Bencana Ekologis Mengepung Indonesia, Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Percepat Aksi Iklim

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 28 November 2025 | 15:22 WIB
Bencana Ekologis Mengepung Indonesia, Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Percepat Aksi Iklim
Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]
baca 10 detik
  • Hujan intensitas tinggi menyebabkan banjir di empat wilayah Sumatera dan longsor di Banjarnegara pada 25-27 November.
  • Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno apresiasi kesigapan kepala daerah dalam evakuasi warga dan meminta pencegahan.
  • Diperlukan pengawasan ketat pembangunan dan percepatan pengesahan RUU energi terbarukan serta perubahan iklim.

Suara.com - Anomali iklim di Indonesia yang ditandai dengan hujan terus menerus berintensitas tinggi telah memicu rentetan bencana ekologis di sejumlah wilayah.

Tercatat pada tanggal 25 hingga 27 November, banjir besar menerjang empat daerah sekaligus di Pulau Sumatera, yakni Padang, Aceh, Tapanuli Selatan, hingga Sibolga. Sebelumnya, bencana longsor juga dilaporkan terjadi secara masif di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, memberikan apresiasi atas kesigapan pemerintah daerah dalam mengevakuasi dan menyelamatkan warga.

“Para kepala daerah mengambil tindakan cepat dan taktis untuk menyelamatkan warga dari dampak bencana. Selain itu, kami juga mendorong pemerintah pusat dan daerah lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan yang dianggap perlu untuk siaga menghadapi ancaman bencana ekologis akibat anomali iklim ini,” ujar Eddy kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).

Ia menegaskan bahwa dalam situasi krisis seperti ini, nyawa manusia adalah hal yang utama.

“Keselamatan masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama,” katanya.

Wakil Ketua Umum PAN ini menilai bencana ekologis yang terjadi bukan semata-mata karena faktor alam atau anomali iklim, melainkan juga akibat kebijakan pembangunan sebelumnya yang kurang memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Oleh karena itu, Eddy mendesak adanya pengawasan ketat terhadap pembangunan yang berisiko merusak alam.

"Kami mendorong Kementerian LH melalui Dirjen Gakum untuk terus melakukan monitoring dan penegakan hukum jika ditemukan pembangunan yang justru berpotensi membahayakan lingkungan,” ungkapnya.

baca juga

Ia menekankan pentingnya percepatan aksi iklim melalui regulasi yang mendukung transisi energi dan pembangunan rendah karbon.

Selain itu Eddy juga menyambut baik langkah pemerintah yang telah menerbitkan aturan terkait energi sampah dan nilai ekonomi karbon.

Warga melihat dua unit mobil yang terseret banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc]
Warga melihat dua unit mobil yang terseret banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc]

"Pemerintah mendengarkan aspirasi yang secara konsisten kami sampaikan untuk menjadi kebijakan pro lingkungan yakni mengenai isu sampah dan perdagangan karbon dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No. 109 tahun 2025 tentang Waste to Energy dan Perpres No. 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon,” jelasnya.

Namun, Eddy menilai langkah tersebut harus segera disusul dengan pengesahan payung hukum yang lebih kuat di tingkat undang-undang, khususnya terkait energi terbarukan dan pengelolaan perubahan iklim.

"Ke depan kebijakan pro lingkungan dan mencegah dampak krisis iklim sepertinya harus diakselerasi seperti RUU Energi Baru dan Terbarukan. Kami juga terus mendorong RUU Pengelolaan Perubahan Iklim agar segera dibahas dan disahkan sebagai dasar hukum segala bentuk kebijakan mencegah dampak krisis iklim yang semakin meluas,” katanya.

Lebih lanjut, Eddy mengingatkan bahwa situasi saat ini menuntut tindakan nyata sesegera mungkin.

"Climate action starts now. Tidak bisa ditunda lagi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darurat Banjir-Longsor Sumut, Bobby Nasution Fokus Evakuasi dan Buka Akses Jalur Logistik yang Putus

Darurat Banjir-Longsor Sumut, Bobby Nasution Fokus Evakuasi dan Buka Akses Jalur Logistik yang Putus

News | Jum'at, 28 November 2025 | 12:11 WIB

Heartventure Dompet Dhuafa Sapa Masyarakat Sumut, Salurkan Bantuan ke Samosir-Berastagi

Heartventure Dompet Dhuafa Sapa Masyarakat Sumut, Salurkan Bantuan ke Samosir-Berastagi

News | Jum'at, 28 November 2025 | 11:43 WIB

Banjir Bandang Sapu Lubuk Minturun Padang

Banjir Bandang Sapu Lubuk Minturun Padang

Foto | Jum'at, 28 November 2025 | 07:00 WIB

DPR Soroti Rentetan Bencana di Sumatera, Desak Pemda Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan

DPR Soroti Rentetan Bencana di Sumatera, Desak Pemda Tindak Tegas Alih Fungsi Lahan

News | Kamis, 27 November 2025 | 19:04 WIB

Longsor Hebat di Agam: Puluhan Rumah Hancur, Warga Masih Hilang

Longsor Hebat di Agam: Puluhan Rumah Hancur, Warga Masih Hilang

Foto | Kamis, 27 November 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×