Jeritan Warga Maninjau Usai Banjir Bandang: Akses Putus Tanpa Listrik, Sembako Melambung Tinggi!

Dinda Rachmawati Suara.Com
Minggu, 30 November 2025 | 16:41 WIB
Jeritan Warga Maninjau Usai Banjir Bandang: Akses Putus Tanpa Listrik, Sembako Melambung Tinggi!
Jalan Putus, Akses Lumpuh: Keputusasaan Warga Maninjau Terjebak di Desa Tanpa Listrik dan Bantuan (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Longsor dan banjir bandang memutus akses Danau Maninjau, warga terisolasi dan harus naik perahu untuk keluar kampung.
  • Logistik menipis, harga kebutuhan pokok melonjak, dan bantuan pemerintah belum masuk.
  • Warga bertahan di pengungsian sambil berharap akses segera dibuka dan bantuan datang.

“Bantuan dari pemerintah daerah nol… belum ada sama sekali,” keluhnya.

Di banyak titik, stok sembako mulai menipis. Toko-toko desa tak lagi mendapat suplai barang, membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam.

“Sedih di kampung, beras dijual mahal, gas mahal, pertalite juga,” ujar warga lain bernama Lusi dari Jorong Pandan.

Tak sedikit keluarga yang kini hanya makan seadanya, nasi sisa, mie instan terakhir, atau sayur hasil kebun yang masih bisa diselamatkan dari lumpur.

Warga Bertahan Tanpa Listrik dan Sinyal

Malam hari terasa lebih panjang bagi warga Maninjau. Tanpa listrik, tanpa sinyal, dan tanpa kepastian kapan bantuan datang.

"Alhamdulillah baru dapat sinyal tadi. Persediaan mulai habis, akses terputus kiri kanan, lampu masih mati. Semoga segera membaik,” tulis Liza.

Banyak warga kini mengandalkan penerangan seadanya, genset yang digunakan bersama ,lampu minyak, lilin, atau api unggun kecil. Pagi harinya, mereka gotong royong menyingkirkan lumpur yang menutup jalan dan pekarangan.

Meski terpukul, warga Danau Maninjau tak berhenti berjuang. Mereka saling berbagi makanan, bergantian memantau jalur yang kemungkinan bisa dilewati, serta ikut mengevakuasi tetangga yang rumahnya tidak lagi layak huni.

Baca Juga: Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera

Namun seruan yang paling kuat dari mereka semua adalah satu, mereka butuh bantuan. Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah dan pusat segera mengirimkan bantuan logistik, memperbaiki jalan dan jembatan yang terputus, serta memulihkan jaringan listrik dan telekomunikasi.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI