JATAM: Negara Lindungi Korporasi Terafiliasi Elite di Balik Bencana Sumatra

Bella, Lilis Varwati

Kamis, 22 Januari 2026 | 19:27 WIB
JATAM: Negara Lindungi Korporasi Terafiliasi Elite di Balik Bencana Sumatra
Arsip - Banjir Sumatra (Instagram/suaradotcom)
baca 10 detik
  • Satgas PKH mencabut izin 28 perusahaan, namun JATAM menilai langkah ini tidak menyelesaikan akar masalah kejahatan lingkungan di Sumatra.
  • JATAM menganggap pencabutan izin adalah reaksi politik palsu tanpa disertai penegakan hukum pidana atau perdata korporasi.
  • Bencana di Sumatra per 21 Januari 2026 menewaskan 1.200 orang, sementara pemerintah dinilai melindungi korporasi dari tanggung jawab pemulihan.

Suara.com - Pencabutan izin 28 perusahaan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dinilai Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) tidak menyentuh akar persoalan kejahatan lingkungan dan kemanusiaan di Sumatra.

Kebijakan tersebut dianggap sebagai langkah reaktif yang sarat kepalsuan politik karena tidak disertai penegakan hukum pidana maupun perdata terhadap korporasi pelaku perusakan lingkungan.

Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 21 Januari 2026, bencana banjir dan longsor di Sumatra telah menyebabkan 1.200 orang meninggal dunia, 143 orang dinyatakan hilang, serta 113,9 ribu warga masih mengungsi. Namun demikian, JATAM menilai negara justru memilih jalan pintas dengan mencabut izin tanpa menyeret perusahaan ke meja hijau.

“Pencabutan izin telah memperlihatkan tindakan reaktif yang penuh dengan kepalsuan politik dari pemerintah. Kebijakan ini bukanlah bentuk keberpihakan kepada warga dan korban, melainkan upaya cuci tangan kekuasaan setelah bertahun-tahun membiarkan korporasi ekstraktif merampok ekosistem Sumatra secara sistematis,” ujar Koordinator Nasional JATAM, Melky Nahar, dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Menurut JATAM, negara seolah berpura-pura bertindak tegas, namun pada saat yang sama justru melindungi korporasi dari tanggung jawab pidana dan perdata. Tidak ada kewajiban pemulihan sosial-ekologis yang jelas, tidak ada perhitungan kerugian lingkungan, serta tidak ada jaminan perusahaan-perusahaan tersebut tidak akan kembali beroperasi dengan nama atau badan hukum baru.

Melky menilai pemerintah secara sadar melindungi kepentingan korporasi yang memiliki kedekatan struktural dengan pusat kekuasaan.

“Kondisi ini memperlihatkan bahwa Presiden Prabowo melindungi para penjahat lingkungan dan kemanusiaan,” kritiknya.

Ia juga menyinggung jejak keterkaitan antara pengurus negara, pejabat partai politik, serta elite nasional dengan perusahaan tambang, kehutanan, dan perkebunan di wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dinilai masih terlindungi.

JATAM mencatat adanya keterhubungan antara wilayah terdampak banjir dan longsor dengan konsesi perusahaan yang kepemilikan saham, jajaran direksi, hingga komisarisnya berkelindan dengan lingkar kekuasaan nasional. Relasi tersebut dinilai menciptakan konflik kepentingan akut, di mana pengurus negara berperan ganda sebagai regulator sekaligus pelindung kepentingan bisnis.

baca juga

“Tidak ada banjir yang surut hanya karena selembar izin dicabut. Tanpa kewajiban pemulihan lingkungan, audit kerusakan sosial-ekologis, serta penegakan hukum yang seharusnya terhadap korporasi, kebijakan ini hanya akan menjadi pelengkap dari program penghancuran ruang hidup warga di masa mendatang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Dukung Pencabutan Izin Tambang Emas Martabe, KLH Dorong ke Bareskrim

Bahlil Dukung Pencabutan Izin Tambang Emas Martabe, KLH Dorong ke Bareskrim

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 18:46 WIB

Lewat Karya Visual, Siswa Ini Angkat Kepedulian Terhadap Lingkungan dan Satwa

Lewat Karya Visual, Siswa Ini Angkat Kepedulian Terhadap Lingkungan dan Satwa

Lifestyle | Kamis, 22 Januari 2026 | 16:32 WIB

JATAM Tuding Pencabutan Izin Perusak Hutan Cuma Sandiwara Politik Redam Amarah Publik

JATAM Tuding Pencabutan Izin Perusak Hutan Cuma Sandiwara Politik Redam Amarah Publik

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 16:07 WIB

Momen Prabowo Bertemu Raja Charles III, Konservasi Gajah Jadi Sorotan

Momen Prabowo Bertemu Raja Charles III, Konservasi Gajah Jadi Sorotan

Foto | Kamis, 22 Januari 2026 | 10:00 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sekolah di Sumbar-Sumut Mulai Normal 100 persen, di Aceh Baru 95 persen

Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sekolah di Sumbar-Sumut Mulai Normal 100 persen, di Aceh Baru 95 persen

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 21:38 WIB

Kejagung Masih Dalami Dugaan Tindak Pidana 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Buntut Banjir Sumatra

Kejagung Masih Dalami Dugaan Tindak Pidana 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Buntut Banjir Sumatra

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 19:26 WIB

Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Kuta Bali Dibanjiri Sampah

Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Kuta Bali Dibanjiri Sampah

Foto | Selasa, 20 Januari 2026 | 09:30 WIB

WRI Indonesia dan UK PACT Buka FIRST Bootcamp, Cetak Pemimpin Muda untuk Transportasi Sustainable

WRI Indonesia dan UK PACT Buka FIRST Bootcamp, Cetak Pemimpin Muda untuk Transportasi Sustainable

News | Senin, 19 Januari 2026 | 14:54 WIB

137 Ton Sampah Diangkut dari Tanggul Muara Baru, DLH DKI Targetkan 5 Hari Selesai

137 Ton Sampah Diangkut dari Tanggul Muara Baru, DLH DKI Targetkan 5 Hari Selesai

News | Senin, 19 Januari 2026 | 13:57 WIB

Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

News | Minggu, 18 Januari 2026 | 14:02 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×