BPPTKG: Gunung Merapi Masih Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru

Vania Rossa | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Rabu, 24 Desember 2025 | 16:39 WIB
BPPTKG: Gunung Merapi Masih Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso. (Suara.com/Hiskia)
  • BPPTKG menyatakan aktivitas erupsi Gunung Merapi hingga akhir tahun aman dikunjungi wisatawan menjelang libur Nataru.
  • Erupsi berkepanjangan sejak 2021 menyisakan volume lava besar, namun potensi lahar bahaya permukiman dinilai kecil.
  • Masyarakat diimbau waspada guguran lava/awan panas pada sektor tertentu serta menolak informasi hoaks media sosial tentang Merapi.

Suara.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan aktivitas erupsi Gunung Merapi hingga akhir tahun ini masih berada dalam kondisi aman. Masyarakat dan wisatawan diminta tetap tenang, termasuk menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengakui aktivitas erupsi Gunung Merapi memang berkepanjangan terhitung sejak 2021 lalu. Namun meski erupsi masih berlangsung, kondisi Gunung Merapi saat ini dinilai masih dalam batas aman. Informasi tersebut penting disampaikan agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas wisata.

"Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kondisinya [Gunung Merapi] masih aman," kata Agus kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

BPPTKG telah menyampaikan informasi terkini tersebut kepada para pemangku kepentingan, termasuk sektor pariwisata. Para pengelola wisata di sekitar Merapi dinilai telah melakukan kesiapsiagaan dengan memantau aktivitas gunung api serta menyiapkan prosedur kedaruratan.

"Jadi Merapi masih aman untuk dikunjungi," imbuhnya.

Terkait potensi lahar dingin, Agus menjelaskan bahwa erupsi berkepanjangan itu meninggalkan endapan material vulkanik cukup besar, terutama di lereng barat daya Gunung Merapi. Dari hasil pemantauan BPPTKG, volume dua kubah lava Gunung Merapi, yakni kubah barat daya sekitar 4,2 juta meter kubik dan kubah tengah kawah sekitar 2,4 juta meter kubik.

Kondisi tersebut terus dimonitor secara intensif sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko. Kendati demikian, berdasarkan hasil pemodelan dan kajian geomorfologi, potensi aliran lahar yang membahayakan permukiman dinilai tidak signifikan.

"Potensi untuk aliran lahar itu akan membahayakan pemukiman itu sangat kecil," tandasnya.

Agus mengimbau wisatawan, khususnya di kawasan Kaliurang dan sekitarnya, agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan, kabar yang menyebut kondisi Gunung Merapi mengkhawatirkan saat ini tidak benar.

"Informasi yang mengkhawatirkan di media sosial itu hoaks semua," tegasnya.

Diketahui, status Gunung Merapi berada pada tingkat Siaga atau Level III sejak 5 November 2020. Sementara itu, gunung api yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut memasuki fase erupsi sejak 4 Januari 2021, yang ditandai dengan munculnya kubah lava di tebing puncak sektor barat daya dan di tengah kawah.

Agus menambahkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. Sementara itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Tetap Melayani Saat Libur Nataru: Berikut Jadwal 159 Unit Kerja Operasional

BRI Tetap Melayani Saat Libur Nataru: Berikut Jadwal 159 Unit Kerja Operasional

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:45 WIB

Libur Nataru Aman dan Nyaman, BRI Hadirkan Layanan 24 Jam

Libur Nataru Aman dan Nyaman, BRI Hadirkan Layanan 24 Jam

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 09:57 WIB

Tren Kenaikan Arus Lalu Lintas di Ruas Regional Nusantara, Tol Jogja-Solo Naik 37 Persen

Tren Kenaikan Arus Lalu Lintas di Ruas Regional Nusantara, Tol Jogja-Solo Naik 37 Persen

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 20:39 WIB

Terkini

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:40 WIB

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:28 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban

Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:20 WIB

Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar

Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:19 WIB

Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo

Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:19 WIB