Mengais Harapan dengan Kursi Roda: Logistik di Dapur Darurat Pasca-Banjir Aceh

Erick Tanjung

Kamis, 08 Januari 2026 | 15:09 WIB
Mengais Harapan dengan Kursi Roda: Logistik di Dapur Darurat Pasca-Banjir Aceh
Ilustrasi perempuan korban banjir Aceh di dapur umum memasak untuk korban bencana. [Suara.com/Iqbal]
baca 10 detik
  • Perempuan korban banjir memasak di dapur umum untuk para relawan.
  • Yayasan Darah untuk Aceh menginisiasi dapur umum di RSUD Aceh Tamiang.
  • Solidaritas menjadi kekuatan utama di tengah pemulihan pascabencana.

Suara.com - Tujuh pekan telah berlalu sejak banjir besar melanda Aceh. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang, belasan perempuan memilih bertahan di dapur umum darurat. Mereka bukan sekadar memasak; mereka adalah para korban bencana yang kini mendedikasikan tenaga untuk menyediakan makanan bagi relawan dan pasien.

DI depan sebuah meja seadanya, Nur Annisa Khairani Aiyub (Nisa) berdiri. Tangannya dengan telaten menyaring bubur lembut yang baru saja matang ke dalam cerek plastik. Makanan itu, yang dikenal sebagai M1, disiapkan khusus untuk para balita yang dirawat di rumah sakit.

Nisa tidak sendiri. Bersamanya, ada 12 perempuan lain yang bekerja penuh semangat. Ada yang membersihkan ayam, ada yang menggoreng, ada pula yang menyiapkan sayuran. Mereka saling melengkapi, seolah sudah paham peran masing-masing tanpa perlu komando. Mereka adalah pahlawan tak terduga di tengah lumpur yang belum surut.

“Ini untuk bayi, nama makanannya M1,” kata Nisa kepada Suara.com, pada Rabu lalu, 31 Desember 2025.

Belasan perempuan mendedikasikan diri bekerja di dapur umum darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang untuk korban berncana dan relawan. [Suara.com/Iskandar]
Belasan perempuan mendedikasikan diri bekerja di dapur umum darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang untuk korban berncana dan relawan. [Suara.com/Iskandar]

Tepat di sampingnya, Sri Wulandari dengan lihai membungkus M1 satu per satu. Ia menjelaskan, mereka semua adalah staf instalasi gizi rumah sakit. Namun, kali ini tugas mereka meluas: memasak untuk 800 relawan dan pasien.

“Menu hari ini ikan goreng, sambal, dan sayur kol,” katanya.

“Kami semua asli sini. Walaupun jadi korban, alhamdulillah masih bisa bantu.”

Inisiatif dari Hati

Semangat para perempuan ini adalah cerminan dari dukungan berbagai pihak. Melalui Yayasan Darah untuk Aceh, dapur umum di RSUD Aceh Tamiang menjadi pusat logistik pangan bagi para relawan yang tak kenal lelah menyeret lumpur dan puing-puing kayu keluar dari ruangan rumah sakit.

baca juga

Nuu Husein, pendiri yayasan, melihat urgensi untuk membantu fasilitas publik terlebih dahulu.

“Saya pikir rumah sakit ini sangat layak dibantu. Pembersihan pascabanjir harus dimulai dari fasilitas umum. Kalau rumah sakit bersih, pasien bisa berobat dengan nyaman,” kata Nuu.

Belasan perempuan mendedikasikan diri bekerja di dapur umum darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang untuk korban berncana dan relawan. [Suara.com/Iskandar]
Belasan perempuan mendedikasikan diri bekerja di dapur umum darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang untuk korban berncana dan relawan. [Suara.com/Iskandar]

Sejak 22 Desember, dapur umum ini terus mengepul. Donasi datang dari berbagai arah, baik dalam bentuk uang tunai maupun bahan makanan seperti ikan, ayam, dan telur.

Bagi Nuu, keterlibatan para perempuan staf gizi ini sangatlah krusial. Mereka adalah korban, namun semangat mereka untuk membantu tak pernah padam.

Karena itu, kesehatan tim menjadi prioritas. Mereka diberikan vitamin dan ruang istirahat.

“Kalau salah satu tumbang, yang lain akan ikut berat,” katanya.

“Karena mereka harus kembali lagi istirahat di pengungsian juga.”

Tantangan logistik pun tak main-main. Di tengah semrawutnya kondisi Aceh Tamiang, Nuu harus menempuh perjalanan 46 kilometer bolak-balik ke Kota Langsa setiap hari hanya untuk mendapatkan sembako.

