Tanggapi Polemik PBNU, PWNU DIY Tegaskan Masih Tetap Akui Ketum Gus Yahya dan Dorong Islah

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 27 November 2025 | 11:02 WIB
Tanggapi Polemik PBNU, PWNU DIY Tegaskan Masih Tetap Akui Ketum Gus Yahya dan Dorong Islah
Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • PWNU DIY konsisten mendukung islah dan berpedoman pada hasil Muktamar ke-34 NU 2021.
  • Mereka menyatakan surat yang membahas pemberhentian Gus Yahya belum sah karena ketiadaan stempel resmi.
  • PWNU DIY dan PCNU se-DIY menegaskan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf masih berlaku.

Suara.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan sikapnya terkait dinamika yang tengah memanas di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua PWNU DIY, Ahmad Zuhdi Muhdlor, memastikan bahwa pihaknya tetap berpegang pada hasil Muktamar ke-34 NU 2021 dan mendukung upaya islah di tingkat pusat.

Ahmad menuturkan kegaduhan yang terjadi beberapa hari terakhir termasuk yang kekinian muncul surat terkait posisi Ketua Umum PBNU karena tidak mengubah posisi PWNU DIY

Ia menegaskan bahwa DIY sudah mengambil sikap sejak awal dengan mendorong penyelesaian terbaik melalui mekanisme internal.

"Kalau DIY sudah jelas kita mendorong islah, sudah ada pernyataan dari kita yang kita keluarkan," kata Ahmad saat dihubungi, Kamis (27/11/2025)

Ahmad turut menanggapi soal surat yang disebut-sebut ditandatangani Katib Ahmad Tajul Mafakhir atau Gus Tajul soal pemberhentian Gus Yahya sebagai Ketum PBNU.

Menurutnya, memang ada informasi yang menyebut surat tersebut belum sah secara administratif.

"Kemudian yang kedua kemarin itu kalau ada surat yang dikatakan tentang pengunduran Gus Yahya itu kan sudah ada yang mengatakan itu kan suratnya belum resmi karena belum ada stempelnya," kata dia.

Dia berujar bahwa mekanisme pemberhentian atau perubahan struktur harus mengacu pada AD/ART dan ketentuan muktamar.

baca juga

Hal itu sekaligus menegaskan bahwa hingga saat ini PWNU DIY masih mengakui kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sebagaimana hasil muktamar.

"Memang kita ini masih tetap berpedoman hasil muktamar bahwa Rais Aam tetap Kiai Miftachul Akhyar, Ketua umum Gus Yahya," ujarnya.

Kendati dinamika di tingkat pusat mencuat, PWNU DIY memastikan situasi di daerah tetap kondusif. Ahmad bilang bahwa struktur di bawah tidak terpengaruh oleh polemik tersebut.

"Tapi yang jelas itu pertentangan di tingkat PBNU saja, kalau di daerah, di bawah kita tidak terpengaruh apa-apa, tetap jalan, tetap solid dengan program-program tetap berjalan," ungkapnya.

Ia tak memungkiri tetap ada kekhawatiran apabila polemik ini berlarut-larut. Namun pihaknya berharap persoalan dapat segera diselesaikan dan tidak ada dampak terhadap kerja organisasi di tingkat bawah.

"Ya kalau ini berlarut memang tidak baik, tapi sejauh ini belum ada saya melihat, dan mudah-mudahan tidak ada, dampak ke bawah, karena yang di bawah tetap bekerja sesuai dengan fungsinya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PWNU Serukan Islah! Kiai Daerah Minta Gus Yahya dan Rais Aam Akhiri Konflik Jelang Muktamar

PWNU Serukan Islah! Kiai Daerah Minta Gus Yahya dan Rais Aam Akhiri Konflik Jelang Muktamar

News | Kamis, 27 November 2025 | 07:28 WIB

Sindir Ada Pihak Tak Waras Beri Informasi Sesat, Rais Syuriyah Bawa-bawa Elite NU

Sindir Ada Pihak Tak Waras Beri Informasi Sesat, Rais Syuriyah Bawa-bawa Elite NU

News | Rabu, 26 November 2025 | 20:47 WIB

Buntut Surat Edaran, PBNU Akan Gelar Rapat Pleno Tentukan Nasib Gus Yahya

Buntut Surat Edaran, PBNU Akan Gelar Rapat Pleno Tentukan Nasib Gus Yahya

News | Rabu, 26 November 2025 | 19:58 WIB

Waketum Beberkan Bukti SE Pencopotan Gus Yahya Palsu: Surat Resmi PBNU Harus Penuhi 4 Unsur

Waketum Beberkan Bukti SE Pencopotan Gus Yahya Palsu: Surat Resmi PBNU Harus Penuhi 4 Unsur

News | Rabu, 26 November 2025 | 19:05 WIB

Gus Tajul kepada Gus Yahya: Kalau Syuriah PBNU Salah, Tuntut Kami di Majelis Tahkim

Gus Tajul kepada Gus Yahya: Kalau Syuriah PBNU Salah, Tuntut Kami di Majelis Tahkim

News | Rabu, 26 November 2025 | 18:31 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×