- Menlu China Wang Yi dan Menlu Iran berdialog pada 15 Januari 2026, menekankan penolakan ancaman militer dan pentingnya dialog internasional.
- AS meningkatkan kekuatan militer di Timur Tengah dengan memindahkan gugus tugas kapal induk USS Abraham Lincoln dan aset udara strategis.
- Televisi pemerintah Iran menayangkan pesan provokatif terhadap Presiden Trump, sementara Trump menunda serangan setelah ada informasi penghentian eksekusi demonstran.
Ancaman Televisi Pemerintah Iran ke Donald Trump
Suasana semakin panas menyusul tayangan provokatif di televisi pemerintah Iran pada Rabu (14/1/2026).
Saluran tersebut menampilkan foto Donald Trump saat insiden penembakan di Pennsylvania tahun 2024 dengan pesan berbahasa Persia yang berbunyi, "Kali ini, peluru itu tidak akan meleset."
Meskipun otoritas Iran belum memberikan klarifikasi resmi, media internasional menilai tayangan ini sebagai salah satu ancaman paling terbuka terhadap Presiden AS.
Pesan ini muncul di saat Washington tengah menimbang opsi militer akibat tekanan krisis ekonomi dan kerusuhan di Teheran.
Di tengah ancaman tersebut, Presiden Trump sempat mengeluarkan pernyataan yang sedikit lebih tenang. Ia mengaku menunda rencana serangan setelah menerima informasi bahwa eksekusi terhadap pengunjuk rasa telah dihentikan oleh otoritas Iran.