Baca 10 detik
- Kementerian Kehakiman AS merilis jutaan dokumen rahasia Jeffrey Epstein pada Jumat, 30 Januari 2026, sesuai undang-undang transparansi.
- Nama Donald Trump muncul lebih dari 5.300 kali, termasuk tuduhan pelecehan remaja yang terjadi sekitar 35 tahun lampau.
- Otoritas mengingatkan bahwa data yang dirilis mencakup informasi mentah yang kredibilitasnya masih dipertanyakan dan belum terverifikasi.
Sementara itu, Donald Trump secara konsisten menampik segala tuduhan miring terkait hubungan gelapnya dengan sang pengusaha predator seks tersebut.
Jeffrey Epstein sendiri diketahui telah mengembuskan napas terakhir di balik jeruji besi pada 2019, saat tengah menanti proses persidangan.