Gentengisasi Prabowo, Bisakah Sekuat Genteng Palu Arit?

Bernadette Sariyem

Senin, 09 Februari 2026 | 13:33 WIB
Gentengisasi Prabowo, Bisakah Sekuat Genteng Palu Arit?
Genteng berlogo palu-arit yang ditemukan di Lumajang, tahun 2017. Genteng ini dipuji banyak pihak karena daya tahannya yang luar biasa meski hasil produksi tahun 1962.
baca 10 detik
  • Program 'Gentengisasi' Prabowo bertujuan menyediakan jutaan hunian layak dengan fokus pada atap berstandar tinggi dan daya tahan.
  • Ratusan genteng logo palu-arit tahun 1962 ditemukan di Lumajang pada 2017, menunjukkan kualitas material lokal era lama sangat tangguh.
  • Temuan genteng lawas ini menjadi tantangan bagi 'Gentengisasi' untuk menyelaraskan kecepatan modernisasi dengan durabilitas material bangunan terdahulu.

Genteng di Lumajang tersebut membuktikan bahwa meski terpapar cuaca ekstrem selama puluhan tahun di rumah yang sudah tidak terawat, strukturnya tetap solid.

Raydian menjelaskan kondisi rumah tempat ditemukannya genteng itu sudah lama kosong. Bahkan rumah tersebut juga sudah tidak beratap lagi.

Hal ini menandakan bahwa genteng-genteng tersebut sebelumnya adalah bagian dari struktur bangunan yang telah roboh dimakan usia, namun material gentengnya sendiri menolak hancur.

Proses identifikasi terhadap temuan tersebut dilakukan secara mendalam, untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan penyebaran paham terlarang atau murni peninggalan sejarah material bangunan.

Polisi kala itu telah meminta keterangan 2 orang yang pertama kali mengetahui keberadaan genteng tersebut.

"Dan hasilnya memang itu genteng yang diproduksi lama, sekitar tahun 1962," tegas Raydian.

Kenapa genteng zaman dulu kuat?

Secara teknis, genteng produksi tahun 1960-an seringkali dibuat dengan teknik pembakaran manual yang lebih lama dan menggunakan tanah liat kualitas super.

Hal ini menjadi catatan penting bagi program 'Gentengisasi' Prabowo. Agar program bedah rumah tidak menjadi proyek seremonial belaka, pemilihan material yang mampu bertahan hingga 50-60 tahun ke depan—seperti temuan di Lumajang—harus menjadi prioritas.

baca juga

Meskipun logo yang tertera pada genteng tersebut memiliki sensitivitas politik yang tinggi di Indonesia, dari perspektif arkeologi industri, temuan itu adalah bukti bahwa produk lokal Indonesia di masa lalu memiliki durabilitas luar biasa.

Namun, dari sisi keamanan, kepolisian saat itu bergerak cepat untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.

"Saya tegaskan, tidak ada organisasi terlarang di Lumajang. Namun kita tetap waspada. Kami juga berharap warga segera melapor jika ada indikasi munculnya organisasi terlarang itu," pungkas Raydian.

Kini, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, tantangan "Gentengisasi" adalah bagaimana menggabungkan kecepatan teknologi konstruksi modern dengan filosofi kualitas material era 1960-an.

Rakyat tidak hanya membutuhkan atap baru, tetapi mereka membutuhkan 'genteng' yang mampu bertahan melewati berbagai pergantian rezim dan cuaca, layaknya genteng-genteng bersejarah yang ditemukan di pelosok Lumajang tersebut.

Keberlanjutan program perumahan akan sangat bergantung pada seberapa kuat pemerintah mampu menyediakan material yang tak lekang oleh waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya

Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya

News | Senin, 09 Februari 2026 | 11:29 WIB

Prabowo Janji Sediakan Lapangan Kerja dan Jutaan Rumah Murah, Ini Rencana Lengkapnya!

Prabowo Janji Sediakan Lapangan Kerja dan Jutaan Rumah Murah, Ini Rencana Lengkapnya!

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 11:51 WIB

Mantan Menlu hingga Akademisi Kumpul, Apa yang Dibahas Intensif dengan Presiden Prabowo?

Mantan Menlu hingga Akademisi Kumpul, Apa yang Dibahas Intensif dengan Presiden Prabowo?

Video | Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:00 WIB

Dasco: Partai Gerindra Ingin Hidup untuk 1000 Tahun

Dasco: Partai Gerindra Ingin Hidup untuk 1000 Tahun

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:27 WIB

Mau Digaji Berapa Pun Tetap Korupsi! Anggota DPR Soroti Mentalitas Hakim Usai OTT di PN Depok

Mau Digaji Berapa Pun Tetap Korupsi! Anggota DPR Soroti Mentalitas Hakim Usai OTT di PN Depok

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 15:52 WIB

Menyoal Istilah "Gentengisasi" dan Prioritas Pembangunan Pemerintah

Menyoal Istilah "Gentengisasi" dan Prioritas Pembangunan Pemerintah

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:58 WIB

Prabowo Gagas Gerakan Gentengisasi, Ini Plus Minus Genteng Tanah Liat vs Baja Ringan

Prabowo Gagas Gerakan Gentengisasi, Ini Plus Minus Genteng Tanah Liat vs Baja Ringan

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 19:49 WIB

Gentengisasi Prabowo, Solusi Adem untuk Indonesia atau Mimpi yang Terlalu Berat?

Gentengisasi Prabowo, Solusi Adem untuk Indonesia atau Mimpi yang Terlalu Berat?

Liks | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:54 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×