Lima Petani Pino Raya Luka Berat Diduga Ditembak Keamanan Perusahaan Sawit! Begini Kronologinya

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Senin, 24 November 2025 | 16:59 WIB
Lima Petani Pino Raya Luka Berat Diduga Ditembak Keamanan Perusahaan Sawit! Begini Kronologinya
Lima petani dilaporkan mengalami luka tembak serius dalam peristiwa yang terjadi di tengah konflik agraria berkepanjangan antara warga dan perusahaan sawit tersebut. (Foto dok. WALHI)
baca 10 detik
  • WALHI mengecam penembakan lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, oleh diduga keamanan PT Agro Bengkulu Selatan pada Senin (24/11/2025).
  • Insiden terjadi karena konflik agraria berkepanjangan terkait izin lokasi perkebunan sawit PT ABS seluas 2.950 hektare sejak 2012.
  • WALHI mendesak penegakan hukum tuntas, perlindungan korban, serta pencabutan izin perkebunan PT ABS oleh pemerintah pusat.

Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengecam keras insiden penembakan terhadap lima petani di Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, yang diduga dilakukan oleh pihak keamanan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS), Senin (24/11/2025).

Lima petani dilaporkan mengalami luka tembak serius dalam peristiwa yang terjadi di tengah konflik agraria berkepanjangan antara warga dan perusahaan sawit tersebut.

Manajer Kampanye Hutan dan Kebun WALHI, Uli Arta Siagian menyebut penembakan itu terjadi setelah para petani berkali-kali mengalami intimidasi dan perusakan kebun.

“Hari ini lima orang petani Pino Raya ditembak oleh pihak keamanan PT Agro Bengkulu Selatan. Akibat penembakan tersebut lima orang petani mengalami luka berat,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Suara.com, Senin (24/11/2025).

Menurut WALHI, konflik agraria di Pino Raya sudah berlangsung sejak terbitnya SK Bupati Bengkulu Selatan Nomor 503/425 Tahun 2012 yang memberikan izin lokasi perkebunan kepada PT ABS seluas 2.950 hektare.

Selama lebih dari satu dekade, warga disebut terus menghadapi teror, perusakan pondok dan tanaman, hingga kriminalisasi.

Kronologi Penembakan

Berdasar laporan yang diterima WALHI peristiwa berdarah tersebut berawal ketika warga mendapati alat berat PT ABS kembali meratakan tanaman petani sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketegangan memuncak ketika pihak perusahaan menolak pergi, hingga keributan pecah pada pukul 10.45 WIB dan berlanjut panas hingga siang.

baca juga

Pada pukul 12.45 WIB, seorang petani bernama Buyung ditembak di bagian dada oleh diduga salah satu anggota keamanan perusahaan.

Pelaku kemudian berlari sambil menembakkan senjata secara membabi buta, hingga mengenai empat petani lainnya: Linsurman (luka tembak di dengkul), Edi Hermanto (paha), Santo (rusuk bawah ketiak), dan Suhardin (betis).

Warga sempat mengejar dan menangkap pelaku penembakan yang disebut berinisial R. Sementara korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Desak Penegakan Hukum dan Penyelesaian Konflik

Atas insiden itu, WALHI menuntut Kapolda Bengkulu segera mengusut tuntas kasus penembakan, termasuk menelusuri kepemilikan senjata api pihak keamanan perusahaan.

WALHI juga meminta jaminan perlindungan bagi keluarga korban dan seluruh petani yang terlibat konflik.

Selain itu, WALHI mendesak Kompolnas mengawasi penanganan kasus, serta meminta Komnas HAM, Komnas Perempuan, Ombudsman RI, dan LPSK RI melakukan investigasi mendalam dan memberikan perlindungan kepada para korban.

Pemerintah pusat juga didesak turun tangan. WALHI meminta Kementerian ATR/BPN segera menyelesaikan konflik agraria Pino Raya secara adil dan mencabut izin perkebunan PT ABS.

“Kejadian ini tidak bisa dilepaskan dari konflik agraria yang dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian,” tegas Uli Arta.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT ABS maupun aparat terkait.

Foto: Dok. WALHI

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Tahun Prabowo Gibran: Antara Kepuasan Publik dan Kegelisahan Kolektif

Satu Tahun Prabowo Gibran: Antara Kepuasan Publik dan Kegelisahan Kolektif

Your Say | Selasa, 21 Oktober 2025 | 06:27 WIB

Setahun Prabowo-Gibran: WALHI Ungkap Kemunduran Demokrasi, HAM, dan Lingkungan yang Mencemaskan

Setahun Prabowo-Gibran: WALHI Ungkap Kemunduran Demokrasi, HAM, dan Lingkungan yang Mencemaskan

Video | Senin, 20 Oktober 2025 | 18:05 WIB

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, WALHI Sebut Indonesia Gelap Semakin Nyata

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, WALHI Sebut Indonesia Gelap Semakin Nyata

News | Minggu, 19 Oktober 2025 | 20:35 WIB

Dikepung 20 Ribu Titik Api, WALHI Tunjuk Hidung Ratusan Korporasi: Negara Tunduk Pada Pembakar Hutan

Dikepung 20 Ribu Titik Api, WALHI Tunjuk Hidung Ratusan Korporasi: Negara Tunduk Pada Pembakar Hutan

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 17:17 WIB

Terkini

Pujian Menkeu Suahasil ke Purbaya: Masyarakat Jadi Tahu Kerja Kementerian Keuangan

Pujian Menkeu Suahasil ke Purbaya: Masyarakat Jadi Tahu Kerja Kementerian Keuangan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:45 WIB

Sebelum Andre Taulany, Amanda Rigby Pernah Dikabarkan Dekat dengan 3 Pria Ini

Sebelum Andre Taulany, Amanda Rigby Pernah Dikabarkan Dekat dengan 3 Pria Ini

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:42 WIB

3 Rekomendasi Intercom Helm di Bawah Rp500 Ribu, Suara Jernih Cocok Buat Harian dan Touring

3 Rekomendasi Intercom Helm di Bawah Rp500 Ribu, Suara Jernih Cocok Buat Harian dan Touring

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 13:40 WIB

Habitat Terdampak Karhutla, Gajah Sumatra Makin Menderita dan Terancam Punah!

Habitat Terdampak Karhutla, Gajah Sumatra Makin Menderita dan Terancam Punah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:38 WIB

Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB di Semester II Masih Aman

Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB di Semester II Masih Aman

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:35 WIB

Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api

Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Dari Misi Antariksa hingga Panggung LaLaLa Fest 2026, Ini Babak Baru Perjalanan Dinda Ghania

Dari Misi Antariksa hingga Panggung LaLaLa Fest 2026, Ini Babak Baru Perjalanan Dinda Ghania

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Ulasan Novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu: Catatan Perjuangan Karya J.S. Khairen

Ulasan Novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu: Catatan Perjuangan Karya J.S. Khairen

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Fourteen Ways of Looking at Jellyfish: 14 Cara Melihat Keajaiban Ubur-Ubur

Fourteen Ways of Looking at Jellyfish: 14 Cara Melihat Keajaiban Ubur-Ubur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Kanaya Whu Siapanya KDM? Kang Dedi Mulyadi Berniat Bangun Masjid untuk Mengenangnya

Kanaya Whu Siapanya KDM? Kang Dedi Mulyadi Berniat Bangun Masjid untuk Mengenangnya

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:25 WIB

×