- Dokter Rosa, mitra GrabCar di Surabaya, membantu penumpang melahirkan darurat di mobil pada Senin malam, 19 Januari 2026.
- Persalinan darurat terjadi karena ibu hamil tidak rutin periksa dan tidak menyadari usia kehamilannya yang berisiko.
- Manajemen Grab mengapresiasi profesionalisme Dokter Rosa, yang memilih menjadi pengemudi untuk mengisi waktu luang produktif.
Suara.com - Sebuah kisah kemanusiaan yang luar biasa datang dari Surabaya, di mana seorang dokter yang juga berprofesi sebagai mitra pengemudi GrabCar, sigap membantu penumpangnya melahirkan di dalam mobil.
Peristiwa menegangkan sekaligus mengharukan ini menyorot sosok Dokter Rosa, yang menunjukkan profesionalisme medisnya di saat yang paling tak terduga.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (19/1/2026) malam, saat itu Dokter Rosa sedang menjalankan rutinitasnya mencari penumpang atau on-bid.
Malam itu, ia tidak menyangka bahwa keahlian medisnya akan sangat dibutuhkan dalam sebuah perjalanan yang akan selamanya ia kenang.
Seorang penumpang wanita yang dijemputnya tiba-tiba mengalami kontraksi hebat dan menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Tanpa panik, Dokter Rosa segera menepikan kendaraannya dan mengubah mobilnya menjadi 'ruang bersalin' darurat.
"Saya senang bisa menolong banyak orang, terutama yang membutuhkan penanganan medis. Saya sudah tidak ingat berapa kali membantu. Tapi pengalaman menolong persalinan di dalam mobil itu sangat berkesan,” tuturnya.
Kehamilan 'Kebobolan' yang Tak Terduga
Menurut penuturan Dokter Rosa, kondisi kehamilan penumpang tersebut tergolong unik dan berisiko tinggi. Sang ibu ternyata tidak menyadari usia pasti kehamilannya karena tidak pernah melakukan pemeriksaan medis rutin.
Secara fisik pun, penampilannya tidak seperti wanita yang sedang hamil tua, membuat persalinan mendadak ini menjadi sebuah kejutan besar.
Berkat ketenangan dan keahlian Dokter Rosa, proses persalinan di dalam mobil tersebut berjalan lancar hingga bantuan medis lebih lanjut tiba.
Kisah ini pun sampai ke telinga manajemen Grab Indonesia. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam atas tindakan heroik yang dilakukan oleh mitranya.
“Fakta bahwa mitra pengemudi kami juga merupakan tenaga medis menunjukkan bagaimana fleksibilitas Grab memungkinkan individu dengan latar belakang dan keahlian yang beragam untuk memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat, bahkan dalam situasi yang tidak terduga,” ujar Neneng Goenadi.
Alasan Mulia di Balik Kemudi
Bagi sebagian orang, mungkin terdengar aneh seorang dokter memilih untuk menjadi pengemudi taksi online. Namun, bagi Dokter Rosa yang telah bergabung sejak Oktober tahun lalu, ini adalah pilihan sadar untuk mengisi waktu luang secara produktif setelah tanggung jawab utamanya sebagai dokter dan ibu rumah tangga selesai.
“Pada akhirnya saya memilih menyalurkan waktu dengan menjadi driver online. Lumayan untuk tambahan jajan anak-anak. Selain itu, saya bisa bertemu banyak orang, menambah wawasan, bahkan membantu mereka yang sedang membutuhkan,” ujarnya.
Fleksibilitas menjadi alasan utama. Jadwal kerja sebagai tenaga medis yang tidak menentu serta perannya sebagai seorang ibu membuatnya membutuhkan pekerjaan sampingan yang tidak terikat waktu.
“Grab memberi saya ruang untuk bekerja saat saya mampu,” katanya.
Penghasilan tambahan dari GrabCar ia manfaatkan untuk menopang kebutuhan harian keluarga. Namun lebih dari itu, menjadi mitra pengemudi memberinya kesempatan untuk terus mengabdi kepada masyarakat dalam kapasitas yang berbeda.
Neneng Goenadi menambahkan bahwa kisah Dokter Rosa adalah cerminan dari nilai-nilai yang ingin dibangun dalam ekosistem Grab.
“Fleksibilitas adalah tentang membuka ruang agar mitra dapat menjalani peran hidupnya secara utuh—sebagai profesional, anggota keluarga, sekaligus bagian dari komunitas. Kami sangat mengapresiasi tindakan cepat dan penuh empati Dokter Rosa,” lanjutnya.
Meski mendapat banyak pujian, Dokter Rosa tetap rendah hati. Ia menolak disebut sebagai pahlawan dan merasa hanya menjalankan apa yang seharusnya ia lakukan sebagai sesama manusia dan seorang tenaga medis.
“Saya hanya bersyukur masih bisa berguna untuk orang lain,” ucapnya.