Prabowo Gelar Rapat Tertutup, Bahas Tambang Mineral Kritis Hingga Mobnas

Jum'at, 16 Januari 2026 | 07:52 WIB
Prabowo Gelar Rapat Tertutup, Bahas Tambang Mineral Kritis Hingga Mobnas
Presiden Prabowo Subianto. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menggelar pertemuan mendadak Kamis malam (15/1/2026) di Jakarta dengan pejabat terkait industri strategis.
  • Fokus pertemuan adalah percepatan penguasaan teknologi pengolahan mineral kritis seperti logam tanah jarang di dalam negeri.
  • Diskusi turut menyoroti pengembangan Mobil Nasional serta kebutuhan komponen magnet permanen kendaraan listrik masa depan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan mendadak di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (15/1/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara memanggil Kepala Badan Industri Mineral yang juga menjabat Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, serta Chief Technology Officer (CTO) Danantara sekaligus Direktur PT Pindad, Sigit Puji Santosa.

Pertemuan tertutup yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit tersebut difokuskan pada penguatan industri strategis nasional.

Sigit Puji Santosa keluar lebih dulu dari area Istana, disusul oleh Brian Yuliarto sekitar pukul 21.10 WIB. Keduanya mengonfirmasi agenda pembahasan yang krusial terkait kedaulatan teknologi dan hilirisasi mineral.

Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa kehadiran dirinya di malam hari—setelah sebelumnya hadir pada pagi hari—merupakan perintah langsung Presiden untuk membahas langkah-langkah konkret industri mineral kritis.

Prabowo menekankan pentingnya penguasaan teknologi agar kekayaan alam Indonesia, khususnya logam tanah jarang (rare earth), dapat segera diolah di dalam negeri.

"Bapak Presiden ingin mendorong industri strategis, terutama mineral kritis di Indonesia. Saya mendapatkan arahan agar prosesnya dipercepat dan teknologi segera dikuasai. Tujuannya agar kandungan mineral seperti rare earth ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat," ujar Brian usai pertemuan.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut adalah pengembangan Mobil Nasional (Mobnas).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendatangi kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (15/1/2025) malam [Suara.com/Novian]
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendatangi kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (15/1/2025) malam [Suara.com/Novian]

Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan komponen inti yang tak tergantikan dalam ekosistem kendaraan listrik (EV) masa depan.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru

"Tadi juga menyinggung soal Mobnas. Logam tanah jarang, seperti NDPR (Neodymium-Praseodymium), sangat dibutuhkan untuk pembuatan magnet permanen pada motor kendaraan listrik. Ini adalah salah satu aplikasi utama dari hilirisasi yang sedang kita kejar," jelasnya.

Keterlibatan Sigit Puji Santosa selaku CTO Danantara dimaksudkan untuk membangun rantai pasok (link) antara ketersediaan bahan mentah dengan kesiapan teknologi industri.

Brian menambahkan bahwa pemerintah membuka peluang kerja sama teknologi dengan pihak luar jika diperlukan, namun prioritas utama tetap pada penguatan riset domestik.

Selain Brian dan Sigit, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Menariknya, Brian mengungkapkan bahwa ada tamu dari luar negeri yang juga ikut serta dalam diskusi tersebut, meskipun ia tidak merinci identitas tamu tersebut.

"Tadi ada beberapa, ada Pak Mensesneg bersama Pak Presiden dan tamu dari luar," pungkas Brian sebelum meninggalkan kompleks Istana.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI