DPR Kritik Keras Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS: Ancaman Nyata Kedaulatan Dunia

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 05 Januari 2026 | 11:13 WIB
DPR Kritik Keras Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS: Ancaman Nyata Kedaulatan Dunia
Wakil Ketua DPR RI, Sukamta. (Dok. DPR)
baca 10 detik
  • DPR kritik penangkapan Presiden Venezuela, sebut hal itu ancam kedaulatan negara.
  • Pemerintah Indonesia didesak untuk tetap jalankan politik luar negeri bebas aktif.
  • Keselamatan WNI di wilayah terdampak harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, memberikan tanggapan keras terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer Amerika Serikat. Ia menilai tindakan sepihak tersebut merupakan preseden buruk yang mengancam kedaulatan negara dan tatanan hukum internasional.

"Jika penangkapan kepala negara berdaulat dilakukan secara sepihak tanpa mekanisme hukum internasional yang sah, maka dunia sedang bergerak menuju era politik global yang berbasis kekuatan, bukan hukum,” tegas Sukamta kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

Menurut politisi PKS ini, normalisasi tindakan semacam ini akan berdampak sistemik terhadap stabilitas global, terutama bagi negara-negara berkembang di kawasan Global South.

"Hari ini Venezuela, besok bisa negara lain. Ini adalah alarm keras bagi semua negara yang menjunjung tinggi prinsip non-intervensi dan penyelesaian damai,” ujarnya.

Desak Indonesia Jadi Suara Moral

Sukamta mendesak pemerintah Indonesia untuk tetap teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Ia menekankan pentingnya Indonesia berperan sebagai "suara moral dunia" yang mendorong jalur diplomasi dan multilateralisme, serta menolak segala bentuk intervensi.

Ia juga menyoroti bagaimana efektivitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kini sedang diuji.

"PBB berada di persimpangan jalan: melakukan reformasi agar tetap relevan, atau semakin terpinggirkan oleh tindakan sepihak negara-negara kuat," katanya.

Keselamatan WNI Jadi Prioritas

baca juga

Terkait potensi memburuknya situasi keamanan di Amerika Latin, Sukamta meminta Kementerian Luar Negeri untuk segera mengambil langkah taktis guna menjamin keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak.

“Keselamatan WNI adalah prioritas utama. Negara harus hadir, sekaligus menjaga posisi Indonesia sebagai suara moral yang konsisten memperjuangkan perdamaian,” tambahnya.

Sukamta memastikan Komisi I DPR akan terus mengawasi arah kebijakan luar negeri Indonesia untuk memastikan negara konsisten menolak normalisasi intervensi militer demi perdamaian dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Mulai Mendidih Akibat Ulah Trump Kudeta Venezuela

Harga Minyak Dunia Mulai Mendidih Akibat Ulah Trump Kudeta Venezuela

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 10:38 WIB

Korea Utara Sebut Serangan di Venezuela Jadi Contoh Sifat Jahat dan Biadab Amerika Serikat

Korea Utara Sebut Serangan di Venezuela Jadi Contoh Sifat Jahat dan Biadab Amerika Serikat

News | Senin, 05 Januari 2026 | 10:37 WIB

China soal Serangan AS ke Venezuela: Tak Ada Negara yang Berhak Jadi 'Polisi Dunia'

China soal Serangan AS ke Venezuela: Tak Ada Negara yang Berhak Jadi 'Polisi Dunia'

News | Senin, 05 Januari 2026 | 10:11 WIB

Terkini

Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight

Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng

Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng

Jogja | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Investor Ambil Cuan, IHSG Tersungkur Hari Ini Tapi Tetap di Level 6.500

Investor Ambil Cuan, IHSG Tersungkur Hari Ini Tapi Tetap di Level 6.500

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42 WIB

10 Pantangan Feng Shui Dapur yang Sebaiknya Dihindari, dari Posisi Kompor hingga Sink

10 Pantangan Feng Shui Dapur yang Sebaiknya Dihindari, dari Posisi Kompor hingga Sink

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Apakah Lapisan Teflon Rice Cooker Terkelupas Berbahaya?

Apakah Lapisan Teflon Rice Cooker Terkelupas Berbahaya?

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Staf Menhut Raja Juli Mangkir! KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Suap

Staf Menhut Raja Juli Mangkir! KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Suap

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA

Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Kisah Duka Nek Kurniati Tutup Usia Saat Ambil Beras Bantuan di Bogor

Kisah Duka Nek Kurniati Tutup Usia Saat Ambil Beras Bantuan di Bogor

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Cara Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Sampai Malaysia dan Singapura

Cara Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Sampai Malaysia dan Singapura

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Tarif LRT Velodrome - Manggarai Cuma Rp 5.000 hingga Oktober, Terhubung KRL dan Kereta Bandara

Tarif LRT Velodrome - Manggarai Cuma Rp 5.000 hingga Oktober, Terhubung KRL dan Kereta Bandara

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:35 WIB

×