Guru Besar UGM: Gabung Dewan Perdamaian Trump dan Bayar Rp16,7 T Adalah Blunder Fatal

Erick Tanjung | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:09 WIB
Guru Besar UGM: Gabung Dewan Perdamaian Trump dan Bayar Rp16,7 T Adalah Blunder Fatal
Presiden Prabowo menandatangani Piagam Dewan Perdamaian untuk Gaza yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump (Instagram/presidenrepublikindonesia)
  • Guru Besar UGM menilai bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian Trump adalah blunder kebijakan luar negeri.
  • Inisiatif BoP dianggap manifestasi kejumawaan Trump dan bermotif ekonomi, bukan murni untuk perdamaian dunia.
  • Posisi Indonesia dinilai melemah dan Dewan Keamanan PBB tetap dianggap lebih baik daripada BoP.

Suara.com - Guru Besar Departemen Hubungan Internasional Fisipol UGM, Nur Rachmat Yuliantoro, menyoroti masuknya Indonesia dalam keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan itu dinilai blunder dari sisi kebijakan politik luar negeri.

Nur menegaskan bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam BoP menciptakan dilema bagi prinsip Indonesia sendiri, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengapa negara ini bergabung ke dalam badan 'perdamaian' yang justru diketuai oleh pendukung utama genosida.

Hal tersebut, bagi Nur, jelas bertentangan dengan amanat Konstitusi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

"Secara internasional, hal ini akan melemahkan posisi Indonesia di mata mereka yang berjuang mendukung Palestina," kata Nur, Rabu (28/1/2026).

Menurut Nur, inisiatif BoP tersebut bukan sepenuhnya upaya untuk membantu menyelesaikan persoalan konflik. Justru, BoP merupakan bagian dari respons Trump yang marah besar ketika tidak mendapatkan Nobel Perdamaian.

"Apa yang dilakukan oleh Trump ini bisa dilihat dari bagaimana ia sebagai individu, bukan sebagai Presiden AS, menunjuk dirinya sendiri sebagai Ketua BoP, yang kemudian memunculkan penolakan keras dari sekutu-sekutu Amerika di Eropa," ujarnya.

Nur memaparkan bahwa ketidakpercayaan Amerika Serikat terhadap PBB bukan menjadi faktor utama dari inisiatif pembentukan BoP. Ada kepentingan geopolitik AS yang juga berperan dalam hal ini.

Namun, ia menilai Donald Trump tidak bisa menjelaskan semua hal tersebut. Sementara itu, pembentukan BoP merupakan manifestasi kejumawaan Trump yang bertemu dengan dukungan dari pengikut garis kerasnya.

Ia menambahkan, regulasi terkait iuran hampir Rp17 triliun yang harus dibayarkan oleh setiap negara yang ingin menjadi anggota tetap BoP mencerminkan sifat transaksional kebijakan luar negeri Trump.

"Saya kira kepentingan ekonomi adalah motif sebenarnya dari pembentukan BoP, bukan perdamaian dunia," tegasnya.

Nur belum sepenuhnya melihat inisiatif tersebut memiliki orientasi terhadap perdamaian.

Meskipun masih terlalu dini untuk menilai orientasi dan kinerja BoP secara lebih utuh, Nur mengaku pesimistis setelah melihat struktur keanggotaan dewan tersebut. Menurutnya, BoP hanya akan menjadi arena unjuk kekuatan.

"Negara-negara anggota BoP sekalipun sudah membayar iuran wajib, tampaknya tidak akan berdaya menghadapi tekanan kepentingan yang didesakkan oleh Trump," ujarnya.

Keikutsertaan Indonesia dalam inisiatif ini, bagi Nur, merupakan sebuah blunder kebijakan politik luar negeri atau dapat dikatakan sebagai kesalahan diplomasi yang sangat fatal. Terlebih, ditambah keharusan Indonesia untuk membayar iuran sebesar Rp16,7 triliun.

Nur menyebut Indonesia sudah tahu ke mana arah harus memberi dukungan kepada multilateralisme, khususnya dalam menyelesaikan urusan-urusan internasional serta menjaga kestabilan, keamanan, dan kemakmuran dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akui Iuran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Sebagian Besar Dibiayai APBN

Purbaya Akui Iuran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Sebagian Besar Dibiayai APBN

Bisnis | Kamis, 29 Januari 2026 | 11:28 WIB

Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo

Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 21:06 WIB

Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Bahlil Jadi Ketua

Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Bahlil Jadi Ketua

Foto | Rabu, 28 Januari 2026 | 19:49 WIB

Terkini

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:43 WIB

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:45 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB