Guru Besar UNM Soroti Pasal Penghinaan di Era 'Big Bang' Transformasi Hukum 2026

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Rabu, 07 Januari 2026 | 11:28 WIB
Guru Besar UNM Soroti Pasal Penghinaan di Era 'Big Bang' Transformasi Hukum 2026
Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Harris Arthur Hedar. [Suara.com/Yasir]
baca 10 detik
  • Tahun 2026 dinilai jadi momen 'Big Bang' hukum karena berlakunya aturan baru.
  • Pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru akan mengubah wajah hukum pidana nasional.
  • RUU Perampasan Aset dinilai mendesak sebagai *game changer* pemberantasan korupsi.

Suara.com - Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Harris Arthur Hedar, menyebut Indonesia akan memasuki fase transformasi hukum paling radikal sejak Proklamasi. Ia menilai tahun 2026 sebagai momen Big Bang hukum nasional, yang ditandai dengan berlakunya serentak sejumlah instrumen hukum baru.

“Jika tahun-tahun sebelumnya adalah masa penyemaian regulasi, maka 2026 akan menjadi ‘tahun pembuktian’ di mana seluruh instrumen hukum nasional mulai beroperasi secara terintegrasi,” kata Harris, Rabu (7/1/2026).

Pemberlakuan KUHP dan KUHAP Baru

Titik kulminasi perubahan ini adalah pemberlakuan penuh KUHP dan KUHAP baru per 2 Januari 2026. Menurut Harris, ini menandai upaya dekolonisasi hukum pidana dari warisan Belanda, dengan pergeseran dari keadilan retributif (pembalasan) ke keadilan restoratif.

"Di bawah KUHP Nasional, diharapkan sistem pemasyarakatan kita mulai ‘bernapas’ dengan adanya alternatif pidana seperti kerja sosial, sebagai solusi atas overcapacity di Lapas," ujarnya.

Namun, ia juga memperingatkan adanya risiko pelanggaran HAM dari pasal-pasal penghinaan terhadap lembaga negara di KUHP baru, serta perluasan wewenang aparat dalam KUHAP baru, yang bisa menjadi instrumen represi jika tanpa aturan pelaksana yang ketat.

Pilar Hukum Lainnya di 2026

Selain KUHP dan KUHAP, Harris menyoroti beberapa pilar penting lain dalam reformasi hukum 2026:

  • Revisi UU ITE: Sinkronisasi dengan KUHP Nasional diharapkan mampu memangkas "pasal karet" dan memberikan kepastian hukum di ruang digital.
  • Reformasi Hukum Fiskal: Integrasi NIK sebagai NPWP dan penerapan core tax system akan mendorong transparansi dan efektivitas pajak.

Harris berharap Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026 juga fokus pada pembahasan tiga RUU strategis, terutama RUU Perampasan Aset.

baca juga

"Inilah game changer pemberantasan korupsi. Fokusnya adalah follow the money," tegasnya. Namun, ia memberikan catatan kritis agar RUU ini tidak membebankan pembuktian pada rakyat dan tetap menjunjung tinggi asas presumption of innocence.

Selain itu, ia juga menyoroti urgensi RUU Hukum Perdata untuk menjawab tantangan aset digital, serta RUU Pengelolaan Ruang Udara seiring berkembangnya teknologi drone dan ekonomi antariksa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Urusan Hukum di Era Digital: Lebih Simpel dan Transparan Buat Masyarakat Umum

Urusan Hukum di Era Digital: Lebih Simpel dan Transparan Buat Masyarakat Umum

Lifestyle | Senin, 05 Januari 2026 | 19:39 WIB

Big Bang Festival ke-8 Resmi Ditutup, Panggung Timur All Stars Siap Digelar 10 Januari

Big Bang Festival ke-8 Resmi Ditutup, Panggung Timur All Stars Siap Digelar 10 Januari

Entertainment | Senin, 05 Januari 2026 | 14:23 WIB

Reformasi Hukum atau Dejavu Kolonial? Wajah Ganda KUHP Baru Kita

Reformasi Hukum atau Dejavu Kolonial? Wajah Ganda KUHP Baru Kita

Your Say | Minggu, 04 Januari 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×