Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 23 Januari 2026 | 23:45 WIB
Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia
Prof. Dr. Yusriani Sapta Dewi, M.Si., Guru Besar Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik USNI. (Dok. Ist)
  • Indonesia menghadapi fase bonus demografi krusial yang harus dioptimalkan untuk transisi energi hijau, bukan jaminan kemajuan otomatis.
  • Prof. Yusriani menekankan Generasi Z sebagai motor utama transformasi yang harus didorong menjadi inovator energi hijau.
  • Optimalisasi bonus demografi memerlukan peningkatan kualitas SDM, lapangan kerja produktif, serta kebijakan publik berbasis riset terapan.

Suara.com - Indonesia tengah berada di fase krusial sejarah kependudukan dengan hadirnya bonus demografi, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Momentum ini dinilai menjadi peluang besar sekaligus tantangan, terutama dalam menjawab persoalan transisi energi hijau dan krisis lingkungan global.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Yusriani Sapta Dewi, M.Si., usai dikukuhkan sebagai Guru Besar Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) dalam Sidang Terbuka Senat Universitas yang digelar di Auditorium Kampus USNI, Jakarta.

Dalam orasi ilmiah bertajuk “Dari Potensi Menuju Prestasi: Mengoptimalkan Bonus Demografi dan Semangat Generasi Z untuk Transisi Energi Hijau yang Berdampak”, Prof. Yusriani menegaskan bahwa bonus demografi bukanlah jaminan otomatis menuju kemajuan bangsa.

Data menunjukkan sekitar 69,5 persen penduduk Indonesia saat ini berada pada usia produktif, dengan puncak bonus demografi diproyeksikan terjadi pada periode 2030–2035. Menurut Prof. Yusriani, peluang ini hanya akan berdampak positif jika diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja produktif, serta kebijakan pembangunan yang berpandangan jangka panjang.

“Bonus demografi bisa menjadi kekuatan pembangunan, tetapi juga berpotensi berubah menjadi beban demografi jika tidak dikelola dengan tepat,” ujarnya.

Ia mengingatkan risiko meningkatnya pengangguran terdidik, ketimpangan sosial, hingga fenomena aging before rich—kondisi ketika masyarakat menua sebelum mencapai kesejahteraan ekonomi—jika bonus demografi gagal dimanfaatkan secara strategis.

Dalam konteks tersebut, Prof. Yusriani menempatkan Generasi Z sebagai aktor kunci. Generasi yang tumbuh di era digital ini dinilai memiliki keunggulan dalam literasi teknologi, kemampuan adaptasi, serta kesadaran yang relatif tinggi terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

“Generasi Z bukan sekadar penerus pembangunan, tetapi motor utama transformasi ekonomi dan sosial. Mereka memiliki potensi besar untuk mendorong agenda transisi energi hijau,” katanya.

Menurut Prof. Yusriani, momentum bonus demografi Indonesia berlangsung beriringan dengan tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, krisis energi, hingga degradasi lingkungan. Sektor energi, yang masih menjadi penyumbang emisi karbon terbesar, menempatkan transisi menuju energi hijau sebagai keharusan, bukan pilihan.

Ia menegaskan bahwa tantangan utama transisi energi hijau tidak terletak pada ketersediaan sumber daya alam, melainkan pada kesiapan sistem, kebijakan, dan kualitas sumber daya manusia. Padahal, Indonesia memiliki potensi besar energi terbarukan seperti surya, hidro, panas bumi, dan bioenergi yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Untuk menjembatani bonus demografi dan agenda transisi energi hijau, Prof. Yusriani mengusulkan tiga strategi utama.

Pertama, reorientasi kurikulum pendidikan tinggi berbasis riset terapan dan pembelajaran berbasis masalah.

Kedua, penguatan kewirausahaan hijau yang melibatkan Generasi Z sebagai inovator ekonomi berkelanjutan.

Ketiga, keberanian intelektual dalam kebijakan publik yang berpijak pada kebenaran ilmiah.

“Generasi Z harus didorong bukan hanya sebagai pengguna teknologi energi bersih, tetapi sebagai pencipta inovasi dan pemimpin masa depan sektor energi hijau,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Mega Syariah: Tabungan Haji Kelompok Gen Z Tumbuh 39,1 Persen

Bank Mega Syariah: Tabungan Haji Kelompok Gen Z Tumbuh 39,1 Persen

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 11:53 WIB

Gen Z, Homeless Media, dan Kesadaran akan Kebenaran Informasi

Gen Z, Homeless Media, dan Kesadaran akan Kebenaran Informasi

Opini | Senin, 19 Januari 2026 | 12:23 WIB

Minuman Beralkohol vs Kopi Gula Aren: Gen Z Lawan Emisi Bikin Industri Miras Gigit Jari

Minuman Beralkohol vs Kopi Gula Aren: Gen Z Lawan Emisi Bikin Industri Miras Gigit Jari

Your Say | Minggu, 18 Januari 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

News | Sabtu, 25 April 2026 | 20:12 WIB

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:50 WIB

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:10 WIB

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:40 WIB

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:19 WIB

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:15 WIB

Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok

Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:28 WIB

Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran

Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:22 WIB

Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!

Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:17 WIB

Tercekik Harga BBM, Transjakarta Siap Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Tercekik Harga BBM, Transjakarta Siap Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Sabtu, 25 April 2026 | 16:58 WIB