Menag Tinjau Pembangunan Tahap II Terowongan Silaturahmi, Tekankan Pesan Toleransi

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 31 Desember 2025 | 15:03 WIB
Menag Tinjau Pembangunan Tahap II Terowongan Silaturahmi, Tekankan Pesan Toleransi
Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan kunjungan lapangan ke Terowongan Silaturahmi. (dok. ist)
  • Menteri Agama meninjau pembangunan Terowongan Silaturahmi penghubung Istiqlal dan Katedral untuk memastikan kesiapan fungsionalitas optimal.
  • Pembangunan difokuskan pada penambahan relief berisi pesan toleransi dan perancangan pintu gerbang berkesan khusus bagi kedua rumah ibadah.
  • Diusulkan pula adanya area suvenir di Masjid Istiqlal dan gagasan penyelenggaraan Festival Istiqlal-Katedral untuk penguatan makna spiritual.

Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar menggelar rapat pembangunan tahap kedua sekaligus melakukan kunjungan lapangan ke Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kelanjutan pembangunan sekaligus kesiapan terowongan agar dapat difungsikan secara optimal bagi masyarakat.

Rapat dan peninjauan lapangan tersebut difokuskan pada dua agenda utama, yakni kelanjutan pembangunan fisik—termasuk pembuatan relief—serta pembahasan rencana pembukaan Terowongan Silaturahmi untuk umum. Kedua hal ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan fungsi edukatif, spiritual, dan sosial dari terowongan tersebut.

Menteri Agama menegaskan pentingnya menghadirkan relief hidup atau diorama di sepanjang terowongan sebagai media penyampaian pesan toleransi antarumat beragama.

"Perlu ada relief atau diorama yang diletakkan di terowongan agar bisa tersampaikan pesan toleransi antar umat," ujar Menag, Jumat (25/12/2025).

Menurut Menag, kekuatan visual dan naratif diperlukan untuk menggambarkan nilai toleransi, persaudaraan, serta sejarah kebersamaan antarumat beragama secara lebih mendalam dan menyentuh.

Selain itu, Menag juga menekankan perlunya pembangunan pintu gerbang terowongan yang dirancang secara khusus agar menghadirkan kesan secret place. Konsep ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol wibawa Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai dua rumah ibadah besar yang menjadi ikon kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dalam rapat tersebut, Menag turut mengusulkan pemanfaatan ruang di basement lantai tiga Masjid Istiqlal sebagai area suvenir. Area ini dapat digunakan untuk penjualan buku, pakaian, dan produk lainnya, dengan hasil penjualan yang diharapkan mampu menopang operasional serta keberlanjutan pengelolaan Terowongan Silaturahmi.

Pengembangan kawasan juga mencakup gagasan wisata lampu artistik di area kanal sekitar terowongan. Penataan pencahayaan ini diharapkan dapat menciptakan suasana estetis yang merepresentasikan dua entitas keagamaan yang berbeda namun berpadu dalam harmoni dan persaudaraan.

Lebih lanjut, Menteri Agama menekankan pentingnya menghadirkan aktivitas intelektual di kawasan terowongan.

"Perlu ada konsentrasi pada pendalaman makna batin melalui penyediaan ruang-ruang khusus untuk berdialog," ujar Menag.

Sebagai bagian dari penguatan makna dan partisipasi publik, Menag juga mencanangkan gagasan penyelenggaraan Festival Istiqlal–Katedral.

"Kita bisa adakan Festival Istiqlal-Katedral, dimana nanti akan menampilkan ciri khas masing-masing sehingga ada kebangkitan spiritual," katanya.

Festival tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan budaya dan spiritual yang mendorong kebangkitan spiritual sekaligus memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat.

Dari pihak Gereja Katedral, Marie Elka Pangestu memastikan bahwa dukungan donatur dari tahap pertama pembangunan masih kuat dan berlanjut hingga tahap kedua. Ia juga menyampaikan bahwa desain relief telah disusun dan saat ini tinggal disempurnakan.

Marie turut menyumbangkan ide kreatif untuk memperkaya konten edukasi di terowongan, salah satunya melalui visualisasi narasi sejarah Istiqlal dan Katedral yang merefleksikan nilai toleransi. Konten tersebut dapat berupa video, foto, hingga instalasi interaktif sehingga Terowongan Silaturahmi berfungsi sebagai media edukasi yang kuat bagi publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Refleksi Akhir Tahun Menag: Bukan Ajang Euforia, Saatnya Perkuat Empati dan Spirit Kebangsaan

Refleksi Akhir Tahun Menag: Bukan Ajang Euforia, Saatnya Perkuat Empati dan Spirit Kebangsaan

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 08:27 WIB

9 Momen Hangat Artis Muslim Dampingi Keluarga dan Kerabat di Hari Natal 2025

9 Momen Hangat Artis Muslim Dampingi Keluarga dan Kerabat di Hari Natal 2025

Entertainment | Jum'at, 26 Desember 2025 | 16:58 WIB

Pesan Sejuk Menag dari Altar Katedral Manado Saat Natal: Iman Harus Terwujud dalam Kepedulian Nyata

Pesan Sejuk Menag dari Altar Katedral Manado Saat Natal: Iman Harus Terwujud dalam Kepedulian Nyata

News | Kamis, 25 Desember 2025 | 12:35 WIB

Terkini

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:46 WIB

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:42 WIB

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:41 WIB

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:30 WIB

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:29 WIB

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:28 WIB

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:24 WIB