TOK! Hakim Djuyamto Cs Dibui 11 Tahun Gegara Jual Vonis Kasus CPO

Bangun Santoso, Dea Hardiningsih Irianto

Rabu, 03 Desember 2025 | 20:48 WIB
TOK! Hakim Djuyamto Cs Dibui 11 Tahun Gegara Jual Vonis Kasus CPO
Terdakwa kasus dugaan suap terhadap putusan lepas perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) Muhammad Arif Nuryanta (kanan), Djuyamto (kedua kanan), Agam Syarif Baharudin (tengah), Ali Muhtarom (kedua kiri) dan Wahyu Gunawan (kiri) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (8/10/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
baca 10 detik
  • Tiga hakim PN Jakarta Selatan, Djuyamto, Agam Syarief, dan Ali Muhtarom, divonis 11 tahun penjara karena menerima suap.
  • Suap diterima terkait penanganan perkara korupsi ekspor *crude palm oil* (CPO) dari tim pengacara korporasi besar.
  • Djuyamto terbukti menerima suap terbesar Rp 9,2 miliar, sementara dua rekannya masing-masing Rp 6,4 miliar.

Suara.com - Prahara di lembaga peradilan kembali terkuak dengan vonis berat yang dijatuhkan kepada tiga hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta secara meyakinkan menyatakan Djuyamto bersama dua rekannya, Agam Syarief dan Ali Muhtarom, bersalah telah menodai palu keadilan dengan menerima suap miliaran rupiah terkait penanganan perkara korupsi ekspor crude palm oil (CPO).

Ketiganya kini harus bersiap menghabiskan waktu lama di balik jeruji besi setelah dijatuhi hukuman masing-masing 11 tahun penjara.

Vonis ini menjadi puncak dari drama hukum yang menyeret para wakil tuhan di pengadilan ke kursi pesakitan.

"Menyatakan terdakwa Djuyamto telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menerima suap yang dilakukan secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim Effendi saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Dalam putusannya, hakim merinci hukuman yang harus diterima oleh masing-masing terdakwa. Djuyamto, sebagai figur sentral, dijatuhi hukuman 11 tahun penjara, denda sebesar Rp 500 juta yang jika tidak dibayar akan diganti dengan 6 bulan kurungan.

Tak hanya itu, ia juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 9,2 miliar, setara dengan jumlah suap yang diterimanya, atau hartanya akan disita. Jika tidak mencukupi, ia harus menjalani tambahan pidana penjara selama 4 tahun.

Hukuman serupa juga dijatuhkan kepada dua hakim lainnya. Agam Syarief dihukum 11 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti Rp 6,4 miliar subsider 4 tahun penjara.

Begitu pula dengan Ali Muhtarom, yang dihukum 11 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan, dan diwajibkan mengembalikan uang suap senilai Rp 6,4 miliar atau diganti dengan kurungan 4 tahun penjara.

baca juga

Meskipun terbilang berat, putusan majelis hakim ini sejatinya sedikit lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya meminta ketiganya dihukum 12 tahun penjara.

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim membeberkan dosa utama trio hakim tersebut. Mereka dinilai telah dengan sengaja menjatuhkan vonis lepas dalam kasus korupsi persetujuan ekspor CPO karena tergiur imbalan uang haram.

Uang suap itu mengalir deras dari Ariyanto, Marcella Santoso, Junaedi Saibih, dan M. Syafe'i, yang merupakan tim pengacara dari terdakwa korporasi raksasa yakni Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group.

Hakim mengungkap bahwa Djuyamto terbukti menjadi penerima bagian terbesar dengan total Rp 9,2 miliar, sementara Agam Syarief dan Ali Muhtarom masing-masing kecipratan uang suap senilai Rp 6,4 miliar.

Atas perbuatannya, ketiganya dinyatakan terbukti secara sah melanggar Pasal 6 ayat 2 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AJI Gelar Aksi Solidaritas, Desak Pengadilan Tolak Gugatan Mentan Terhadap Tempo

AJI Gelar Aksi Solidaritas, Desak Pengadilan Tolak Gugatan Mentan Terhadap Tempo

News | Senin, 03 November 2025 | 22:56 WIB

Tangis Histeris Ibunda Pecah di Pengadilan Usai Praperadilan Delpedro Ditolak

Tangis Histeris Ibunda Pecah di Pengadilan Usai Praperadilan Delpedro Ditolak

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 15:45 WIB

Gugatan Praperadilan untuk Delpedro Cs Digelar

Gugatan Praperadilan untuk Delpedro Cs Digelar

Foto | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 18:15 WIB

Geger! Nikita Mirzani Kembali Gugat Reza Gladys dari Balik Jeruji: Tuntutannya Ratusan Miliar

Geger! Nikita Mirzani Kembali Gugat Reza Gladys dari Balik Jeruji: Tuntutannya Ratusan Miliar

Your Say | Selasa, 23 September 2025 | 09:12 WIB

Sakit Misterius Silfester Matutina, PK Ditolak! Drama Pelarian Berlanjut?

Sakit Misterius Silfester Matutina, PK Ditolak! Drama Pelarian Berlanjut?

News | Rabu, 27 Agustus 2025 | 18:12 WIB

Eks Ketua PN Jaksel Didakwa Kantongi Rp15,7 Miliar, Terungkap Skema Bancakan Suap 'Geng Hakim'

Eks Ketua PN Jaksel Didakwa Kantongi Rp15,7 Miliar, Terungkap Skema Bancakan Suap 'Geng Hakim'

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 17:11 WIB

Skandal Vonis Lepas Kasus CPO, Sidang Perdana Hakim Djuyamto dkk Mulai Digelar Pekan Depan

Skandal Vonis Lepas Kasus CPO, Sidang Perdana Hakim Djuyamto dkk Mulai Digelar Pekan Depan

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 16:18 WIB

Terkini

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

×