YLKI Catat 1.977 Aduan Konsumen Sepanjang 2025, Jasa Keuangan Paling Dikeluhkan

Vania Rossa

Rabu, 14 Januari 2026 | 13:35 WIB
YLKI Catat 1.977 Aduan Konsumen Sepanjang 2025, Jasa Keuangan Paling Dikeluhkan
Bedah Pengaduan Konsumen 2025. (Suara.com/Tsabita)
baca 10 detik
  • YLKI mencatat 1.977 sengketa konsumen sepanjang 2025; lonjakan ini dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
  • Sektor jasa keuangan memimpin pengaduan tertinggi dengan 325 kasus, banyak disebabkan cara penagihan tidak beretika.
  • YLKI mendesak amandemen UU Perlindungan Konsumen dan penguatan mekanisme penyelesaian sengketa yang modern.

Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkap tren peningkatan signifikan sengketa konsumen sepanjang 2025. Hal tersebut disampaikan dalam agenda “Bedah Pengaduan Konsumen 2025” yang memotret kondisi perlindungan konsumen di Indonesia.

Sepanjang 2025, YLKI mencatat 1.977 pengaduan, terdiri atas 1.011 laporan individu dan 966 laporan kelompok. YLKI menilai lonjakan pengaduan tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat yang tidak sebanding dengan kondisi ekonomi serta kemampuan finansial rumah tangga.

Ketua YLKI Niti Emiliana menyebut rendahnya respons pelaku usaha turut memperburuk posisi konsumen. Dari 294 surat tindak lanjut yang dikirimkan YLKI kepada pelaku usaha sepanjang 2025, hanya 108 surat yang mendapat tanggapan.

“Dari 294 surat yang kami tindak lanjuti, hanya 108 yang ditanggapi oleh pelaku usaha,” ujar Niti dalam konferensi pers, Rabu (14/1/2026).

Berdasarkan rangkuman laporan, terdapat lima sektor dengan pengaduan tertinggi sepanjang 2025, yakni jasa keuangan dengan 325 pengaduan, belanja online 133 pengaduan, telekomunikasi 106 pengaduan, jasa kurir/paket 61 pengaduan, serta perumahan 57 pengaduan.

YLKI kembali menyoroti sektor jasa keuangan yang menempati posisi teratas dalam daftar pengaduan. Diana dari Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI menyampaikan, pengaduan di sektor ini didominasi oleh cara penagihan yang tidak beretika sebanyak 60 kasus. Selain itu, terdapat pula keluhan terkait permohonan keringanan 13 kasus, penawaran produk 9 kasus, hingga gagal bayar 5 kasus.

“Jasa keuangan kembali menduduki peringkat pertama dengan total 325 aduan,” kata Diana.

Di posisi kedua, sektor belanja online dan ekonomi digital mencatat 133 pengaduan. Permasalahan yang dilaporkan masih didominasi oleh barang tidak sesuai pesanan, barang tidak dikirim, proses pengembalian dana (refund) yang berbelit, hingga kasus penipuan.

Sementara itu, di sektor telekomunikasi, YLKI menilai perlindungan konsumen masih jauh dari prinsip keadilan layanan. Sejumlah masalah struktural seperti kualitas jaringan internet yang buruk, sulitnya penghentian layanan pascabayar, serta ketidakjelasan standar mutu layanan dinilai mencerminkan praktik sepihak yang merugikan konsumen.

baca juga

Pada kategori pengaduan kelompok, sektor perumahan mencatat angka yang sangat tinggi dengan 919 kelompok konsumen. Aduan yang masuk meliputi keterlambatan serah terima unit, ketidakjelasan dokumen kepemilikan, hingga proyek perumahan yang mangkrak.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, YLKI mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah konkret, salah satunya dengan mempercepat amandemen Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman.

“Undang-Undang Perlindungan Konsumen sudah berusia 26 tahun, bahkan pada 2026 ini memasuki usia 27 tahun sejak disahkan pada 1999. Proses amandemen memang sudah berjalan di DPR, namun hingga kini belum menunjukkan progres signifikan,” ujar Niti.

YLKI juga mendorong penguatan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih modern dan mudah diakses, seperti Online Dispute Resolution (ODR). Selain itu, pemerintah diminta memastikan kebijakan publik tidak disusun secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap konsumen.

“PR amandemen UU Perlindungan Konsumen harus segera diselesaikan. Selama tidak ada payung hukum yang kuat, posisi konsumen akan terus berada dalam kondisi rentan,” tutup Niti.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya

Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 08:44 WIB

OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI

OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:46 WIB

Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar

Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 12:18 WIB

Terkini

JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda

JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:32 WIB

Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:29 WIB

Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis

Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:10 WIB

Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah

Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:54 WIB

Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!

Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:18 WIB

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

×