DPR Minta Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Jangan Sampai Sia-sia Akibat Lingkungan Tak Terurus

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:24 WIB
DPR Minta Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Jangan Sampai Sia-sia Akibat Lingkungan Tak Terurus
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. (Tangkap layar)
  • Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta penanganan infrastruktur pasca-bencana di Sumatra dan Aceh harus komprehensif dan tidak parsial.
  • Perbaikan infrastruktur harus mencakup penataan lingkungan sekitar, seperti sungai, agar kerusakan tidak terulang kembali.
  • Lasarus mengingatkan perlunya pemeliharaan infrastruktur nasional secara merata untuk mencegah munculnya permasalahan ekonomi baru.

Suara.com - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengingatkan Pemerintah agar penanganan infrastruktur pasca-bencana yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Sumatra dan Aceh, tidak dilakukan secara parsial.

Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan dan jembatan harus menyentuh perbaikan lingkungan di sekitarnya agar kerusakan serupa tidak terulang.

Hal tersebut disampaikan Lasarus dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian terkait di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

"Saya ingin sedikit memberi tanggapan. Pak Menteri, kalau jalannya rusak kita perbaiki jalannya, perbaiki jembatannya, tapi lingkungan jalan dan lingkungan jembatan itu berada, itu kapan pun bisa merusak jalan itu kembali kalau tidak ditangani," kata Lasarus dalam rapat.

Lasarus yang telah meninjau langsung lokasi bencana menyoroti kondisi sungai-sungai di wilayah terdampak yang kini telah rata dengan tanah akibat sedimentasi dan material longsor.

Menurutnya, memperbaiki jembatan tanpa menata kembali alur sungai adalah langkah yang sia-sia.

"Kalau hanya diperbaiki jembatannya saja, terus aluran sungainya bagaimana? Alur sungai ini harus diarahkan, Pak. Kalau alur air ini tidak diarahkan, dia akan merusak ke mana-mana tempat," kata dia.

"Tentu penanganan ini harus secara komprehensif, terencana, dan tentunya juga kami dari Komisi V ini memastikan segalanya terukur. Kalau segalanya terukur, kita bisa ukur dari sisi waktu, kita bisa ukur dari sisi kebutuhan pembiayaan yang diperlukan," lanjutnya.

Lebih lanjut, legislator PDI Perjuangan ini mengingatkan pemerintah agar tidak hanya terpaku pada penanganan bencana di Sumatra dan Aceh saja.

Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi infrastruktur yang sudah ada di seluruh pelosok Indonesia untuk mencegah munculnya "bencana baru" akibat pembiaran perawatan.

"Pertama, kondisi infrastruktur harus terjaga dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai Pulau Rote. Yang kedua, untuk mendorong pertumbuhan tentu kita harus meningkatkan pembangunan infrastruktur kita menyentuh tempat-tempat baru, pusat-pusat produksi yang kondisi infrastrukturnya hari ini tidak memadai. Mengakibatkan apa? Mengakibatkan produksi biaya tinggi di masyarakat," jelasnya.

Lasarus juga mengaitkan masalah infrastruktur ini dengan ketahanan pangan dan harga kebutuhan pokok.

Ia mencontohkan bagaimana biaya logistik yang tinggi akibat infrastruktur yang buruk membuat harga beras domestik sulit bersaing dengan beras impor.

"Timbullah beras lebih mahal beras kita di dalam negeri daripada beras yang kita impor dari luar. Karena di luar biaya produksinya lebih murah, kita mahal. Akhirnya harga beras di Bulog tidak bisa menandingi harga beras premium dari luar. Itu kondisi hari ini dan ini harus segera kita perbaiki," lanjutnya.

Lebih lanjut, Lasarus mendesak pemerintah untuk tetap disiplin dalam memelihara aset infrastruktur nasional di tengah masifnya alokasi anggaran untuk penanggulangan bencana saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai

Mendes PDT: 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Banjir, Beberapa Berubah Jadi Sungai

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 18:09 WIB

28 Perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Dicabut Izin Usahanya oleh Satgas PKH, Apa Alasannya?

28 Perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Dicabut Izin Usahanya oleh Satgas PKH, Apa Alasannya?

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 16:38 WIB

Indeks Perkembangan Harga Tiga Provinsi Terdampak Bencana Turun Signifikan

Indeks Perkembangan Harga Tiga Provinsi Terdampak Bencana Turun Signifikan

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 14:13 WIB

Waspada Angin Kencang, 51 Rumah Hingga Sekolah di Cilincing Sudah Porak-Poranda

Waspada Angin Kencang, 51 Rumah Hingga Sekolah di Cilincing Sudah Porak-Poranda

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 10:06 WIB

Peran BUMN Tangani Bencana Diapresiasi

Peran BUMN Tangani Bencana Diapresiasi

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 23:13 WIB

Terkini

Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!

Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:44 WIB

Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:42 WIB

Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung

Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:40 WIB

Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing

Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:38 WIB

Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar

Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:29 WIB

Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi

Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:19 WIB

Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM

Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:16 WIB

DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!

DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:11 WIB

Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging

Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:07 WIB

Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini

Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:06 WIB