- Lima petani Desa Kembang Sari, Pino Raya, terluka akibat insiden penembakan oleh keamanan PT Agro Bengkulu Selatan.
- Konflik lahan perkebunan sawit antara petani dan perusahaan ini telah berlangsung sejak tahun 2012.
- Penembakan terjadi setelah petani meminta perusahaan menghentikan pembuldoseran lahan, namun berujung cekcok dan penembakan.
“Alasan perusahaan tidak ada alat tulis, namun petani juga menawarkan kembali walaupun itu di atas kertas bekas bungkus rokok saja tidak jadi masalah asal ada materainya,” kata Deni.
Namun setelah mengungkapkan hal itu, kembali terjadi cekcok hingga berujung terdengar suara tembakan.Penembakan dilakukan oleh salah satu pihak keamanan perusahaan. Petani yang mendapatkan serangan, berupaya merebut pistol pihak keamanan.
“Terjadi cek-cok, tahu-tahu kami mendengarkan satu tembakan. Saya tapi tidak melihat itu dengan jelas karena saya di belakang terjadilah penembakan tersebut saat itu jadi yang dilakukan oleh salah satu karyawan keamanan,” katanya.
“Jadi di situ masyarakat berusaha untuk merebut senjata yang dimiliki oleh pihak perusahaan,” imbuhnya menandaskan.