Ancaman Wabah Mengintai Pengungsi Bencana Sumatra, Pakar Ingatkan Risiko ISPA hingga Kolera

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 24 Desember 2025 | 10:44 WIB
Ancaman Wabah Mengintai Pengungsi Bencana Sumatra, Pakar Ingatkan Risiko ISPA hingga Kolera
Foto udara menampilkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). [ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/foc]
baca 10 detik
  • Kerusakan pascabencana di Sumatra menyebabkan lebih dari satu juta pengungsi berisiko tinggi penyakit menular seperti ISPA dan gangguan cerna.
  • Pakar kesehatan mengidentifikasi tiga kelompok penyakit utama pascabencana yaitu yang ditularkan melalui air, makanan, dan udara.
  • Pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana sangat bergantung pada ketersediaan SDM, obat-obatan, dan restorasi fasilitas sektor lain.

Suara.com - Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga membawa dampak serius terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Dengan jumlah pengungsi yang telah lebih dari satu juta orang serta rusaknya fasilitas umum dan tempat tinggal, risiko munculnya berbagai penyakit menular kini menjadi ancaman nyata.

Pakar kesehatan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan, penanganan kesehatan di wilayah bencana saat ini menghadapi tantangan berlapis.

Penyakit yang muncul di lapangan, kata dia, dapat dikelompokkan ke dalam tiga jenis utama, yakni penyakit yang ditularkan melalui air (water-borne disease), makanan (foodborne disease), dan udara (air-borne disease).

"Data dari lapangan kini sudah menunjukkan banyaknya kasus ISPA, gangguan saluran cerna, keluhan di kulit dan lainnya," kata Tjandra dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).

Ia menegaskan, kondisi higiene dan sanitasi yang belum terjamin di lokasi pengungsian membuat potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular semakin besar. 

Beberapa penyakit yang perlu diantisipasi antara lain leptospirosis yang kerap berkaitan dengan banjir, gangguan pencernaan akibat Salmonella Typhi dan Vibrio cholerae, hepatitis A, penyakit parasit, hingga demam berdarah dengue dan malaria.

Tak hanya penyakit menular akut, Tjandra juga mengingatkan pentingnya pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit kronis yang kondisinya berpotensi memburuk akibat situasi bencana.

Menurut Tjandra, fasilitas kesehatan harus segera beroperasi meski dalam kondisi serba terbatas. Tiga faktor utama yang menjadi penentu ialah ketersediaan sumber daya manusia atau petugas kesehatan, alat kesehatan dan obat-obatan, serta sarana dan prasarana gedung berikut penunjangnya seperti listrik dan transportasi.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya segera memulai proses perbaikan dan restorasi fasilitas pelayanan kesehatan yang rusak akibat bencana. 

baca juga

Mengacu pada Jurnal Ilmiah Nature tahun 2025, pengalaman di sejumlah negara menunjukkan bahwa pelayanan rumah sakit pascabanjir dapat berlangsung hingga 210 hari setelah bencana terjadi.

"Artinya, perlu ketahanan atau resiliensi kesehatan yang kokoh," imbuhnya.

Tjandra juga menegaskan bahwa persoalan kesehatan pascabencana tidak bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Menurutnya, pemulihan kesehatan masyarakat sangat bergantung pada pemulihan sektor lain.

"Kalau tempat tinggal belum tersedia, lapangan kerja belum ada, sekolah masih terbatas, transportasi juga belum lancar maka masyarakat tentu belum akan dapat hidup tenang dan belum akan mendapat derajat kesehatan yang baik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menumpuk Banyak, Ini Solusi Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir

Menumpuk Banyak, Ini Solusi Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir

Video | Rabu, 24 Desember 2025 | 10:22 WIB

Pemprov DKI Kirim 27 Ton Bantuan ke Korban Bencana Sumatera

Pemprov DKI Kirim 27 Ton Bantuan ke Korban Bencana Sumatera

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 09:26 WIB

Relawan Mandiri dan BUMN Peduli Bantu Tanggap Bencana Sumatra, Bukti Solidaritas Tanpa Batas

Relawan Mandiri dan BUMN Peduli Bantu Tanggap Bencana Sumatra, Bukti Solidaritas Tanpa Batas

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 09:18 WIB

Terkini

Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Jakarta | Minggu, 08 November 2026 | 23:43 WIB

Selat Hormuz Memanas! Tiga Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau

Selat Hormuz Memanas! Tiga Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau

News | Minggu, 08 November 2026 | 23:20 WIB

Dari Misi Water Bombing ke Kecelakaan Fatal, Ini Fakta Jatuhnya Super Puma di Sungai Barito

Dari Misi Water Bombing ke Kecelakaan Fatal, Ini Fakta Jatuhnya Super Puma di Sungai Barito

Kalbar | Minggu, 08 November 2026 | 23:04 WIB

Sempat Ditangguhkan, Binance Resmi Pulihkan Akses Penarikan Token

Sempat Ditangguhkan, Binance Resmi Pulihkan Akses Penarikan Token

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 22:52 WIB

Krisis Iklim Mengancam Lumbung Pangan Semende, Padi Memendek dan Produksi Kopi Anjlok

Krisis Iklim Mengancam Lumbung Pangan Semende, Padi Memendek dan Produksi Kopi Anjlok

Sumsel | Minggu, 08 November 2026 | 22:50 WIB

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Tito Karnavian hingga Badrodin Haiti Hadir

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Tito Karnavian hingga Badrodin Haiti Hadir

Sumsel | Minggu, 08 November 2026 | 22:42 WIB

Angin Kencang Robohkan Ruang Kelas SD di OKI, Siswa Tertimpa Kayu dan Terpaksa Pindah Belajar

Angin Kencang Robohkan Ruang Kelas SD di OKI, Siswa Tertimpa Kayu dan Terpaksa Pindah Belajar

Sumsel | Minggu, 08 November 2026 | 22:29 WIB

Silaturahmi dengan Presiden Prabowo, Mendagri Tito Hadir Bersama 9 Mantan Kapolri Lintas Generasi

Silaturahmi dengan Presiden Prabowo, Mendagri Tito Hadir Bersama 9 Mantan Kapolri Lintas Generasi

News | Minggu, 08 November 2026 | 22:27 WIB

Obesitas Bisa Memicu Depresi, Sebaliknya Gangguan Mental Juga Bisa Bikin Berat Badan Naik

Obesitas Bisa Memicu Depresi, Sebaliknya Gangguan Mental Juga Bisa Bikin Berat Badan Naik

Health | Minggu, 08 November 2026 | 22:25 WIB

Kasus Narkoba Seret Aipda Polres Empat Lawang, Ditangkap saat Mobilnya Diperiksa di Lubuklinggau

Kasus Narkoba Seret Aipda Polres Empat Lawang, Ditangkap saat Mobilnya Diperiksa di Lubuklinggau

Sumsel | Minggu, 08 November 2026 | 22:13 WIB

×