- Truk mogok tertemper KA Basoetta-Manggarai di perlintasan sebidang Rawabuaya-Duri pada Minggu (11/1/2026) pukul 18.55 WIB.
- Penyebab utama kecelakaan adalah putusnya tali rantai truk saat sedang diderek melintasi jalur kereta api.
- Dampak kejadian ini menyebabkan keterlambatan dua perjalanan kereta api selama total 22 menit pada hari itu.
Suara.com - Sebuah insiden mencekam terekam kamera saat sebuah truk merah tertemper Kereta Api Basoetta-Manggarai di perlintasan sebidang Rawabuaya-Duri.
Peristiwa menegangkan yang viral di media sosial pada Senin (12/1/2026) ini memperlihatkan momen kritis saat kendaraan besar tersebut mogok tepat di tengah rel.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang JPL 8A KM 4+800/700 itu terjadi pada Minggu (11/1/2026) pukul 18.55 WIB.
Diketahui pemicu utama kejadian tersebut adalah putusnya tali rantai saat truk nahas itu sedang diderek oleh kendaraan lain tepat di atas jalur kereta api.
"Sehingga mobil truk tertinggal dan menemper KA," ujar Franoto kepada Suara.com, Selasa (13/1/2026).
Warga di sekitar lokasi sempat berjibaku memberikan tanda bahaya kepada masinis karena alarm perlintasan sudah berbunyi nyaring dan palang pintu telah tertutup rapat.
Meskipun kereta melintas dengan kecepatan tinggi, truk hanya tertemper di bagian depan dan selamat dari benturan fatal dalam hitungan detik.
Franoto pun kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan kelaikan kendaraan sebelum melintas di jalur kereta api demi menghindari risiko kecelakaan.
“Kami kembali mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, mematuhi rambu, sinyal, serta arahan petugas. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum digunakan di jalan raya, karena satu kelalaian kecil dapat berakibat fatal,” tuturnya.
Baca Juga: Arus Balik Nataru, 54 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta
Akibat temperan KA Plb 903A ini, jadwal operasional kereta api sempat terganggu dan mengalami keterlambatan total selama 22 menit pada dua perjalanan KA di hari itu.
Petugas di lapangan langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana untuk memastikan tidak ada kerusakan serius sebelum jalur dinyatakan aman.
Kejadian ini menjadi alarm keras bagi para pengguna jalan agar lebih memprioritaskan keselamatan dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di perlintasan sebidang.
KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mewujudkan perjalanan kereta api yang tertib.
“Perlintasan ini dijaga dan prosedur sudah dijalankan dengan baik. Kami mengimbau pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri melintas, terutama saat kendaraan dalam kondisi bermasalah atau tidak siap. Keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada mengejar waktu,” tandas Franoto.