PWNU Serukan Islah! Kiai Daerah Minta Gus Yahya dan Rais Aam Akhiri Konflik Jelang Muktamar

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Kamis, 27 November 2025 | 07:28 WIB
PWNU Serukan Islah! Kiai Daerah Minta Gus Yahya dan Rais Aam Akhiri Konflik Jelang Muktamar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf bersama Rais Aam Miftachul Akhyar. [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • PWNU se-Indonesia menganjurkan islah antara Rais 'Aam Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf karena isu pemecatan.
  • Anjuran islah ini disampaikan oleh Rais Syuriyah PWNU Jakarta pada Rabu (26/11/2025) saat persiapan harlah 100 tahun.
  • Para pengurus wilayah sepakat islah dilakukan hingga waktu pelaksanaan muktamar untuk menentukan langkah selanjutnya.

Suara.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia menganjurkan kedua belah pihak di Pengurus Besar NU untuk berdamai atau islah, yakni Rais 'Aam Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Imbauan agar Rais 'Aam dan Ketum PBNU islah mencuat menyusul persoalan pemecatan Gus Yahya. 

Rais Syuriyah PWNU Jakarta, Muhyiddin Ishaq yang berbicara dalam konferensi pers bersama Yahya, menanggapi surat edaran mengenai pemecatan Yahya di kantor PBNU. Ia beralasan kehadirannya bersama sejumlah kiai dari PWNU ke kantor pusat dalam rangka membahas persiapan harlah 100 tahun.

"Jadi dari awal sampai akhir ceritanya persiapan harlah," ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Ia lantas menyampaikan apa yang menjadi anjuran pengurus di berbagai wilayah, yakni agar kedua belah pihak melakukan islah.

"Ada beberapa teman-teman wilayah hampir semua menyepakati bahwa kita teman-teman wilayah ini mengimbau, menganjurkan untuk terjadi islah, apapun alasannya karena kedua-duanya mandatori Muktamar Lampung. Tadi sudah dijelaskan oleh ketum bahwa baik Rais 'Aam maupun ketua umum tidak bisa diberhentikan di tengah jalan, kecuali lewat muktamar, apakah muktamarnya biasa atau luar biasa, kan cuma dua muktamar itu," tutur Muhyiddin.

Para pengurus wilayah mengimbau, setidaknya Rais 'Aam dan Ketum PBNU melakukam islah sampai dengan tiba waktu digelarnya muktamar.

"Kesepakatan teman-teman wilayah se-Indonesia ini mengimbau supaya islah, sampai dengan muktamar, lah, sampai muktamar karena tidak mungkin terjadi islah, digelar muktamar lah, sampai dengan muktamar itu karena nggak mungkin kalau tidak terjadi islah digelar muktamar, tidak mungkin," kata Muhyiddin.

Muhyiddin mengatakan para pengurus wilayah se-Indonesia berharap kelonggaran hati kedua belah pihak, baik Rais 'Aam maupun ketua umum untuk bisa islah. 

baca juga

"Supaya ke depan ini bisa teradi, bisa ada nanti kombes dan munas untuk menentukan kapan muktamar," kata Muhyiddin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sindir Ada Pihak Tak Waras Beri Informasi Sesat, Rais Syuriyah Bawa-bawa Elite NU

Sindir Ada Pihak Tak Waras Beri Informasi Sesat, Rais Syuriyah Bawa-bawa Elite NU

News | Rabu, 26 November 2025 | 20:47 WIB

Buntut Surat Edaran, PBNU Akan Gelar Rapat Pleno Tentukan Nasib Gus Yahya

Buntut Surat Edaran, PBNU Akan Gelar Rapat Pleno Tentukan Nasib Gus Yahya

News | Rabu, 26 November 2025 | 19:58 WIB

Waketum Beberkan Bukti SE Pencopotan Gus Yahya Palsu: Surat Resmi PBNU Harus Penuhi 4 Unsur

Waketum Beberkan Bukti SE Pencopotan Gus Yahya Palsu: Surat Resmi PBNU Harus Penuhi 4 Unsur

News | Rabu, 26 November 2025 | 19:05 WIB

Terkini

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini

Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Daihatsu Gran Max Kuasai Pasar Kendaraan Niaga di Jateng hingga Nusa Tenggara

Daihatsu Gran Max Kuasai Pasar Kendaraan Niaga di Jateng hingga Nusa Tenggara

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:05 WIB

2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak

2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Ulasan Novel Festival Hujan, Belajar Menerima Diri dari Sebuah Kehilangan

Ulasan Novel Festival Hujan, Belajar Menerima Diri dari Sebuah Kehilangan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×