Pilkada Dipilih DPRD Belum Prioritas, Mensesneg: Bukan Langkah Mundur, Cuma Wacana Parpol

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 19 Januari 2026 | 14:44 WIB
Pilkada Dipilih DPRD Belum Prioritas, Mensesneg: Bukan Langkah Mundur, Cuma Wacana Parpol
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan wacana Pilkada dipilih DPRD bukan inisiatif pemerintah dan bukan prioritas saat ini.
  • Pemerintah memposisikan diri sebagai pendengar aspirasi partai politik mengenai dinamika Pilkada yang berkembang di internal.
  • Pemerintah menjamin sistem Pilpres tetap dipilih langsung oleh rakyat dan tidak ada rencana perubahan mekanisme tersebut.

Suara.com - Istana Kepresidenan akhirnya buka suara mengenai polemik pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang diwacanakan kembali dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa gagasan tersebut saat ini belum menjadi prioritas pemerintah dan secara tegas menepis anggapan bahwa hal itu merupakan sebuah langkah mundur bagi demokrasi Indonesia.

Menurut Prasetyo, wacana tersebut murni merupakan dinamika dan buah pemikiran yang berkembang di internal masing-masing partai politik, bukan inisiatif dari pemerintah.

Pernyataan ini sekaligus merespons sorotan publik yang mengaitkan wacana ini dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai tingginya biaya politik dan risiko korupsi dalam sistem pilkada langsung.

Pemerintah, kata Prasetyo, memposisikan diri sebagai pendengar aspirasi dan menghormati proses yang berjalan di level partai politik sebagai salah satu pilar pembentuk undang-undang.

"Bukan mundur dong, ini kan pembahasan itu kan masing-masing partai. Wacana itu kan adalah buah pemikiran dari masing-masing partai. Dari masing-masing partai, kami sebagai pemerintah, sekali lagi kami sampaikan bahwa itu ada di partai masing-masing,” ujar Prasetyo Hadi usai melakukan pertemuan koordinasi dengan pimpinan DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil sikap dan berkomitmen untuk menyerap seluruh masukan dari berbagai elemen sebelum melangkah lebih jauh terkait revisi aturan kepemiluan.

“Dan kita pada posisi, kita mendengarkan aspirasi dari masyarakat dan partai-partai politik,” tambahnya.

Di tengah ketidakpastian soal sistem Pilkada, Prasetyo justru memberikan penegasan yang sangat keras dan tidak bisa ditawar terkait mekanisme Pemilihan Presiden (Pilpres).

baca juga

Ia menjamin bahwa sistem pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat adalah harga mati dan tidak ada sedikit pun rencana untuk mengembalikannya ke tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

“Salah satu poinnya tentang pemilihan presiden, yang memang tidak ada sama sekali. Bahkan wacana pun tidak ada untuk melakukan perubahan sistem pemilihan presiden, jadi misalnya dipilih oleh MPR atau tidak dipilih langsung oleh rakyat, itu tidak ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa pertemuan antara pemerintah dan pimpinan DPR hari itu merupakan agenda koordinasi rutin.

Salah satu fokusnya adalah menyamakan catatan terkait rencana revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang sudah resmi masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Namun, untuk wacana Pilkada oleh DPRD, ia memastikan bahwa secara formal usulan tersebut belum masuk dalam daftar pembahasan prioritas.

Artinya, jalan bagi gagasan ini untuk menjadi undang-undang masih sangat panjang dan belum menjadi agenda resmi antara pemerintah dan parlemen.

“Bahwa berkenan dengan masalah wacana yang berkembang, tentang pemilihan kepala daerah yang dipilih oleh DPRD, itu memang secara formil tidak masuk di dalam prolegnas. Sehingga belum untuk menjadi prioritas dibicarakan baik oleh DPR dengan pemerintah,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Tegaskan Revisi UU Pilkada Tak Masuk Prolegnas, Tepis Isu Pemilihan via DPRD

DPR Tegaskan Revisi UU Pilkada Tak Masuk Prolegnas, Tepis Isu Pemilihan via DPRD

News | Senin, 19 Januari 2026 | 13:19 WIB

Istana Bicara Soal RUU Anti Propaganda Asing, Berpotensi Bungkam Kritik?

Istana Bicara Soal RUU Anti Propaganda Asing, Berpotensi Bungkam Kritik?

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 13:28 WIB

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:16 WIB

Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presiden Partai Buruh: Cuma Untungkan Bandar Politik!

Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presiden Partai Buruh: Cuma Untungkan Bandar Politik!

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:52 WIB

RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital

RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:40 WIB

Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?

Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:51 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas

Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:02 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

×