Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!

Erick Tanjung | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:35 WIB
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron. (Suara.com/Bagaskara)
  • Herman Khaeron dukung peninjauan ulang ambang batas parlemen sesuai putusan Mahkamah Konstitusi.
  • Demokrat menilai ambang batas tetap diperlukan guna menyederhanakan jumlah partai politik.
  • Besaran angka ambang batas ideal harus diputuskan bersama antara Pemerintah dan DPR.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menyatakan bahwa besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold) perlu dikaji ulang. Langkah ini dinilai penting guna mengakomodasi suara pemilih secara lebih luas.

Menurut Herman, peninjauan ini sejalan dengan mandat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bersifat final dan mengikat. Meski besaran angkanya perlu direvisi, ia menegaskan bahwa keberadaan ambang batas tetap diperlukan dalam sistem politik Indonesia sebagai instrumen penyederhanaan partai politik.

"Menurut saya urgensinya adalah ambang batas parlemen ini masih tetap harus ada. Meskipun partai dan fraksi belum menentukan posisi akhir, keberadaannya penting sebagai bagian dari upaya penyederhanaan partai," ujar Herman Khaeron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Herman menekankan bahwa acuan utama Partai Demokrat dalam pembahasan RUU Pemilu adalah kepatuhan terhadap hukum. Ia menyebut tinjauan ulang terhadap besaran persentase bertujuan agar representasi suara rakyat tidak terbuang sia-sia.

"Dasar kami adalah keputusan Mahkamah Konstitusi yang final and binding. Putusannya menyatakan ambang batas parlemen tetap ada, namun besarannya harus ditinjau ulang agar bisa merepresentasikan pemilih. Dalam terminologi saya, ambang batasnya perlu dikurangi dari yang ditetapkan sebelumnya," tegasnya.

Mengenai angka pasti yang dianggap ideal, Herman menyatakan bahwa Partai Demokrat tidak ingin memutuskan secara sepihak. Ia menilai besaran tersebut harus lahir dari kesepakatan kolektif antara pemerintah dan DPR dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu mendatang.

"Keputusan ideal dalam politik adalah keputusan bersama. Kita tunggu saja pembahasannya nanti, apakah inisiatifnya datang dari pemerintah atau justru didorong oleh DPR," jelas Herman.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa rincian mengenai alasan teknis dan persentase yang akan ditetapkan akan muncul secara transparan dalam forum legislasi.

"Berapa persen yang akan didorong pemerintah dan bagaimana kesepakatan di DPR, semuanya akan tergambarkan saat kami sudah masuk dalam tahap pembahasan revisi UU Pemilu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat

Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 18:34 WIB

Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Herman: Demokrat Masih Fokus Sukseskan Program Presiden

Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Herman: Demokrat Masih Fokus Sukseskan Program Presiden

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:30 WIB

Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus

Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:37 WIB

Terkini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB