Kisah Pilu Anak NTT yang Bunuh Diri, Mi'ing Bagito Blak-blakan Sentil Koruptor

Bella

Kamis, 05 Februari 2026 | 20:33 WIB
Kisah Pilu Anak NTT yang Bunuh Diri, Mi'ing Bagito Blak-blakan Sentil Koruptor
Miing Bagito [instagram]
baca 10 detik
  • Seorang anak 10 tahun di NTT bunuh diri karena tidak punya uang Rp10 ribu untuk buku, sorotan Mi'ing Bagito.
  • Mi'ing menyoroti ketimpangan sosial kontras antara kemiskinan ekstrem dan korupsi bernilai triliunan rupiah di Indonesia.
  • Perlu peningkatan kepekaan sosial lingkungan terdekat seperti RT/RW serta pembenahan integritas aparat penegak hukum.

Suara.com - Kasus bunuh diri seorang anak berusia 10 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipicu masalah ekonomi menjadi sorotan tajam dalam diskusi antara pelawak sekaligus politisi Tubagus Dedi Suwendi Gumelar alias Mi’ing Bagito dengan Abraham Samad.

Dalam podcast Speak Up, Mi’ing mengungkapkan keprihatinannya atas tragedi yang menimpa siswa SD tersebut. Ia menilai peristiwa ini merupakan tamparan keras bagi kepekaan sosial di Indonesia.

“Ini kan kita dengar satu kisah yang cukup perih ya, anak umur 10 tahun di NTT minta uang untuk sepuluh ribu saja untuk buku dan ini, lalu dia tidak terpenuhi dan dia bunuh diri,” ujar Mi’ing mengawali perbincangan, dikutip pada Kamis (5/2/2026).

Bukan Sekadar Malu, Tapi Tak Ingin Jadi Beban

Mi’ing menyoroti sisi emosional yang sangat dalam dari kasus tersebut. Menurutnya, tindakan nekat anak tersebut menyimpan pesan yang menyayat hati mengenai kondisi kemiskinan di tingkat keluarga.

“Kalau bahasa sentimentalnya bukan anak itu nekat bunuh diri bukan karena malu pada temannya semata, tapi juga ingin meringankan orang tuanya jadi tidak jadi beban. Ini kan sedih sekali,” tuturnya.

Ia juga menyinggung ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia. Mi’ing merasa ironis ketika di satu sisi ada rakyat yang mengakhiri hidup karena uang Rp10 ribu, namun di sisi lain korupsi triliunan rupiah terjadi di kota-kota besar.

“Sementara di kota-kota besar mungkin koruptor kelas kakap mengangkut duit triliunan rupiah. Hanya ketawa-ketawa aja kalau ditangkap. Tapi ini, ini menjadi indikator bahwa kalau saya lihat gitu, sampai hanya sepuluh ribu saja dia tidak punya untuk anggaran sekolah,” tegasnya.

Sentil Peran RT, RW, dan Tetangga

Mi'ing menegaskan bahwa sistem deteksi kerentanan sosial di tingkat bawah harus dipertanyakan. Ia menekankan pentingnya peran lingkungan terdekat sebagai garda terdepan.

“Dan menurut saya di situ fungsinya RT RW ya, selain kelurahan. Paling tidak RT RW dulu lah. RT RW dulu yang seperti ini harusnya menjadi kepekaan. Atau paling tidak sebelum RT RW, tetangganya,” kata Mi’ing.

baca juga

Ia menambahkan bahwa membantu sesama adalah tanggung jawab bersama, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan lebih. 

"Agama yang disukai oleh Allah itu, oleh Tuhan itu adalah katanya ketika Musa bertanya kepada... yang disukai bukan salat malamnya kok, bukan puasanya, tapi bantu orang lapar, kasih makan orang lapar," imbuhnya.

Kritik Penegakan Hukum: Menegakkan Benang Basah

Diskusi berkembang pada lemahnya sistem hukum yang dianggap Mi’ing sebagai salah satu penyebab kemiskinan yang berlarut di Indonesia. Ia melontarkan sebuah adagium tentang sulitnya mencari keadilan.

“Menegakkan hukum di Indonesia sama dengan menegakkan benang basah,” ucap Mi’ing.

Bahkan, ia memberikan analogi yang lebih spesifik mengenai tantangan integritas aparat penegak hukum di Indonesia saat ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami

Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:56 WIB

Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!

Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:41 WIB

Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Diduga Sempat Dimintai Uang Sekolah, Komisi X DPR: Pelanggaran Hukum

Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Diduga Sempat Dimintai Uang Sekolah, Komisi X DPR: Pelanggaran Hukum

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:11 WIB

Lebih Gelap dari Sekadar Tidak Punya Uang: Tragedi Anak SD di NTT

Lebih Gelap dari Sekadar Tidak Punya Uang: Tragedi Anak SD di NTT

Your Say | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:16 WIB

Pendidikan Gratis Hanya di Atas Kertas? Menyoal Pasal 31 UUD 1945 Pasca-Kasus YBR

Pendidikan Gratis Hanya di Atas Kertas? Menyoal Pasal 31 UUD 1945 Pasca-Kasus YBR

Your Say | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:10 WIB

Administrasi yang Membunuh: Menggugat Kaku Birokrasi dalam Tragedi di NTT

Administrasi yang Membunuh: Menggugat Kaku Birokrasi dalam Tragedi di NTT

Your Say | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:24 WIB

Pena Rp2 Ribu vs MBG Ratusan Triliun: Di Mana Nurani Pendidikan Kita?

Pena Rp2 Ribu vs MBG Ratusan Triliun: Di Mana Nurani Pendidikan Kita?

Your Say | Kamis, 05 Februari 2026 | 06:11 WIB

Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah

Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 22:00 WIB

Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT

Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 21:51 WIB

Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan

Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

×