanpa perhitungan matang terhadap kemampuan perusahaan.

"Kita juga harus melihat kalau dari segi DPRD, dari segi pemerintah, kan jalan tengah. Kalau memang UMP-nya naik segitu, apakah tidak menyebabkan ekonomi jadi mandek misalnya gitu ya? Nah, misalnya perusahaan-perusahaan tutup atau seperti apa," ujar Taufik usai Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Ia memprediksi proses penentuan besaran upah kali ini tidak akan berjalan mulus antara pengusaha dan pekerja.

Negosiasi alot dipastikan bakal terjadi di meja perundingan dewan pengupahan dalam waktu dekat.

"Kita juga harus tanya, bagaimana kesiapan pengusaha untuk mengeluarkan cost untuk SDM yang lebih besar. Jadi, saya kira pasti akan negosiasi ya, akan alot," kata dia.

baca juga

Meski demikian, Taufik tidak menampik bahwa beban hidup para buruh di Jakarta memang semakin berat.

Gaji pegawai pajak dan tunjangannya (iqbal nuril anwar/Pixabay)
Ilustrasi gaji pegawai. (iqbal nuril anwar/Pixabay)

Faktor inflasi dan kenaikan harga barang menjadi alasan kuat mengapa buruh bersikeras menuntut kenaikan upah yang signifikan.

Namun, Dewan tetap harus memastikan apakah sektor usaha mampu bertahan jika tuntutan tersebut dipenuhi seratus persen.

"UMP itu tidak hanya melihat buruh. Memang kebutuhan dari pekerja atau buruh itu meningkat karena harga-harga naik ya. Tapi kemudian kalau kita meluluskan atau UMP dinaikkan sesuai dengan permintaan buruh itu, kita harus juga melihat apakah nanti ekonomi akan berjalan. Apakah perusahaan-perusahaan masih bisa hidup dengan pengeluaran cost SDM yang besar," jelas Taufik.

Di sisi lain, ia juga menuntut transparansi dan kejujuran dari pihak pengusaha terkait kondisi finansial mereka yang sebenarnya.

Keterbukaan data keuangan perusahaan menjadi kunci agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dalam keputusan ini.

"Jadi kita tanya juga ke pengusaha, harus jujur juga. Apakah memang benar pengeluaran untuk SDM bisa menyebabkan perusahaan goyang atau seperti apa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Penentuan UMP Jakarta 2026, Pemprov DKI Tunggu Pedoman Kemnaker

Soal Penentuan UMP Jakarta 2026, Pemprov DKI Tunggu Pedoman Kemnaker

News | Jum'at, 14 November 2025 | 19:17 WIB

DPRD DKI Usul Kembangkan Transportasi Laut, Impikan Kepulauan Seribu Jadi Maldives-nya Jakarta

DPRD DKI Usul Kembangkan Transportasi Laut, Impikan Kepulauan Seribu Jadi Maldives-nya Jakarta

News | Jum'at, 14 November 2025 | 10:28 WIB

Tunda Kenaikan Tarif Parkir, DPRD Minta Pemprov DKI Benahi Kebocoran PAD Rp1,4 Triliun

Tunda Kenaikan Tarif Parkir, DPRD Minta Pemprov DKI Benahi Kebocoran PAD Rp1,4 Triliun

News | Kamis, 13 November 2025 | 10:03 WIB

Gerindra Tagih Pramono Anggaran Perbaikan SDN 01 Pulau Harapan: Jangan Cuma Janji!

Gerindra Tagih Pramono Anggaran Perbaikan SDN 01 Pulau Harapan: Jangan Cuma Janji!

News | Kamis, 13 November 2025 | 09:32 WIB

Diprotes Dewan, Pramono Bantah Ada Pemangkasan Anggaran Subsidi Pangan di 2026

Diprotes Dewan, Pramono Bantah Ada Pemangkasan Anggaran Subsidi Pangan di 2026

News | Rabu, 12 November 2025 | 18:36 WIB

Terkini

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

×