OTT Bupati Bekasi, PDIP Sebut Tanggung Jawab Pribadi: Partai Tak Pernah Ajarkan Kadernya Korupsi

Bangun Santoso | Suara.com

Jum'at, 19 Desember 2025 | 16:21 WIB
OTT Bupati Bekasi, PDIP Sebut Tanggung Jawab Pribadi: Partai Tak Pernah Ajarkan Kadernya Korupsi
Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira. (Suara.com/Bagaskara)
  • PDIP menghormati proses hukum setelah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang ditangkap KPK melalui OTT.
  • Partai mengingatkan KPK menjaga independensi dan keadilan dalam penegakan hukum kasus korupsi saat ini.
  • PDIP menyatakan perilaku koruptif kader adalah tanggung jawab pribadi serta siap memberikan pendampingan hukum.

Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) langsung bereaksi keras pasca kadernya, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Partai berlambang banteng moncong putih ini menyatakan menghormati proses hukum, namun memberikan peringatan tegas agar KPK tidak menjadi alat politik.

Sikap resmi partai disampaikan oleh Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira.

Menurutnya, PDIP menyerahkan sepenuhnya kasus yang menjerat Bupati Bekasi dan juga Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang lebih dulu ditangkap, kepada mekanisme hukum yang berlaku.

"Secara prinsip PDI Perjuangan menghormati semua proses hukum, termasuk kasus yang terjadi pada kader PDI Perjuangan," kata Hugo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Meski begitu, Andreas melontarkan sentilan tajam kepada lembaga antirasuah. Ia meminta KPK untuk berlaku adil, tidak tebang pilih, dan menjaga independensinya.

Menurutnya, publik saat ini bisa menilai sendiri bagaimana penegakan hukum korupsi berjalan, di mana ada indikasi kasus-kasus raksasa lain yang justru seolah dibiarkan lenyap.

Di sisi lain, partai menegaskan bahwa perilaku koruptif kadernya merupakan tanggung jawab individu, bukan cerminan institusi. Andreas memastikan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan jajaran pimpinan pusat tak pernah lelah mengingatkan seluruh kader yang bertugas di eksekutif maupun legislatif untuk menjauhi praktik korupsi.

"Kendatipun demikian, ada saja yang terjadi, dan kali ini terjadi pada Bupati Bekasi, yang pasti partai tidak pernah mengajarkan kadernya untuk korupsi," katanya sebagaimana dilansir Antara.

Dengan demikian, ketika seorang kader terjerat kasus korupsi, hal itu murni menjadi pertanggungjawaban pribadinya di hadapan hukum.

Walaupun menyerahkan tanggung jawab secara personal, PDIP tidak akan lepas tangan sepenuhnya. Andreas menyebut partai siap memberikan pendampingan hukum bagi kadernya jika memang diminta.

Bantuan tersebut akan disalurkan melalui badan partai yang secara spesifik membidangi hukum.

"Namun demikian, partai tidak akan menyerah untuk tetap mendidik kader-kadernya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan koruptif," ujar Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi telah melakukan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang berujung pada penangkapan Bupati Ade Kuswara Kunang.

Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah dari PDIP yang berurusan dengan KPK. Pada bulan November lalu, KPK juga telah menangkap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, terkait kasus dugaan suap yang mencakup pengurusan jabatan, proyek di RSUD dr. Harjono Ponorogo, hingga penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Ponorogo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bupati Bekasi Diciduk KPK, Pesta Suap Proyek Terbongkar di Pengujung Tahun?

Bupati Bekasi Diciduk KPK, Pesta Suap Proyek Terbongkar di Pengujung Tahun?

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 15:53 WIB

KPK Ungkap Ada Pihak yang Berupaya Melarikan Diri pada OTT di Kalsel

KPK Ungkap Ada Pihak yang Berupaya Melarikan Diri pada OTT di Kalsel

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 15:41 WIB

OTT KPK di Bekasi: Bupati Ade Kuswara Diduga Terima Suap Proyek

OTT KPK di Bekasi: Bupati Ade Kuswara Diduga Terima Suap Proyek

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 15:30 WIB

Kejaksaan Terseret OTT, Kajari Hulu Sungai Utara Diamankan KPK

Kejaksaan Terseret OTT, Kajari Hulu Sungai Utara Diamankan KPK

Foto | Jum'at, 19 Desember 2025 | 15:12 WIB

KPK Sebut Tak Targetkan 3 OTT Dalam Sehari: Transaksi Terjadi Bersamaan

KPK Sebut Tak Targetkan 3 OTT Dalam Sehari: Transaksi Terjadi Bersamaan

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 15:05 WIB

KPK Prihatin Tangkap Sejumlah Jaksa dalam Tiga OTT Beruntun

KPK Prihatin Tangkap Sejumlah Jaksa dalam Tiga OTT Beruntun

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 14:53 WIB

Begini Kata DPP PDIP Soal FX Rudy Pilih Mundur Sebagai Plt Ketua DPD Jateng

Begini Kata DPP PDIP Soal FX Rudy Pilih Mundur Sebagai Plt Ketua DPD Jateng

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 14:21 WIB

Terkini

H-1 Lebaran: Arus One Way Tol Cipali Terpantau Lengang, Volume Kendaraan Turun Drastis 68 Persen

H-1 Lebaran: Arus One Way Tol Cipali Terpantau Lengang, Volume Kendaraan Turun Drastis 68 Persen

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:05 WIB

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:57 WIB

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:46 WIB

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:44 WIB

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:29 WIB

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB