Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang DIY, Satu Warga Kulon Progo Tewas Tersambar Petir

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:39 WIB
Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang DIY, Satu Warga Kulon Progo Tewas Tersambar Petir
Ilustrasi petir menyambar (Freepik/macrovector)
baca 10 detik
  • Hujan lebat dan angin kencang pada 12 Januari 2026 di DIY menyebabkan satu korban jiwa tersambar petir di sawah Kulon Progo.
  • Sleman mengalami dampak signifikan berupa 28 pohon tumbang, merusak 12 rumah serta jaringan listrik di 11 kapanewon.
  • Cuaca ekstrem juga melanda Gunungkidul, Bantul, dan Kota Yogyakarta, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan tanah longsor di beberapa lokasi.

Suara.com - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (12/1/2026) sore hingga malam menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur. 

Nahas satu cuaca ekstrem itu menelan satu korban jiwa. Seorang perempuan di Kabupaten Kulon Progo ditemukan meninggal dunia di area persawahan usai diduga tersambar petir.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan peristiwa itu.

Korban berinisial W (46), warga Kalibawang, Kulon Progo, ditemukan tak bernyawa di persawahan Banjararum, Kalibawang, sekitar pukul 16.30 WIB, Senin kemarin. 

Peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.

Disampaikan Sarjoko, korban awalnya pergi ke sawah untuk mencari rumput bersama seorang saksi sekitar pukul 15.00 WIB sebelum hujan turun. Namun ketika hujan akan datang, saksi memilih kembali pulang sementara korban tetap berada di sawah.

"Sehabis turun hujan, ada warga akan mencari rumput di dekat persawahan tersebut melihat korban tergeletak dengan posisi terlentang," kata Sarjoko, Selasa (13/1/2026).

Sarjoko menambahkan, hasil pemeriksaan luar menunjukkan korban telah meninggal dunia saat ditemukan. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka yang mengarah pada dugaan tersambar petir.

"Pada badan korban ditemukan adanya luka bakar leher, adanya bekas rambut terbakar menggumpal di kepala belakang dan terdapat luka bakar di paha kanan," ungkapnya.

baca juga

Selain di Kulon Progo, hujan lebat dan angin kencang juga melanda Kabupaten Sleman. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat puluhan kejadian pohon tumbang yang merusak rumah, kendaraan, hingga jaringan listrik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyebut hujan ringan hingga sedang yang disertai angin kencang terjadi sejak pukul 15.45 WIB dan berdampak di 11 kapanewon (kecamatan). 

"Hujan ringan sedang yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang," ujar Bambang.

Total terdapat 26 titik kejadian dengan 28 pohon tumbang. Lalu ada 12 rumah rusak ringan, jaringan listrik terdampak yang 5 titik serta masing-masing satu motor dan mobil terdampak.

Meski kerusakan tercatat cukup luas, BPBD Sleman memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas gabungan bersama warga langsung melakukan asesmen, pemotongan pohon, hingga distribusi bantuan darurat di lokasi terdampak.

Sementara itu, berdasarkan laporan Pusdalops BPBD DIY menunjukkan cuaca ekstrem pada hari yang sama memang berdampak hampir merata di seluruh wilayah DIY. 

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan meluas ke lima kabupaten/kota.

Di Kabupaten Gunungkidul, cuaca ekstrem berdampak pada rumah warga, balai dusun, kandang ternak, hingga menyebabkan tanah longsor. Dampak tersebut terjadi di tiga kelurahan, yakni Hargomulyo, Mertelu, dan Sampang, yang seluruhnya berada di wilayah Kapanewon Gedangsari.

Sementara di Kabupaten Bantul, cuaca ekstrem berdampak di 12 lokasi yang tersebar di enam kapanewon. Di Kapanewon Sedayu tercatat tiga kejadian pohon tumbang. Adapun di Kapanewon Pajangan, Srandakan, Pandak, dan Bantul masing-masing terjadi dua kejadian pohon tumbang. Satu kejadian pohon tumbang lainnya dilaporkan terjadi di Kapanewon Pleret.

Lalu di Kota Yogyakarta tercatat ada 2 pohon tumbang yang pertama di Tegalrejo menimpa angkringan dan menutup akses jalan. Kemudian kedua di Mantrijeron menimpa jaringan listrik, PJU, Telkom, dan sudah terkondisi semua.

Sementara Kulon Progo terdampak di 5 titik di dalam 3 kapanewon yaitu Wates, Lendah dan Panjatan. Di antaranya 5 pohon tumbang, 3 akses jalan terganggu, 2 jaringan listrik rusak dan 1 baliho roboh.

Pendataan lanjutan di seluruh wilayah terdampak cuaca ekstrem tersebut masih dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjalanan KRL Kacau Balau Terdampak Hujan Lebat: Rel Terendam Banjir hingga Pohon Tumbang

Perjalanan KRL Kacau Balau Terdampak Hujan Lebat: Rel Terendam Banjir hingga Pohon Tumbang

News | Senin, 12 Januari 2026 | 10:55 WIB

Cuaca Senin Pagi: Jakarta Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang, Cek Daftar Wilayah Terdampak!

Cuaca Senin Pagi: Jakarta Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang, Cek Daftar Wilayah Terdampak!

News | Senin, 12 Januari 2026 | 07:55 WIB

Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik

Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik

News | Minggu, 11 Januari 2026 | 16:24 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×