Alarm Keamanan di Yahukimo, Pangdam Minta Gibran Tak Mendarat: Ada Gerakan Misterius

Bangun Santoso Suara.Com
Rabu, 14 Januari 2026 | 11:26 WIB
Alarm Keamanan di Yahukimo, Pangdam Minta Gibran Tak Mendarat: Ada Gerakan Misterius
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Bandara Kaisepo, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (13/1/2026). ANTARA/HO-Sekretariat Wakil Presiden.
Baca 10 detik
  • Kunjungan kerja Wapres Gibran ke Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (14/1/2026) dibatalkan mendadak.
  • Pembatalan dilakukan berdasarkan rekomendasi Komandan Satgas Pengamanan VVIP karena situasi keamanan tidak kondusif.
  • Intelijen mendeteksi adanya pergerakan kelompok yang dinilai dapat mengancam keselamatan pejabat VVIP di Yahukimo.

Suara.com - Rencana kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (14/1/2026) ini terpaksa dibatalkan secara mendadak.

Keputusan krusial ini diambil setelah adanya laporan intelijen yang mendeteksi situasi keamanan yang tidak kondusif di wilayah Yahukimo.

Pesawat Hercules yang dijadwalkan akan membawa Wapres Gibran dan rombongan dari Wamena menuju Yahukimo akhirnya urung terbang ke lokasi tersebut.

Pembatalan ini dilakukan atas rekomendasi langsung dari Komandan Satgas Pengamanan VVIP yang juga menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim.

Pangdam Amrin menjelaskan, bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan secara matang laporan intelijen terbaru hingga Rabu pagi.

Menurutnya, keselamatan dan keamanan seorang pejabat VVIP seperti wakil presiden adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar.

“Karena melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wapres untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” kata Mayjen TNI Amrin saat memberikan keterangan resmi di Bandara Frans Kaisiepo, Biak Numfor, Papua, sebagaimana dilansir Antara, Rabu.

Lebih lanjut, Pangdam membeberkan alasan di balik rekomendasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa aparat intelijen di lapangan telah mendeteksi adanya pergerakan dari kelompok-kelompok yang dinilai dapat mengancam keamanan.

Meskipun tidak merinci identitas kelompok tersebut, sinyal ini cukup menjadi dasar untuk menunda kunjungan Gibran.

Baca Juga: Gaya Gibran Curi Perhatian, Makna Tas Noken yang Melingkar di Lehernya Saat Tiba di Papua

Yahukimo sendiri merupakan salah satu kabupaten di Papua Pegunungan yang memiliki catatan tingkat kerawanan keamanan yang cukup tinggi.

Pergerakan kelompok bersenjata kerap menjadi tantangan serius bagi aparat keamanan dan pemerintah di wilayah tersebut.

“Dari pertimbangan intelijen kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP tentunya sangat tidak memungkinkan,” tegas Amrin.

Meski kunjungan dibatalkan, Pangdam Amrin menekankan bahwa Wapres Gibran sejatinya memiliki keinginan yang sangat kuat untuk bisa hadir langsung di Yahukimo.

Tujuan utama Gibran adalah untuk meninjau langsung progres pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah pusat dan daerah, serta menyapa masyarakat setempat.

Namun, demi mengantisipasi segala risiko, kunjungan tersebut akan dijadwalkan ulang hingga situasi di Yahukimo dipastikan benar-benar aman dan kondusif.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI