Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri

Vania Rossa

Senin, 02 Februari 2026 | 16:10 WIB
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli. (Suara.com/Dea)
baca 10 detik
  • Politisi PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, mengkritik dukungan total Presiden Jokowi terhadap PSI.
  • Guntur menuding ambisi kekuasaan keluarga telah mendorong Jokowi melanggar etika dan konstitusi politik.
  • Dukungan terbuka Jokowi kepada PSI dinilai sebagai bentuk pengkhianatan politik terhadap partainya, PDIP.

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, melontarkan kritik keras terhadap manuver politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai Jokowi kini menunjukkan dukungan terbuka dan total kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Menurut Guntur, langkah tersebut menandai perubahan prioritas politik Jokowi yang dinilai lebih berfokus pada masa depan kekuasaan keluarga ketimbang kepentingan bangsa secara luas.

Dukungan ke PSI Dinilai Terlalu Jauh

Guntur menyebut Jokowi saat ini berada dalam posisi “mati-matian” mendukung PSI. Ia menilai, intensitas dukungan tersebut tidak lagi sekadar sikap politik biasa, melainkan mencerminkan keterlibatan personal yang sangat dalam.

“Tak ada yang dipikirkan oleh Jokowi setiap detik, yang menjadi beban hidupnya sehingga menderita secara batin sampai-sampai diserang penyakit yang misterius, kecuali terus memikirkan bagaimana ia dan keluarganya harus berkuasa,” ujar Guntur dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).

Pernyataan itu menggambarkan pandangan Guntur bahwa ambisi politik keluarga disebut telah menjadi beban psikologis bagi Jokowi sendiri.

Tuduhan Penyimpangan Kekuasaan

Lebih jauh, Guntur menuding ambisi tersebut berdampak pada cara-cara politik yang dinilainya mencederai demokrasi. Ia menyebut adanya dugaan praktik yang melanggar etika politik dan semangat konstitusi.

“Sayangnya hal itu dilakukan oleh Jokowi dengan menghalalkan segala cara: berkhianat, berbohong, politik adu domba, mengangkangi konstitusi, cawe-cawe ke lembaga penegak hukum, untuk memastikan dia dan keluarganya terus memegang kekuasaan,” tegasnya.

baca juga

Tudingan tersebut merujuk pada sejumlah peristiwa politik nasional, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi yang membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden, serta sikap Jokowi yang dinilai menunjukkan keberpihakan pada PSI.

Dianggap Mengkhianati PDIP

Sebagai kader yang dibesarkan PDI Perjuangan, Jokowi dinilai telah menjauh dari partai yang mengusungnya menjadi presiden selama dua periode. Guntur menyebut dukungan terbuka kepada PSI sebagai bentuk pengkhianatan politik terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menurutnya, dinamika ini bukan sekadar perbedaan pilihan politik, tetapi mencerminkan pergeseran loyalitas yang berdampak besar pada peta kekuatan politik nasional.

Sorotan terhadap Politik Dinasti

Pernyataan Guntur sekaligus mempertegas kritik lama soal dugaan politik dinasti dalam lingkar kekuasaan nasional. Dukungan terhadap PSI dinilai menjadi bagian dari upaya memperpanjang pengaruh politik keluarga Jokowi di panggung nasional.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Jokowi maupun PSI terkait pernyataan Guntur Romli tersebut.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti

Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti

News | Senin, 02 Februari 2026 | 15:36 WIB

Jokowi Mati-matian Bela PSI, Dinilai Bukan Sekadar Dukungan

Jokowi Mati-matian Bela PSI, Dinilai Bukan Sekadar Dukungan

Video | Senin, 02 Februari 2026 | 12:06 WIB

Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029

Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 12:40 WIB

Terkini

BRI Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Gelaran MotoGP Mandalika 2026, Pariwisata Ikut Terdorong

BRI Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Gelaran MotoGP Mandalika 2026, Pariwisata Ikut Terdorong

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Pertumbuhan UMKM dan Sport Tourism

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Pertumbuhan UMKM dan Sport Tourism

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Mengapa Nusron Wahid Belum Dicopot Prabowo?

Mengapa Nusron Wahid Belum Dicopot Prabowo?

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Botok Siram Hakim Tuding Suap Rp1 Miliar, MA: Tak Ada Temuan di PN Pati

Botok Siram Hakim Tuding Suap Rp1 Miliar, MA: Tak Ada Temuan di PN Pati

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:46 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Pariwisata Olahraga

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Pariwisata Olahraga

Surakarta | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Surat Panggilan Kedua Sudah Dikirim! KPK Minta Nusron Hadir dan Kooperatif

Surat Panggilan Kedua Sudah Dikirim! KPK Minta Nusron Hadir dan Kooperatif

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bisakah Malaysia Tuntut Indonesia ke Mahkamah Internasional Soal Kabut Asap? Begini Kata Pakar

Bisakah Malaysia Tuntut Indonesia ke Mahkamah Internasional Soal Kabut Asap? Begini Kata Pakar

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Quiet Quitting pada Gen Z: Malas Bekerja atau Butuh Jeda Akibat Burnout?

Quiet Quitting pada Gen Z: Malas Bekerja atau Butuh Jeda Akibat Burnout?

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:45 WIB

BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism

BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism

Bekaci | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Ekonomi Lokal Terancam Mati Usai Dana Desa Dipotong Rp 34,57 T buat Kopdes Merah Putih

Ekonomi Lokal Terancam Mati Usai Dana Desa Dipotong Rp 34,57 T buat Kopdes Merah Putih

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:42 WIB

×