Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 14 Januari 2026 | 20:48 WIB
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
Anggota Fraksi Gerindra, Teuku Abdul Khalid dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (14/1/2026). [Bidik layar]
baca 10 detik
  • Anggota DPR tegur Menteri KKP karena tidak berkoordinasi saat kunjungan kerja.
  • Ia merasa tak dihargai karena tahu kunjungan menteri dari media massa.
  • Menteri KKP minta maaf, beralasan panik saat tangani bencana darurat.

Suara.com - Suasana Rapat Kerja Komisi IV DPR RI mendadak tegang saat Anggota Fraksi Gerindra, Teuku Abdul Khalid, melontarkan kritik pedas kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono.

Kritik ini dipicu oleh kurangnya koordinasi kementerian saat melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihan (dapil) sang anggota dewan.

Merasa 'Seperti Kucing Kurap'

Khalid mengaku sangat kecewa karena baru mengetahui keberadaan Menteri Trenggono di Aceh melalui pemberitaan media, padahal ia sendiri sedang berada di lokasi yang sama. Menurutnya, hal ini membuat anggota DPR kehilangan wibawa di mata konstituennya.

"Tolong hargai kami sedikit. Waktu turun, ngomong saja, apa salahnya? Masa Menteri turun di sana, kami seperti 'kucing kurap'. Ditanya masyarakat, kami tidak tahu jawab," ujar Abdul Khalid di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (14/1/2026).

Ia menekankan bahwa hubungan antara kementerian dan DPR adalah kemitraan.

"Kami mitra. Kalau Bapak rusak, kami ikut rusak. Kalau Bapak bagus di lapangan, kami bangga," tegasnya.

Selain masalah koordinasi, Khalid juga menyoroti masalah pendangkalan muara yang dinilainya akan membuat program pembersihan tambak menjadi sia-sia.

Menteri KKP Minta Maaf, Sebut Situasi Darurat

baca juga

Merespons teguran keras tersebut, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia beralasan, ketiadaan koordinasi terjadi karena situasi darurat bencana yang membuat jajarannya bergerak cepat hingga melupakan aspek komunikasi.

"Saya mohon maaf kepada Pak Khalid kalau kami tidak berkoordinasi, karena kami juga panik sejujurnya. Kenapa panik? Karena kami sedang membangun Kampung Nelayan di sana (saat bencana terjadi)," ungkap Trenggono.

Ia menjelaskan bahwa saat itu, pihaknya fokus pada percepatan bantuan dan mengklaim KKP adalah pihak pertama yang berhasil menembus wilayah Aceh Tamiang yang terisolasi dengan membawa 250 ton logistik.

"Kami mengirimkan seluruh armada. Ada baju, makanan, dan lain-lain. Sekali lagi kami memohon maaf tidak memberi kabar soal itu karena situasi di lapangan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sapa Titiek Soeharto di Depan Para Pejabat, Buat Gemuruh Tepuk Tangan Panjang

Prabowo Sapa Titiek Soeharto di Depan Para Pejabat, Buat Gemuruh Tepuk Tangan Panjang

Video | Jum'at, 09 Januari 2026 | 18:24 WIB

DPR Panggil KKP Senin Depan Terkait Tanggul Beton yang Rugikan Nelayan Cilincing

DPR Panggil KKP Senin Depan Terkait Tanggul Beton yang Rugikan Nelayan Cilincing

News | Jum'at, 12 September 2025 | 16:56 WIB

Para Menteri Kompak Unggah Dukungan untuk Prabowo Subianto

Para Menteri Kompak Unggah Dukungan untuk Prabowo Subianto

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:44 WIB

Terkini

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:52 WIB

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×