Denyut Nadi Rumah Sakit yang Kembali Berdetak

Pelayanan RSUD Aceh Tamiang sebenarnya sudah mulai berjalan sejak 9 Desember, meski saat itu hanya UGD yang berfungsi. Kehadiran ratusan relawan sangat membantu mempercepat pembersihan.

Belasan perempuan mendedikasikan diri bekerja di dapur umum darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang untuk korban berncana dan relawan. [Suara.com/Iskandar]
Belasan perempuan mendedikasikan diri bekerja di dapur umum darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang untuk korban berncana dan relawan. [Suara.com/Iskandar]

Menurut Direktur RSUD Aceh Tamiang, Andika Putra, pembersihan rumah sakit kini telah mencapai 70 persen.

"Secara manual tiap-tiap kamar dibersihkan. Itu yang memang butuh waktu,” kata Andika.

Kehadiran dapur umum, menurutnya, sangat membantu percepatan pembersihan karena para relawan tak perlu pusing mencari makan. Kini, ruangan-ruangan yang tadinya penuh lumpur sudah bisa ditempati kembali.

“Pasien rawat inap sudah ada sekitar 30 pasien yang dirawat,” katanya.

Meski begitu, tantangan belum usai. Lumpur yang pekat sulit dibersihkan karena alat berat tidak bisa masuk, dan ketersediaan air bersih masih menjadi perhatian utama.

Di tengah riuh kesibukan itu, Yayasan Darah untuk Aceh berharap uluran tangan para donatur terus mengalir, karena dana mereka hanya cukup hingga awal Januari.

Sebuah Titik Balik Mi Instan Mentah

Bagi Nuu Husein, keputusannya membangun dapur umum lahir dari sebuah momen yang menyentuh hati. Saat pertama kali tiba di lokasi bencana pada 4 Desember, ia terenyuh melihat kondisi warga di Gampong Kota Karang. Ibu-ibu di sana mengaku sudah beberapa hari tidak makan nasi.

“Mereka hanya mengunyah mi instan mentah,” kata Nuu. Momen itulah yang menjadi titik baliknya.

Belasan perempuan mendedikasikan diri bekerja di dapur umum darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang untuk korban berncana dan relawan. [Suara.com/Iskandar]
Belasan perempuan mendedikasikan diri bekerja di dapur umum darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang untuk korban berncana dan relawan. [Suara.com/Iskandar]

Awalnya, Nuu dan timnya mengantar makanan jadi dari Langsa. Ia juga menyuplai kasur, baju, dan perlengkapan bayi. Di tengah kesibukan itu, ia bertemu seorang anak bernama Aqila yang menangis.

“Saya tanya, kenapa menangis nak?” kenang Nuu. Jawaban anak itu membekas selamanya: “Kia kan tidak kenal kenapa dikasih nasi? Udah lama tidak makan nasi.”

Kursi Roda Pembawa Beras

Kembali ke dapur rumah sakit, pemandangan unik tersaji. Nasi yang telah dibungkus Nisa dimasukkan ke dalam kantong plastik biru.

Sementara itu, rekannya yang lain pergi ke gudang penyimpanan beras. Bukan dengan troli, melainkan dengan kursi roda pasien.

“Kami kalau ada kaum laki-laki ke sini, tidak segan-segan minta bantu langsung,” kata salah seorang dari mereka sambil tertawa.

Secara bergantian, kursi roda itu juga beralih fungsi menjadi pengantar nasi ke kamar-kamar pasien. Sore itu, saat saya beranjak pergi, lumpur masih melekat di halaman rumah sakit.

Para relawan mulai membersihkan diri, beristirahat sejenak, sebelum kembali mengulang perjuangan yang sama esok hari. Di dapur itu, setiap bungkus nasi adalah wujud kepedulian, sebuah ruang harapan di mana mereka yang sama-sama terluka saling menguatkan.

_________________

Reporter: Iskandar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Siapkan Penghapusan Utang untuk UMKM Korban Bencana, Cek Syaratnya!

Pemerintah Siapkan Penghapusan Utang untuk UMKM Korban Bencana, Cek Syaratnya!

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 07:25 WIB

Pemulihan Infrastruktur Sukses, Senyum Aceh Balik Kembali

Pemulihan Infrastruktur Sukses, Senyum Aceh Balik Kembali

Your Say | Kamis, 08 Januari 2026 | 06:29 WIB

Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana

Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 22:20 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×