KPK Bantah Tuduhan Penggelapan Aset Rp 600 Miliar: Balik Sorot Dugaan Pemalsuan Dokumen Sitaan

Vania Rossa | Dea Hardiningsih Irianto | Suara.com

Senin, 01 Desember 2025 | 11:38 WIB
KPK Bantah Tuduhan Penggelapan Aset Rp 600 Miliar: Balik Sorot Dugaan Pemalsuan Dokumen Sitaan
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. [Suara.com/Dea]
  • KPK menanggapi laporan dugaan penggelapan aset sitaan Rp 600 miliar terkait kasus suap eks Sekretaris MA Hasbi Hasan.
  • Juru Bicara KPK menduga pelapor justru memalsukan dokumen berita acara penyitaan aset oleh penyidik lembaga antirasuah.
  • Linda Susanti meminta pengembalian aset sitaan; kuasa hukumnya mengancam laporan polisi jika tidak ada respons KPK.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ambil pusing penyidiknya dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan penggelapan barang sitaan berupa aset senilai Rp 600 miliar.

Aset tersebut berkaitan dengan perkara suap pengurusan perkara dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan pihaknya justru siap untuk mengungkapkan bahwa ada pihak lain yang memalsukan dokumen berita acara penyitaan.

“Jika memang ada pelaporan di kepolisian, justru ini menjadi kesempatan kami untuk menjelaskan duduk persoalannya secara lengkap. Termasuk dugaan tindakan pemalsuan dokumen berita acara sita oleh pihak-pihak tersebut,” kata Budi kepada wartawan, Senin (1/12/2025).

Budi menjelaskan penyidik KPK pasti menuangkan barang yang disita dalam berita acara. Untuk itu, dia menduga ada pihak yang memalsukan berita acara penyitaan.

“Namun oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab tersebut dipalsukan, diubah dengan ditulis penyitaan terhadap dokumen safe deposit box. Padahal tidak ada penyitaan atas dokumen safe deposit box,” tegas Budi.

“Dimana dalam penyitaan yang dilakukan oleh penyidik KPK dan dituangkan dalam berita acara adalah penyitaan atas dokumen,” tambah dia.

Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa lembaga antirasuah sudah memiliki informasi terkait dugaan pemalsuan dokumen ini. Menurut dia, hal ini harus jadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan dokumen palsu.

“KPK mengimbau agar masyarakat selalu waspada dengan berbagai modus penipuan seperti ini,” tandas Budu.

Linda Susanti diketahui meminta KPK mengembalikan asetnya yang disita penyidik saat dia menjadi saksi kasus suap penanganan perkara dan pencucian uang Hasbi Hasan.

Linda mengaku asetnya itu berupa emas, uang dengan pecahan dolar Singapura hingga sertifikat tanah dan dokumen penting.

Deolipa Yumara selaku kuasa hukum Linda menyebut aset yang disita KPK tak ada kaitannya dengan kasus Hasbi Hasan. Dia juga mengaku sudah tiga kali bersurat secara resmi.

“Jadi kami berharap KPK mengantensi ini mengingat kepentingan pribadi dan Ibu Linda dan keluarganya. Dimana aset tersebut adalah milik mereka dan akan dipakai untuk kepentingan keluarga,” tegas Deolipa.

“Dan kalau enggak ada respons juga, ini kita mungkin menduga ada penggelapan di dalam sini terhadap aset ibu ini, kan. Jadi bisa kami laporkan kepada pihak kepolisian, ke Mabes Polri kalau ada dugaan penggelapan,” tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Ungkap Detail Pelanggaran Ira Puspadewi Meski Sudah Direhabilitasi Presiden

KPK Ungkap Detail Pelanggaran Ira Puspadewi Meski Sudah Direhabilitasi Presiden

Video | Senin, 01 Desember 2025 | 10:18 WIB

Prahara Dakwaan Korupsi MA: Eksepsi Nurhadi Minta Jaksa KPK Perjelas Dasar Tuduhan Pidana

Prahara Dakwaan Korupsi MA: Eksepsi Nurhadi Minta Jaksa KPK Perjelas Dasar Tuduhan Pidana

News | Minggu, 30 November 2025 | 15:10 WIB

KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan

KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan

News | Jum'at, 28 November 2025 | 21:08 WIB

Terkini

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:37 WIB

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:33 WIB

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:32 WIB

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:05 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB