BGN Siap Pangkas Tengkulak, Janji Hubungkan Petani Langsung ke Dapur MBG

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:58 WIB
BGN Siap Pangkas Tengkulak, Janji Hubungkan Petani Langsung ke Dapur MBG
Juru Bicara BGN, Dian Fatwa. (Suara.com/Lilis)
  • BGN berencana menjadi penghubung langsung petani dan dapur MBG untuk mengatasi ketidaksesuaian rantai pasok pangan.
  • Petani saat ini memproduksi komoditas berdasarkan pasar umum, menyebabkan kesenjangan besar dengan kebutuhan spesifik dapur MBG Jakarta.
  • Rencana BGN meliputi pemetaan kesenjangan dan penyusunan kalender tanam harian guna menjamin pasokan stabil dan kepastian harga bagi petani.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menjadi penghubung langsung antara petani dan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengatasi kesenjangan rantai pasok pangan, khususnya antara daerah produsen dan wilayah konsumsi seperti Jakarta.

Komitmen itu disampaikan Juru Bicara BGN, Dian Fatwa, usai acara Food Hub yang digelar BGN berupa diskusi bersama perwakilan puluhan petani di kawasan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

Dian mengungkapkan, kebutuhan bahan pangan dapur MBG di Jakarta sangat besar, sementara produksi petani di Cianjur justru mengalami kelebihan pasokan, meski dengan jenis komoditas yang tidak selalu sesuai kebutuhan dapur MBG.

“Kebutuhan dapur di Jakarta cukup besar, sementara produksi dari sini sebetulnya oversupply, tapi dengan bahan yang berbeda,” kata Dian, Selasa (20/1/2026).

Menurut Dian, selama ini petani menanam komoditas berdasarkan permintaan pasar umum, bukan berdasarkan kebutuhan spesifik dapur MBG. Akibatnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG itu kerao alami kesulitan mencari bahan pangan atau mendapatkannya dengan harga mahal.

Ia mencontohkan kebutuhan jagung untuk dapur MBG di Jakarta yang mencapai 240 ton per bulan. Sementara itu, kemampuan produksi petani saat ini hanya sekitar 30 ton per bulan.

“Jadi ada gap sekitar 210 ton yang belum terpenuhi. Ini baru khusus kebutuhan Jakarta saja,” ujarnya.

BGN akan memulai dengan memetakan kesenjangan rantai pasok tersebut agar produksi petani dapat disesuaikan langsung dengan kebutuhan dapur MBG.

“Fungsi (Food Hub) kita hari ini adalah memetakan kesenjangan rantai pasoknya. Kalau petanya sudah kelihatan, kita akan sesuaikan apa yang bisa diproduksi oleh petani,” kata Dian.

BGN, lanjut Dian, akan menyusun kalender tanam secara detail bagi petani, mulai dari waktu menanam, pemupukan, hingga panen. Pola ini diharapkan mendorong panen harian, bukan panen besar musiman.

“Mereka tidak harus panen besar, tapi panen setiap hari. Dengan begitu petani dapat pemasukan yang ajeg dan kepastian harga,” jelasnya.

Dian menekankan, kepastian harga menjadi salah satu kunci utama untuk melindungi petani dari praktik tengkulak yang selama ini merugikan.

Ia mencontohkan harga sayur pokcoy di tingkat petani yang kerap jatuh drastis saat terjadi kelebihan pasokan. Dalam kondisi normal, petani hanya mendapatkan Rp1.500 hingga Rp2.000 per kilogram, bahkan bisa turun hingga Rp500 saat oversupply. Sementara di Jakarta, harga komoditas yang sama bisa mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

Kehadiran BGN, menurutnya, akan memotong rantai pasok 6-7 lapisan, sehingga dengan begitu biaya ongkos lebih murah dan harga produk pun tetap normal.

Dengan skema pembelian langsung oleh dapur MBG, Dian menilai petani tetap bisa mendapatkan harga yang layak, meskipun di bawah harga pasar Jakarta. Di sisi lain, dapur MBG memperoleh pasokan bahan pangan yang stabil dan berkelanjutan.

“Petani dapat kepastian, dapur dapat supply yang ajeg dan sustainable. Jadi dapur tidak akan kesulitan di pasar,” kata Dian.

BGN berharap pola kemitraan langsung ini dapat memperkuat ketahanan rantai pasok program Makan Bergizi Gratis sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BGN Akui Sejumlah Dapur MBG Belum Sesuai Standar, Penyebabnya Program Percepatan

BGN Akui Sejumlah Dapur MBG Belum Sesuai Standar, Penyebabnya Program Percepatan

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 09:09 WIB

Berniat Irit Dana MBG, Pengelola SPPG Malah Gigit Jari: Uang Sisa Rp 2 Miliar Balik ke Kas Negara

Berniat Irit Dana MBG, Pengelola SPPG Malah Gigit Jari: Uang Sisa Rp 2 Miliar Balik ke Kas Negara

News | Senin, 19 Januari 2026 | 17:49 WIB

Unik dan Edukatif, Relawan Berkostum Warokan Bagikan MBG di Sekolah

Unik dan Edukatif, Relawan Berkostum Warokan Bagikan MBG di Sekolah

Foto | Senin, 19 Januari 2026 | 16:16 WIB

Terkini

Sikat Sampai Akarnya! KPK Didesak Transparan Bongkar Mafia Imigrasi yang Seret Silmy Karim

Sikat Sampai Akarnya! KPK Didesak Transparan Bongkar Mafia Imigrasi yang Seret Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:43 WIB

Tragedi di Lampu Merah Cengkareng, Pemotor Wanita Tewas Terlindas Kontainer saat Dibonceng Ayah

Tragedi di Lampu Merah Cengkareng, Pemotor Wanita Tewas Terlindas Kontainer saat Dibonceng Ayah

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:31 WIB

Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun

Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:23 WIB

Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor

Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:12 WIB

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:48 WIB

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat

Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:26 WIB

Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus

Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:51 WIB

Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?

Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:50 WIB

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:44 WIB